Feeds:
Posts
Comments

Let pictures tell them all.. 😀

img_20160712_094352

img_20160716_181326

img_20160810_122202

Advertisements

Kali ini saya akan berbagi pengalaman merasakan bertransformasi menjadi Maiko.

Apa itu Maiko? Maiko adalah calon geiko atau seniman perempuan yang mengabdikan hidupnya untuk kebudayaan Jepang dengan hidup melajang. Adapun Geiko adalah sebutan khas untuk para perempuan pengabdi kebudayaan asal Kyoto. Di luar Kyoto, mereka disebut dengan Geisha.

Setelah googling kesana kemari untuk mencari harga yang cocok di kantong dengan hasil memuaskan, akhirnya ketemulah sama Maiko Henshin Shiki Studio ini. Saya sempat lihat Dian Sastro, Andien, BCL foto disini dan hasilnya bagus baguuuss.. Tapi ada harga ada rupa yaa.. Harga aslinyaa muaahaaall bangeett.. Tapi pucuk dicinta ulam tiba, ternyata studio ini lagi bikin program campaign dalam rangka opening new shop mereka.. promo nya discount 50%! Wow, jadi berapa yen? nih, langsung aja mampir ke web mereka –> http://www.maiko-henshin.com

Begitu menginjakkan kaki di Kyoto, saya merasakan Japanese culture yang sangat kental.. Apalagi di daerah Ninenzaka, saya melihat banyak orang berseliweran memakai Kimono / Yukata. Tak sulit untuk menemukan Maiko Henshin Studio. Lokasi studio ini mudah ditemukan, di daerah Ninenzaka, dekat Kiyomizudera Temple.

Sebelumnya saya sudah melakukan reservasi via email. Dan begitu saya datang, saya langsung dilayani dan tidak perlu mengantri. Receptionist yang membantu kami bisa berbahasa english, namun tidak begitu lancar.. kebanyakan akhirnya pakai bahasa tubuh.. ahahha.. that’s why jadinya kita lama banget di meja receptionist.. Karena banyak sekali options yang harus kita pilih di awal, seperti pose apa yang kita inginkan, berapa kali pose, menggunakan full wig atau half wig, paket studio saja atau strolling plan, dll.

Karena saya berdua dengan kangmas, tadinya mau ambil Studio Plan untuk saya, dan Samurai Plan untuk kangmas; tapi ternyata mereka memiliki hidden plan ketika kami tiba disana. Mereka menawarkan kami Couple Plan, yang kalau dihitung ternyata lebih murah. Okelah, kita ambil Couple Plan, dapat 2 photo couple + 1 samurai + 1 maiko, jadi total dapat 4 pose; nah habis itu saya nambah lagi 2 pose @1,000 yen. Mumpung sudah disini, jadi tutup mata aja deh sama harganya.. Belum tentu dua kali lagi difoto beginian.. hehehe..

Jadi berikut paket yang saya ambil : Couple Plan (4 photos) + 2 additional photos for Maiko + Half Wig + tabi (kaus kaki) dan sudah mendapatkan soft file dalam bentuk CD-R, dan juga photo book. CD-R dan photo book nya langsung jadi dan bisa diambil begitu kita selesai melakukan pembayaran. Total payment saya 17,800 yen.

Begitu sudah deal, receptionist akan memberikan kita kunci locker dengan gantungan (biar ga ilang) dan juga keranjang yang berisi tabi, dan kimono tipis berwarna putih untuk dalaman. Kita dipersilahkan untuk melepaskan sepatu, dan berganti pakaian. Untuk make up dan hair do Maiko membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam. Untuk Samurai hanya perlu waktu 15 menit.. Ironis yaa perbedaan nyaa.. hahaha.. Jadi, kangmas boleh muter muter dulu 45 menit, nanti baru balik lagi ke Studio.

Selesai berganti pakaian, saya diantar menuju ruang rias. Nah, disini saya dirias pakai bedak tebal putih, blush pink, bibir merah tipis merona, eyeliner merah, dan alis coklat kemerahan. Selesai rias wajah, saya diantar menuju wig room. Saya mencoba wig sampai menemukan yang cocok dengan kontur kepala saya. Selesai pasang wig, saya diantar menuju ruang memilih Kimono. Ada banyak pilihan, mejikuhibiniu.. tapi saya udah ngincer Kimono ini, terinspirasi dari Andien, dan memang Kimono ini yang motifnya paling cantik menurut saya, warna nya pink pula. Kebetulan Kimono yang saya mau lagi dipakai orang.. Jadi saya mesti nunggu sekitar 10 menit.. It’s okay, saya tunggu daripada nyesel ga pake ini Kimono.. hahahaa.. Dan ternyata ga sampai 5 menit, itu Kimono udah ada.. akhirnya saya diantar menuju ke ruang untuk dipakaikan Kimono beserta assesoris nya.

Ternyata Kimono itu beraat banget yaaa.. Dan tight bangettt.. kenceeenggg bangetttt ngiketnya.. makanya mereka tidak memperbolehkan ibu hamil untuk berfoto pakai Kimono gini.. kebayang kan tuh perut nya dibebet sampe kenceeng.. duuh, saya aja sampe pengaap megap megap kayak mau kehabisan nafas.. Huhhu..

Habis pakai Kimono selesai, saya pilih assesoris rambut. Dan voila, saya sudah berubah menjadi Maiko.. Hehe.. Gimana? Cocok ga jadi Maiko?

13495324_10154266540564137_6048758939691661337_n

My transformation as Maiko

Setelah dandanan lengkap macam begini, saya diantar menuju ke studio foto yang ada di lantai bawah. Dan saya ketemu si kangmas yang takjub ngeliat muka putih semua kayak dipakein tepung.. haaahahaa.. but hello, it’s an art! Kangmas sih takutnya saya disangka Maiko beneran… hahaahhaa… Ternyata untuk si Samurai, cuma dipakein baju Samurai gitu aja, ga dibedakin, hahaha padahal kan mau difoto.. ya udah saya bedakin si kangmas dikit deh biar ga oily tuh muka..

Nah kita dikasih free time untuk foto-foto pakai kamera sendiri selama 10 menit. Langsung lah saya take pose dan kangmas jeprat-jepret pake kamera nya. 10 menit berlalu, tapi kita kok belum dipanggil untuk masuk ke dalam lagi yaa.. kayaknya petugasnya kelupaan.. hahahha.. hampir 20 menit kita dibiarin keliaran di luar foto-foto. Untungnya cuaca saat itu bagus, ga panas, tapi ga hujan juga.. Dingin sih, cuma itu Kimono tebel banget jadi bikin anget..

Akhirnya kita dijemput untuk dipanggil masuk ke dalam studio lagi, dan disana udah ada photographer nya yang siap buat taking photos. Photographer nya perempuan.. Ramah dan kooperatif sekali. Sesi foto berjalan menyenangkan.. 😀

Selesai difoto, saya kembali diantar menuju changing room, untuk melepas assesoris rambut, kimono, dan wig. Kemudian saya dibantu untuk membersihkan bedak putih di bagian punggung dan leher belakang saya. Untuk membersihkan make up, mereka sudah menyediakan peralatan yang lengkap, mulai dari kapas, milk cleanser, face tonic, bahkan shampo dan juga hair dryer.

Fiuuhh akhirnya selesai juga beberes nya, dan saya kembali diantar menuju ke tempat receptionist untuk melakukan pembayaran dan juga mengambil hasil foto. Dan hasilnya bagus sekali.. Tidak mengecewakan.. You get what you paid for.. Penasaran sama hasilnya.. Nih silahkan dilihat sendiri yaa..

10441169_10154007928329137_2338552959034606136_n

Love the details

 

1923844_10154007930529137_4995123883893181181_n

Greetings from Kyoto

12832460_10154007930824137_5455629298137157087_n

Samurai & Maiko

Well, that’s all my story.. Kalau ada yang berminat foto ala Samurai dan Maiko seperti kami, langsung aja dateng ke Maiko Henshin Shiki Studio, Kyoto.

Sayonaraaa..

Cheers,

❤ regina desi

Hello Hogwarts!

Welcome to Wizarding World of Harry Potter!

Saya mengenal Harry Potter dari kelas enam SD! Yupp, saya mengikuti kisah Harry Potter dari Sorcerer’s Stone sampai Deathly Hallows! Saya bisa langsung menghabiskan novel setebal buku kamus itu seharian penuh.. Dan ketika novel ini diangkat ke layar lebar pun saya tak pernah absen untuk menonton nya.

Hari kedua di Osaka ini memang saya khusus-kan untuk pergi mengunjungi Wizarding World of Harry Potter di Universal Studio Osaka. Saya berangkat pagi-pagi benar dengan harapan tidak perlu membeli Express Pass. Sebagai informasi, untuk memasuki wahana Harry Potter, kita diwajibkan untuk mengambil timed ticket. Apa itu timed ticket? Timed ticket adalah ticket yang harus kita miliki sebelum kita dapat memasuki Harry Potter world ini. Timed ticket dapat diambil secara gratis, dan disitu akan ada pilihan jam berapa kita bisa memasuki wahana tersebut. Namun di peak season, timed ticket ini rentan habis. Dan apabila sudah kehabisan free timed ticket, maka kamu tidak akan bisa masuk ke sini. Untuk berjaga-jaga di peak season, kamu harus membeli Express Pass 5 (tidak bisa memakan Express Pass 3), yang tentu harganya agak menguras kantong. Karena kami on tight budget, maka kami memilih untuk datang lebih pagi supaya tidak kehabisan free timed ticket tersebut. Hal ini tidak menjamin kami akan pasti kebagian timed ticket, but at least we try our best, karena dari Universal Studio sendiri juga memberikan kuota khusus untuk pengunjung yang datang on the spot.

Universal Studio dibuka pukul 10 pagi apabila tidak terlalu padat, dan akan dibuka lebih awal 1 jam apabila kondisi padat pengunjung. Saya tiba disana pukul 8 pagi and you can imagine, antrian sudah mengular panjangnyaaa, padahal itu weekdays and low season… Ternyata tidak hanya saya seorang yang berpikiran untuk datang lebih pagi. Ketika turun dari kereta pun, semua orang terlihat bergegas dan bahkan berlari *termasuk saya sih, tapi capek, abis gitu ya jalan aja, pasrah 😛

Namun dengan antrian yang luar biasa itu, masih dikategorikan biasa, karena gerbang US baru dibuka jam 10 pagi.. Singkat cerita kami berhasil masuk ke dalam US berbekal tiket yang sudah kami beli terlebih dahulu dari Jakarta. Saya beli tiket nya di JALAN Tour, saya sudah bandingkan harganya dengan HIS Tour, dan di JALAN Tour ini lebih murah, karena mereka harga nya fluktuatif based on rate Yen pada hari itu. Sedangkan harga tiket di HIS Tour sudah fix karena diambil harga rata-rata. Jadi saran saya apabila kamu mau mendapatkan harga yang lebih murah, belilah di JALAN Tour, tapi syaratnya, kamu harus rajin check kurs Yen tiap hari. Ketika rate nya turun, langsung deh beli 😀

Ketika sudah berada di dalam US, saya langsung minta kangmas buat lari menuju antrian timed ticket untuk mendapatkan tiket masuk Harry Potter world.. Saya menunggu dengan pasrah aja.. dan agak cemas juga sih, soalnya hape ga dapet wifi, saya ga bisa contact kangmas, jadi yaa saya pasrah aja nunggu di depan Harry Potter world.. Fiuuuhh tak lama akhirnya kangmas tiba dengan dua timed ticket di tangan, dan kita dapat giliran masuk jam 11.00! Yipppiiiee! Jadi tidak perlu menunggu terlalu lama.

Kami pun bersiap dengan kostum yang sudah saya siapkan.. sambil menunggu jam 11 kami sempat ke Snoopy World, tapi ternyata itu wahana buat anak kecil banget..sempet lihat-lihat souvenir, tapi ga niat beli, karena harganya bisa bikin kantong kempes.. 😛 Tapi disini kita boleh foto-foto lhooo, bebas, ga bakal diomelin sama petugasnya.. 😀

IMG_20160306_110437

Nyobain Russian Hello Kitty ini… cuma buat foto aja.. kalo beli mahal sisstt!

Giliran kami pun tiba.. Timed ticket dicek oleh petugas *oiya, petugas disini ramah-ramah! And voila! We are here!

IMG_20160314_213451

Welcome to Hogwarts Express!

Kekaguman tersendiri ketika akhirnya berkunjung ke Wizarding World of Harry Potter di Universal Studio Osaka. Dari gerbang awal masuk, saya sudah “tersihir” dengan wizard ambience di Hogsmeade Village.. Saya merasa menjadi salah satu dari murid Hogwarts.. Lengkap dengan kostum, tongkat sihir, dan tak lupa merasakan makan siang di restoran favorit Harry Potter, yaitu di Three Broomstick 😀

10371916_10154007941544137_5128604964016111888_n

Hollaa.. I’m Desi.. and yesss, I’m from Gryffindor!

Hanya bermodalkan sweater hitam lengan panjang, kemeja putih, dasi ala Gryffindor, rok lebar hitam, legging hitam, tongkat dan buku, jadilah saya murid Hogwarts.. 😀

Setiap sudut di dalam HarPot world ini bagus banget untuk photo session.. makanya saya betah banget di dalam sini, dari pagi sampai sore, selain alasan karena kita hanya diperbolehkan masuk ke wahana ini sekali. Jadi begitu kita sudah keluar dari wahana ini, kita tidak bisa masuk lagi.

Rides / permainan yang wajib dicoba disini adalah Harry Potter and The Forbidden Journey, jadi semacam permainan rollercoaster 4D. Wajib banget dicoba.. seolah-olah kita diajak oleh si Harry Potter untuk naik ke sapu terbangnya, mengejar Quidditch, sampai dikejar sama Dementor.. serrruuuuu.. pengen naik lagi, tapi apa daya antri nya puaaannjaaanngg banget.. saya aja menghabiskan waktu 120 menit untuk antri naik rides ini. Selain itu si kangmas mulai deh kumat mual-mual nya.. Jadilah saya mengurungkan niat untuk naik ini lagi. Dan kami pun memutuskan untuk beristirahat sebentar, sambil meredakan mual-mual nya si kangmas. Kebetulan kita juga belum makan siang, jadilah kita menuju ke Three Broomstick.

Harga makanan disini termasuk agak mahal. Satu orang bisa menghabiskan sekitar 2,000 yen. Tapi karena belum tentu setahun sekali kesini, or belum tentu juga bakal kesini lagi, jadi ya gpp, toh memang sudah dibudgetin untuk makan disini. Makanan yang kita pesan adalah pork ribs, lengkap dengan potatoes and corn fiesta. Rasanya? Enak kok, tapi yaa porsi nya ga sebanding sama harga nya.. Porsi nya imut benerrr.. 😀

IMG_20160314_213632

Pork ribs fiesta, with potatoes, chicken and corn

Arsitektur di dalam Three Broomstick ini betul-betul membuat imajinasi saya terbang ke dalam kisah yang ada di novel Harry Potter.. Membayangkan bagaimana Harpot dan teman-teman nya suka ditraktir minum Butterbeer disini oleh Hagrid.. 😀

Selesai makan, masih ada satu agenda lagi di dalam list things to do saya, yaitu cobain Butterbeer.. yuppp penasaran banget sama butterbeer ini, karena konon ini adalah minuman favorit di Hogsmeade Village, dan salah satu minuman kesukaan nya si Harpot juga. Ada dua macam butterbeer, yang panas dan yang dingin. Saat itu cuaca dingin, sekitar 10 derajat Celcius, namun saya tetap memilih butterbeer yang dingin. Kenapa? Karena berdasarkan review yang saya baca, Hot Butterbeer rasanya manis ga karuan.. 😀

Jadilah saya beli Cold Butterbeer seharga 1,100 yen, dengan gelas yang bisa dibawa pulang sebagai souvenir. Bagaimana rasanya? Hmmm… enaaaak.. rasa nya seperti rootbeer dengan campuran creamy soda dan caramel.. saya sukaa..

1918614_10154007939364137_6965634749532339762_n

Enjoying the Hogsmeade’s specialty : Butterbeer!

Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan Butterbeer ini, lalu saya pergi ke toilet untuk mencuci gelas nya supaya tidak lengket dan bisa dibawa pulang. Oiya, di toilet di sini pun persis di design seperti yang ada di dalam novel. Inget kan kisah hantu toilet si Myrtle Merana.. Nah, suara dia tuh ada diseluruh sudut toilet.. tapi sayangnya dia pake bahasa Jepang, jadi nya saya ga ngerti deh dia ngomong apa, jadi nya gagal horor! 😛

Hari sudah sore dan saya sudah sangat lelah.. Tapi si kangmas masih mau nyobain rides nya Spiderman.. okelah.. saya ngikut ajaa.. sampai disana ternyata antrian nya yaa puaaanjjjaannnggg juga.. Akhirnya saya nyerah deh karena ga kuat antri lagi.. Dan saya suruh aja si kangmas lewat yang single rides karena waiting time nya lebih sedikit.. Betul saja, kurang lebih 20 menit si kangmas udah kembali lagi dan kami pun bergegas pulang, karena mau catch up agenda berikutnya yaitu ke Dotonbori.

Namun apa daya, kaki ini udah ga mau diajak kerjasama. Pegeeellll bangettttt… Jadi ya sudahlah, begitu sampe di penginapan, udah ga ada tenaga buat ke Dotonbori.. Belum lagi flu yang menyerang saya tambah parah. Jadilah saya putuskan untuk istirahat saja, ketimbang makin tepar dan akhirnya besok ga bisa jalan-jalan 😀

And that’s all for today.. Besok kita akan siap-siap ke Kyoto buat ketemu Maiko and Geisha.. hehehe.. stay tune for our next stories yaaa..

Cheers,

Regina Desi

 

Ohaiyo, Osaka!

Pagi itu Osaka menyambut kami dengan tiupan angin dinginnya.. Yup, walaupun winter sudah berlalu, namun musim semi belum tiba. Terpaan angin dari celah pintu garbarata seketika membuat saya serasa ada di dalam kulkas. Yup, suhu Osaka di pagi itu adalah 5 derajat Celcius. Dingin sekali untuk ukuran orang tropis macam saya..

Setelah mengambil bagasi, hal pertama yang saya ingin lakukan adalah mandi dan berias diri supaya oke kalo difoto.. hehhee.. Di Kansai Aiport – KIX Lounge disediakan shower and powder room. Lokasi lounge ini ada di lantai 2, dekat McDonalds. Harga untuk sewa shower room nya adalah 510 yen/orang. Nanti kita akan diberikan semacam koin. Waktu yang diberikan adalah 15 menit untuk mandi. Kalau 15 menit sudah habis, maka air akan berhenti mengalir. Namun kita boleh berada di dalam shower and powder room tersebut maksimal 1 jam. Menurut saya ini waktu yang sangat lebih dari cukup untuk mandi dan dandan. 😀

PhotoGrid_1459256231546

Sudah segar kembali dan siap untuk explore Osaka! Saat itu jam menunjukkan pukul 10 pagi. Kami bergegas menuju ke counter tiket untuk membeli ICOCA Card dan Haruka (nanti disuruh pilih kartunya, saya pilih yang gambarnya Hello Kitty). ICOCA Card ini semacam e-money, kalau di Indonesia mungkin semacam flazz or e-toll yang bisa diisi ulang, jadi ketika kita mau naik kereta, cukup tap saja dan saldo di dalam kartu itu akan berkurang sesuai dengan jumlah pemakaian kita.

Dari Kansai Airport kami menuju ke ShinOsaka Station, salah satu station besar di Osaka, dan kebetulan kami mendapatkan penginapan yang lokasi nya dekat dengan stasiun ini, dan harganya cukup murah, yaitu 800rb/malam, bisa diisi max 4 persons.

10157247_10154007922874137_2607296388000598313_n

On my way to go to Shin Osaka Station from Kansai Airport..

Kereta di Jepang sangat sangat sangat ontime.. Jangan disamakan dengan KRL Jabodetabek yang masih jauuuuuuhhhh dari kata ontime (but at least KRL sekarang jauh ada peningkatan). Untuk kalian yang berencana pergi ke Jepang dengan ala backpacker / flashpacker, ada baiknya untuk selalu check jadwal kereta di Jepang melalui hyperdia.com. Jalur kereta di Jepang amatlah banyak dan agak rumit bagi pemula. Bagi saya pribadi, susah sekali untuk memahami jalur kereta di Jepang ini. Jauh lebih mudah jalur kereta di Eropa dibandingkan di Jepang ini. Belum lagi keterbatasan saya yang tidak bisa membaca huruf kanji, jadi mesti betul-betul pay attention sedang berada di stasiun mana, harus turun di stasiun mana, harus naik dari line mana, dll.

Perjalanan ke ShinOsaka memakan waktu kurang lebih 45 menit. Begitu tiba disana, angin dingin kembali menerpa.. huhuhu.. ga nyangka yaa di Jepang bisa sedingin ini.. hehehe.. Dan kesan pertama masuk ke dalam stasiun nyaa… woooww! bersih dan rapi sekali.. banyak juga toko-toko yang menjual makanan yang sedap dipandang mata.. bikin laper mata banget deh!

Karena jam check in penginapan di Jepang rata-rata adalah jam 3 sore, maka kami pun memutuskan untuk pergi mengunjungi Osaka Castle terlebih dulu. Koper pun kami titip di loker penyimpanan yang ada di stasiun. Harga loker untuk penitipan tas/koper ini bervariasi, mulai dari 400-700 yen, tergantung ukuran loker yang dipakai. Saya menyewa satu loker untuk menitipkan 2 buah koper saya seharga 700 yen untuk 24 jam. Selesai menitipkan koper, saya pun mencari makan siang. Banyak pilihan dan bikin bingung hingga kami berputar-putar station.. Dan akhirnya kami memutuskan untuk makan bento saja.. hehehee.. Harga bento juga variatif, antara 700 – 850 yen. Saya cap cip cup aja deh milihnya, yang agak eye catching.. karena ga bisa baca apa artinya.. hehehe.. dan yang paling penting harganya harus on budget..

PhotoGrid_1459258348329

Our oishiiii (yummy) bento..

Yup, lihat deh bento saya.. ditata begitu apik dan cantik.. dan rasanya enaak bangetttt.. tidak salah kalau Osaka dibilang sebagai Japanese kitchen.. bahkan bento siap saji begini pun rasanya enak.. Harganya 850 yen per kotak. Isi nya banyak dan sangat mengenyangkan.. Kami pun menghabiskan bento dengan cepat karena lapeerrr euy! 😀

Selesai isi bensin, kami langsung tancap gas menuju Osaka Castle. Tiba disana ternyata untuk masuk ke dalam Castle nya itu mesti jalan kaki sekitar 15-20 menit.. Jauuuuhh yaaa.. tapi tidak terasa karena disuguhkan pemandangan yang cantik di sepanjang jalan, dan juga sedikit-sedikit berhenti buat pose and take photos!! 😀 😀

Akhirnya tiba juga di depan Osaka Castle yang selama ini hanya bisa saya lihat dari internet saja. Ternyata kalau kita mau masuk ke dalam Museum yang ada di Castle tersebut, kita harus membayar lagi.. karena budget yang amat ketat   waktu yang amat sempit, akhirnya kita memutuskan untuk tidak masuk ke dalam Museum tersebut, dan hanya taking photo di luar nya saja.

10547590_10154007923154137_2406832051464755704_n

Romantic view in Osaka Castle

But anyway karena tidak memprediksikan Osaka Castle yang jarak tempuh nya dengan berjalan kaki itu cukup jauh, maka kami hanya menghabiskan waktu sebentar saja disini.. Bahkan saya tidak sempat mencicipi Takoyaki Osaka yang happening itu, karena waktu itu kondisi nya lagi antri, and we don’t have enough time lagi. Kami harus bergegas check ini ke penginapan dan pergi ke Tsutenkaku Tower untuk mengikuti Cooking Class by Eat Osaka.

Sampai di ShinOsaka Station kami segera mengambil koper kami di penitipan, dan disinilah drama dimulai.. Peta alias google maps yang kami andalkan ga bisa diakses karena batere hp kami dua-dua nya droppp.. hahahahaha.. bahkan batere cadangan saya juga belum sempat di re-charge.. Jadilah kita nanya2 dengan berbekal kertas print out bookingan AirBnB.. Tapi petugas disana juga ga tau pasti karena tulisan nya dalah bahasa latin, bukan bahasa kanji..  *hadoooohhh..

Kalau di Jakarta, pasti yang saya lakukan adalah numpang nge charge hp yaa.. tapiii sodara-sodara, di Jepang ini sangat susah sekali untuk bisa numpang nge charge hp.. walaupun kita udah minta-minta tolong, tetep aja mereka strict to the rules.. tidak ada charging station di public area.. bahkan kita numpang makan di cafe-cafe pun, mereka tidak mau nolongin untuk charge hp..

Yo wes lah, karena waktu habis nyari2 alamat si penginapan ini, kami memutuskan untuk langsung pergi ke Cooking Class saja.. takut telat euy! Emangnye di Jakarta yang bisa dimaklumin kalo telat… Hahahahaa.. Jadilah kami bergegas untuuukkkk naro lagi tuh koper di loker.. hiksss rugi 700 yen lagi deh.. tau gitu kan ga usah diambil dulu tuh koper..

Berbekal nekat si kangmas nanya aja deh tuh Tsutenkaku Tower dimana.. Saya pun akhirnya kehilangan kontak sama temen saya, Machiko yang janjian untuk ketemuan disana. Beruntung ketemu sama petugas station yang bisa bahasa Inggris, akhirnya dikasih tau mesti naik kereta apa di jalur yg mana *karena kita ga bisa ngecek hyperdia.com

Turun kereta celingak celinguk nyari tuh Tsutenkaku Tower. Si kangmas yang super sotoy langsung aja nunjuk satu bangunan yang emang sih mirip Tower.. ya saya dodolnya ngikut aja.. terus nanya orang di pinggir jalan, eh itu orang ngasih arah petunjuk yang lain.. orang ini niat banget ngebantu cuma terkendala di masalah bahasa, dan akhirnya oke oke aja lah kita berdua karena gagal paham itu orang jepang ngomong apa.. yo wis kita ikutin arah yang dia tunjukkin tadi.. trus pas ketemu orang lagi, kita tanya lagi, sambil saya deg-degan karena udah mau jam 4 sore (kurang 5 menit lagi)… untungnya jam disetting dalam jam ala Indonesia, jadi sebenernya masih ada 15 menit yang tersisa… hahahhaa.. Daan akhirnya ketemu juga itu si Tsutenkaku Tower walaupun dengan napas ngos-ngosan karena pake adegan lari, jalan, lari lagi, jalan lagi sambil mikirin kalo telat bakalan nyesel deh ga bisa ikutan cooking class ini, dan gagal deh ketemu Machiko..

Tapi Tuhan baik banget sama kita.. pas kita sampai disana belum ada siapa-siapa.. mau contact temen saya, Machiko, juga ga bisa… mau kabarin host nya kita udah sampe, ga bisa juga.. ya akhirnya kita diem di bawah Tsutenkaku Tower aja deh, sampaaii kemudian kita denger ada 2 orang bule nyebut cooking class gitu.. langsung aja deh ditanya sama si kangmas, and yippie mereka mau ikutan cooking class juga.. dan ga lama, dari kejauhan, datanglah Machikoooo… aarrgghhhh… kangen sekali sama Machiko.. Machiko adalah teman nyanyi saya di Jakarta.. ga nyangka ketemu Machiko lagi, tapi kali ini bukan di Jakarta, melainkan di Osaka! Yeaayeyeyayyy super happy!

PhotoGrid_1459258482835

Cooking Class by Eat Osaka

IMG_20160314_234504

With our Sensei “Aya”.. She’s great teacher..

IMG_20160314_234716

With Machiko Chan 😀

IMG_20160407_230542

One of the best moment in my life.. having cooking class with my dear friend, Macchan.. 😀

Yupp, I love cooking, makanya saya excited banget ketika googling dan nemu si cooking class ini.. Saya pilih untuk belajar Japanese Street Food, yaitu bagaimana cara membuat Kitsune Udon mulai dari tepung, terus belajar bikin Yakitori, dan belajar bikin Chopstick  Okonomiyaki. Dan malam itu sangattt menyenangkan, jadi lupa deh sama drama tadi sore.. hehehee.. Untuk cooking class ini harganya 6,500 yen per orang. Tapi ilmu yang didapat worth it banget! Sekarang saya sudah bisa bikin okonomiyaki dan yakitori sendiri loh.. 😀 *lihat foto di bawah yaa.. dijamin bikin mouth watering..ahaahhaa…

IMG_20160327_212030

Okonomiyaki asli buatan saya ❤

Untuk bikin Okonomiyaki ini gampaang bangett… Cuma telur, terigu, wortel, kubis dan air..Campur semua bahan, lalu tuangkan adonan di atas pan yang sudah diberi minyak.. tambahkan saus okonomiyaki, mayonaise, dan dried konbu 😀

IMG_20160403_100449

My homemade “Yakitori”

Yakitori di Jepang enak bangettt yaaa.. karena ternyata mereka pakai sake dan wiski.. ahahaa.. pantesan harum nya beda.. wkwkwk.. nah buatan saya ini ga pake wiski, tapi pake sake aja.. pakai daging ayam tanpa tulang bagian paha atas, dan juga pakai octopus.. hehehe.. Cara membuat nya juga mudah sekali.. Pakai soya sauce, mirin, sedikit dashi, air dan jangan lupa “Sake”.. Selamat mencoba..

Oiya, Macchan sempat membawakan saya kue Baumkuchen yang amat terkenal di sana, yaitu buatan Club Harie, yang berasal dari Shiga Perfecture, tempat Macchan tinggal. Rasanya enaaak sekaliiii.. Ini Baumkuchen terlezat yang pernah saya coba.. Baumkuchen di Jakarta kalaaaahhh jauhhh… Ini penampakan nya.. Dan kue-kue di Jepang rata-rata tidak bertahan lama, paling lama 1 minggu, karena mereka tidak menggunakan pengawet..

IMG_20160308_204011

Baumkuchen by Club Harie.. Rasanya lezat sekali ❤

Oiyaa, belum selesai ceritanya.. selesai dari Cooking Class, Macchan yang baik hati menawarkan untuk mengantarkan kami ke Station ShinOsaka, dan dia juga menawarkan untuk mengantarkan dua bule australi tadi ke stasiun terdekat.

Domou Arigatou, Macchan.. See you in Kyoto..

Cheers,

Regina Desi

 

Day 5 : Last day in HK!

Holla I’m back to finish my Hongkong stories! 😀

Di hari terakhir di HK, kami menyempatkan diri untuk mencicipi satu resto dimsum yang terkenal di kalangan blogger, yaitu Tim Ho Wan. Yak, lokasi Tim Ho Wan sangat mudah untuk ditemukan, karena berada di dalam stasiun metro.

Ketika tiba disana, tampaklah pemandangan antrian panjang yang mengular.. OH NO! Tapi ya karena penasaran, dan sudah sampai, jadi ya saya ngantri aja.. Typical pelayanan di resto2 HK jangan disamakan dengan pelayanan di Indonesia yaa.. Orang-orang disini memang cepat dan cekatan dalam bekerja, namun jangan mengharapkan senyuman manis dan ramah dari mereka. Semua waiters disini muka nya sepettt.. hahahaha.. Untuk tempat duduk pun, kalau hanya berdua ga boleh duduk sebelahan, tapi harus berhadapan.. Pokoknya kalau disini the waiter is the king lah.. customer kudu ngalah dan rela diatur.. 😀

Tak perlu lama untuk menunggu makanan datang.. Order pun sangat cepat.. Pelayan disini memang cekatan.. Walau semua serba cepat, saya tak lantas jadi buru-buru cepat makan juga.. Saya mau menikmati tiap menu yang saya pesan..

Menu yang saya pesan yaitu pork bun mereka yang terkenal crispy namun lembut dengan citarasa pork yang lumer di mulut.. tak sia-sia lah kami mengantri 😀

Selain itu, menu lain nya yang saya pesan ada soft cake, nasi tim ayam, siomay, dan gyoza.. semua nya enak dan habis dalam sekejap.. sluurrrpp.. (walaupun udah dilama-lamain, tetep aja makan nya cepet.. hahaha.. 😀

PhotoGrid_1446089695325

Setelah perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke Victoria Peak.. Kami menuju kesana menggunakan bus. Rasakans sensasi yang berbeda yang bikin jantung serasa mau copot… Kenapa?? Ya karena jalanan yang berkelok-kelok dan menanjak serta sempit,  serta jurang disisi kanan dan kiri.. Kalau kalian gampang mual, saya sarankan naik tram saja, jangan naik bus, kecuali sudah siap sedia Antimo 😀

PhotoGrid_1446089383098

Perjalanan memakan waktu kurang lebih 45 menit. Sesampainya disana, kami langsung menuju “the peak”. Ada dua gedung, yang gratis dan yang berbayar. Tentu saja kami pilih gedung yang tidak berbayar dong, toh yang penting bisa sempet foto-foto. Mungkin the peak ini akan lebih cantik apabila dilihat di malam hari. Karena keterbatasan waktu, maka kami datang kesana di siang hari, and sorry to say, pemandangan yang kami dapatkan biasa saja.. Puas berfoto-foto, kami pun segera kembali for catch up our flights back to Jakarta.

PhotoGrid_1446089123830

PhotoGrid_1445586269102

Ketika pulang, kami memilih untuk naik Tram. Dan ternyata tram disini kursi nya tidak bisa diputar. Belum lagi ternyata penumpang yang naik overload, alias kapasitas penumpang tidak disesuaikan dengan jumlah kursi yang ada. Jadilah berebut, dan saya males rebutan sama orang-orang kampung yang sadis-sadis banget rebutannya, dan akhirnya memilih berdiri.. Tapi siapa disangka, justru saya bersyukur karena ga dapat kursi, karena kalau duduk di kursi, rasa nya aneh banget, ditarik mundur gitu.. Untunglah saya berdiri dan bisa menghadap searah dengan arah tram meluncur.. *lucky me 😀

PhotoGrid_1446093523868

Oiya, apabila kalian membeli tumbler Starbucks di HK, maka kalian akan mendapatkan voucher gratis minuman di Starbucks, namun harus ditukarkan hari itu juga. Jadilah saya dapet gratis Starbucks terus karena banyaknya titipan tumbler dari temen-temen.. hehhe..

PhotoGrid_1446088971231_2

Well, that’s all my story about HK.. Overall, tidak ada yang menarik di HK (ini pendapat saya pribadi ya…) Kenapa tidak menarik? Ya karena menurut saya, HK tidak memiliki suatu ciri khas yang mebuat dia outstanding, dan menjadi daya tarik sehingga saya ingin kembali lagi ke sini. Dari sisi culture tidak ada, kuliner pun standar banget.. mungkin hanya egg tart saja yang enak, namun egg tart pun masih bisa saya temukan di Jakarta sini. Dari sisi hospitality, HK jauh dari kata ramah.. Kotanya pun sempit sesak dengan bangunan tinggi menjulang.. Pemandangan alam nya pun masih kalah dengan Indonesia.. Nothing special.. Dan mungkin ini akan jadi perjalanan saya yang petama sekaligus yang terakhir ke HK, kecuali kalau ada yang mau bayarin gratis saya, I would accept it.. Hehe.. See you readers on my another stories.. 😀

Cheers,

~regina desi~

Laughter is timeless, imagination has no age, and dreams are forever – Walt Disney

PhotoGrid_1445559854345

Well, hari yang ditunggu-tunggu tiba yaituuuu ke Disneyland! Yup, Disneyland yang sedari kecil cuma bisa saya lihat dari kaset video yang diputar di rumah.. 😛

And I’m Minnie’s lover! Akhirnya kesampaian juga cosplay jadi Minnie Mouse di Disneyland! Yipppieee..  *senaaang! “No one is never too old for fairytale, right?!”

Salah satu hal menarik yang bisa dilakukan di Disneyland Resort adalah breakfast dengan ditemani karakter-karakter sang tokoh Disney. Sebut saja Mickey&Minnie, Donald&Daisy, Goofy, Chip&Dale, and so on.. Nah, saya kepengen bangetttt bisa merasakan breakfast and foto bareng si Mickey&Minnie..

Nah, gimana sih supaya bisa breakfast di Disneyland Hotel dengan murah bin mursidah??

Here are the stories..

Di dalam Disneyland Resort ada 2 restaurant besar, Enchanted Garden dan Chef Mickey. Nah, saya pilih yang Chef Mickey karena selain harga nya lebih murah, durasi untuk menikmati breakfast nya lebih panjang, yaitu dari pukul 07.30 – 11.00, sedangkan kalau di Enchanted Garden akan dibagi menjadi 2 seating session, saking larisnya tuh restoran. 1st session di pukul 07.00 – 08.30 , dan 2nd session di pukul 09.00 – 10.30. Awalnya saya juga lebih tertarik ke Enchanted Garden, tapi karena budget terbatas dan kebetulan banget si Enchanted Garden dekorasi nya saat itu bertemakan Halloween, jadilah saya mengurungkan niat.. Oiya, buat temen-temen yang mau ke Disneyland, coba di cek yaa season nya apa.. Karena tiap-tiap season, Disneyland punya decoration themes tersendiri. Untuk rate harga breakfast nya, langsung aja check ke official website mereka yaa.. Dan kadang mereka punya promosi untuk paket breakfast, lunch, maupun dinner.. Jadi rajin-rajin check website nya yaa.. 😀

Beruntunglah saya, karena breakfast session is open for public.. Yeaay! Jadi saya ga perlu nginep di Disneyland Hollywood Hotel untuk bisa ngerasain breakfast di Chef Mickey! Hemattt budget bangettt kaaan! Well, tapi niih, karena saya bukan tamu hotel, saya harus reservasi terlebih dahulu.. And thanks God, reservasi di tanggal yang saya mau masih available.. cusss buru-buru reserved deh!

Hari yang ditunggu-tunggu tiba! Pagi-pagi benar saya sudah bangun dan siap-siap, sudah lengkap pakai baju minnie, karena mau breakfast di Disneyland Hollywood Hotel. Iyaaa, saya kepengen banget breakfast disini, rayu-rayu kangmas dan berhasil! *yeaah, I’m good lah dalam soal rayu-merayu si kangmas.. 😛

Untuk menuju Disneyland Hollywood Hotel, kita naik MRT. Kereta tujuan Disneyland Resort dibuat special, lengkap dengan ornamen Disney, baik interior maupun exterior-nya. Sampai di stasiun Disneyland Resort, kita lanjut lagi naik Bus Shuttle untuk menuju ke Disneyland Hollywood Hotel. Karena masih pagi banget, Disneyland masih tampak sepi.. celingak celinguk nyari Shuttle Bus nya.. Lihat-lihat petunjuk arah, ketemu juga deh terminal shuttle bus nya. Tapi kok kosong bener yaa.. ga ada orang juga buat ditanyain.. yang ada cuma bus-bus yang parkir.. Hmmm, ya sudahlah, kita pede aja masuk terminalnya.. Daaan bener dong, ga lama, dateng deh tuh salah satu bis yang parkir tadi nyamperin kita.. Yippieee.. shuttle bus ini sudah beroperasi dari jam 7 pagi.. lead time nya 10 menit sekali.. Jadi tiap 10  menit, berapapun jumlahnya yaaa diangkut.. Akhirnya bus segitu gede isinya cuma saya dan kangmas doang.. wkwkwkwk.. Sebelum ke Disneyland Hollywood Hotel, bus nya ini mampir dulu di Hong Kong Disneyland Hotel. Nah, disitu ada beberapa tamu yang naik ke bis untuk ke theme park nya.

PhotoGrid_1446092838919

Bis serasa milik berdua 😛

Tak lama sampailah kita di Disneyland Hollywood Hotel.. Langsung aja deh pasang tampang super pede bak tamu hotel! (confidence is the key word!) Masuk ke dalam hotel dan langsung nyari tuh restoran Chef Mickey.. Ga susah kok nyarinya, karena resto nya ada di Ground floor.. Konfirmasi reservasi sama receptionist nya, trus kita dikasih kupon untuk ditukar dengan foto bersama Chef Mickey… yeaaaayay!

Langsung saja kami diarahkan menuju table for 2 persons.. Daaan, langsung deh saya cuss nyari waffle yang bentuk Mickey iniiii.. udah paling diincer deeeh.. Saya ngambil breakfast nya pelan-pelan dan ditata cantik biar instagramable.. *hehehe.. *niat

Tampak di gambar, menu saya pagi itu : Mickey’s Waffle with Maple Syrup, Pork Buns (enaaakkk bangettt!!!, bisa ambil sepuasnya!), Mickey’s Banana Cake, a little cheese and salad bar.. Selain itu saya juga ambil Dimsum (enaaaak, banyaaak pula ngambilnya, makanya ga difoto :P) , sushi, soup, steam boat, etc.. Pokoknya makan yang banyak, karena dijamin abis ini ga bakal ada agenda makan siang.. 😛 (turis hemat pangkal kaya!)

IMG_20151022_094709

Cuteness to the max!

Sembari menikmati hidangan sarapan yang enaaak-enak ituuu, antrian foto bersama Chef Mickey pun dimulai.. Sengaja saya ngantri belakangan, malu sama anak kecil.. *hahaha.. Ketika antrian sudah mulai sepi, barulah saya berani maju untuk foto sama Chef Mickey.. GR pisan lah dibilang beautiful sama si Mickey.. hahahhahahahhahaa.. Naaah, disini kita bisa foto pake kamera sendiri, tapi tetep aja ada photographer dari  mereka.. Sangat disarankan untuk ga usah beli foto yang dicetak sama photographer official nya kalo ga mau sakit hati sama harganya.. hahaa.. Memang sih, hasil foto dari mereka lebih bagus (kayaknya sengaja banget, spot foto nya dibuat backlighted, jadi kalau kamera hp nya gak mumpuni ya ga bakal dapet foto yang OKE!). Saya pun sudah sangat puas dengan hasil foto yang diambil dari kamera HP 😀

IMG_20151022_093224

With Chef Mickey

Puas sarapan dan foto-foto, kami pun beranjak menuju Disneyland Theme Park.. Untuk menuju kesana, kita naik bis lagi.. waiting time nya sebentar kok.. karena sudah agak siang, bis terisi lebih penuh ketimbang tadi pagi-pagi buta.. 😛

And here we are.. Disneyland Hongkong..

 

PhotoGrid_1445560144325

Minnie me..

PhotoGrid_1445523432772

Regina & Radite

Kali ini kita cuma foto-foto di depan Disneyland ajaaaa.. selain hemat budget, review yang saya baca menyebutkan kalau kastil di dalam sini masih kalah cantik dibandingkan kastil di Disneyland Tokyo.. Okelaah, nanti ke Disneyland Tokyo aja yaah.. 😀

PhotoGrid_1446088764029

Disney train with its cute ornament!

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Citygate Outlet, yang konon banyak menjual branded stuff dengan harga miring.. Kenyataan nyaaa sih iiihh sami mawon  yeee.. mahal-mahal jugaaa.. dadah bubyeee.. makin gag suka sama Hongkong.. sama aja kaya Singapore.. Wisata belanja bukan saya banget lah pokoknya!

Hanya sebentar aja di Citygate, numpang beli air minum doang, karena kita akan melanjutkan perjalanan ke Ngongping Village.. Kangmas sibuk dengan peta-nya untuk cari terminal bis, saya mah nurut aja tau beres.. 😀

Ketemulah kita dengan antrian super panjang kayak uler, ya ampuunn ternyata itu antrian orang-orang yang sedang mengantri untuk naik Cable Car ke Ngong Ping..  Buset deh, kalo naik tuh Cable Car kapan nyampe nya coba?? Akhirnya kita cari alternatif lain, naik bus aja.. Pas banget begitu kita naik, bus nya langsung berangkat.. Yang suka mabok darat mending persiapan minum antimo deh, karena perjalanan nya berkelok-kelok dan abang supirnya nyetirnya ga nyantai.. kalo saya sih kemaren ketiduran sepanjang perjalanan karena ngantuk banget soalnya kan bangun nya pagi banget tadi.. 😛

PhotoGrid_1446092411060

Tujuan wisata yang paling dicari di Ngong Ping Village ini adalah The Big  Buddha, saya cuma liat dari bawah aja sih, karena nyimpen tenaga untuk mendaki bukit menuju Wisdom Path.. Membutuhkan waktu sekitar 25 menit berjalan kaki untuk mencapai the Wisdom Path, dimana kita bisa menemukan 38 buah papan tegak terbuat dari kayu yang konon berisi ayat-ayat kebajikan dari Kitab Sutra. Saya sendiri tidak dapat membaca tulisan tersebut, jadi tidak tahu makna nya. Sempat bertemu dengan seorang ibu paruh baya, yang berkata kepada saya, untuk mengelilingi ke-38 papan kayu tersebut sambil menyentuh papan tersebut, sambil menyebutkan permintaan dalam hati, konon katanya permohonan kita akan terkabul..

Puncak Wisdom Path sangatlah indah.. sejauh mata memandang hanya ada hamparan pepohonan nan hijau, kicauan burung, dan semilir angin.. What a beauty of the earth!

mtf_tQOts_211.jpg

Wisdom Path, the beauty of the Earth!

Puas berkeliling Ngong Ping, kami pun kelaparan (sudah sore ternyataaa!).. Disini agak susah cari tempat makan, jadinya kita putuskan untuk cari makan di Citygate saja.. Jadilah kita nyari bus untuk kembali ke Citygate terminal, tapi yaaa ampun, antriannya banyaaak.. hiksss.. ketika satu bus datang, langsung terisi penuh.. tapiii untung tak dapat ditolak.. ada sisa 2 seat lagi, dan karena orang-orang yang antri lain nya kebanyakan rombongan, jadilah mereka dengan senep hati merelakan seat nya itu untuk kami, bekpeker hemat budget yang cuma jalan berduaan.. 😀

Sepanjang jalan saya ketiduran karena capek, dan memang memilih tidur biar lupa sama perut yang lagi kelaperan.. *hikssss… Perjalanan 45 menit itu tak terasa, kayak sebentar banget, padahal baru ajaa mau pules tidur.. 😛

Begitu nyampe, saya liat ada toko roti rame banget di deket stasiun, okelah walaupun harganya 2x lipat daripada roti di sini, saya beli aja lah buat ganjel perut, daripada ntar maag nya kumat.. wkkwkwkw.. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke daerah Mongkok, yang terkenal dengan pasar malam nya.. Disini banyak jajanan (yang tetep aja ga murah-murah amat), tapi lumayan lah buat ganjel perut karena ternyata warung makanan yang mau kita datengin ternyata udah pindah alamat dong.. hahahhaha.. Jadilah kita asal cap cip cup aja deh, mampir ke warung-warung yang keliatan nya ngejual pork.. Jangan berharap pelayan-pelayan di sini ramah yeee.. siap-siap aja dilayani dengan muka judes bin ketus.. (sumpaah saya gak suka Hongkong!!)

Babi panggang dan bebek panggang sudah tersedia, siap untuk disantap.. Di dalam otak sudah terbayang-bayang nikmatnya tuh daging babi sama bebek… Tapi lagi-lagi kami kecewa sodara-sodara… Masakannya jauh dari standar ekspektasi kami.. tidak terlalu sedap, untungnya yang saya pesan itu pork, yang ibaratnya mau diapain aja juga udah pasti enak.. Tapi si kangmas pesen bebek, blaahhh bebeknya ga enak, keras, dan bumbu nya aneh.. Walau begitu, tetap saja kami habiskan semuanya dengan lahap karena kami laper berat dan ga mau rugi! 😛

PhotoGrid_1446091410085

Well, selesai makan langsung deh bawaan nya pengen balik ke hotel kita nan imut ituuu.. capek bangetttt.. sepanjang perjalanan menuju Stasiun Mongkok banyak yang jual souvenir buat oleh-oleh.. Dasar cewe, walaupun udah pegel bin capek, tetep aja masih punya sedikit tenaga buat nawar! Alhasil harusnya udah bisa langsung cuss naik kereta, kita masih ngiterin satu blok lagi buat nyari oleh-oleh.. 😀
Well, at least today menyenangkaaaan.. Time for sleep, kumpulin tenaga lagi buat besok, masih ada setengah hari sebelum cusss back to Indonesia tercintaaaa…

Cheeriiioooo,

 

~desialto~

Karena kasur di Grand Lapa yang keterlaluan nyaman, akhirnya kami sukses bangun siang!! Tak apalah, setidaknya lelah terbayar sudah, and we are ready for next agenda.. 😀

Karena ga dapet breakfast *sedih, tak masalah karena kita udah nyiapin mie gelas! Uhuuuyyy, sedap and mursidaaahh! 😛 Selesai menyantap mie gelas, kita langsung packing, karena hari ini kita akan meninggalkan Macao *akhirnyaa..ga betah di Macao!

Selesai check out dan simpen koper, kita masih sempat keliling sebentar ke Fisherman’s Wharf yang kebetulan lokasi nya tak jauh dari Grand Lapa. Fisherman’s Wharf ini semacam wahana bermain, namun ketika kita berkunjung, wahana tersebut sedang ditutup untuk di renovasi.. Baguslah, jadi kita bisa foto-foto sepuasnya karena sepiii.. Tema bangunan disini ala-ala Roma, ada Colloseum jadi-jadian *hahaha.. pas kita kesana lagi ada yang foto pre-wedding di sini..

Macao Fisherman's Wharf

Macao Fisherman’s Wharf

Lokasi nya recommended buat photo-session.. sekilas mirip lah sama colloseum.. Mumpung lagi renovasi, jadi kita bisa manfaatin buat photo session gratis.. Check out my photos below! Anyway, waktu kita kesana cuaca lagi puaanaaass poooll! Jadi ga tahan buat lama-lama foto disini dan langsung balik ke hotel.

When in Rome

When in Rome

 

Collosseum wanna be :P

Collosseum wanna be 😛

Begitu balik ke Grand Lapa, kita langsung ambil koper, siap-siap berangkat ke Ferry Terminal. Dari Grand Lapa kita naik shuttle.. Ternyata jalanan di Macao ini kebanyakan satu arah.. Jadilah jarak hotel ke ferry terminal yang harusnya dekettt banget jadi jauh deh karena harus muter! Begitu sampai ferry terminal, buru-buru beli tiket, karena kita udah telaaat banget.. syukurlah masih kedapetan tiket, dan ga nunggu lama, kapalnya berangkat. Kali ini dari Macao kita menuju ke Kowloon, dan ternyata harga tiket nya lebih murah ketimbang dari Bandara… 😛

Tiba di Kowloon Ferry Terminal, langsung deh menuju internet corner *maklum fakir wifi.. Tapi apa daya, si mbah google ga mau di setting jadi bahasa inggris.. Apa lah daya ku ini baca tulisan-tulisan dewa.. Akhirnya berbekal peta offline, cuss aja lah jalan keluar.. *ini baru traveller, bukan tourist 😀

Sampe di luar terminal, si kangmas sibuk baca-baca peta, saya mah asik mengamati pemandangan sekitar. Yak, ini lah kota Hongkong, yang jalanan-nya sempit, manusia-nya lalu-lalang banyak banget, gedung-nya kurus-kurus tapi langsing macem kutilang *kurus.tinggi.langsing-red! ,bus-bus tingkat-nya yang bagus (dibanding Jakarta), tapi tetep ga bebas dari asep rokok! Damn!

Yak, akhirnya si kangmas dengan pedenya bilang, ayook kita ke arah utara sana.. udah nyebrang ke utara, dia ragu, eh kita salah jalan, balik lagi yook ke selatan.. udah balik ke selatan, eeh…, ternyata udah bener arah nya ke utara.. T_T! Untung travelling light yaa, cuma bawa koper kecil! *hmpphhh.. seru sih bolak-balik gitu, cumaaa perut laper euyy, ga bisa diajak kompromi, belom makan siang, sarapan cuma mie gelas pula!

Lokasi tujuan kita yaitu si Bed & Breakfast Fortune Inn yang murah meriah mursidah (iya, buat ukuran HK ini murah, tapi kalo di Indonesia maaah, harga segini udah dapet hotel bintang 4 *hiksss!). B&B ini kita dapetin di Air B&B. Ini pertama kalinya kita nyoba pake AirB&B karena hopeless ga ada satupun hotel bersih dan nyaman di HK yang sesuai sama kantong kita. Sejujurnya saya lebih suka reservasi hotel di booking.com, karena ga pake deposit, dan pembayaran langsung di hotel nya. Sedangkan di Air B&B ini, begitu kita order, naah langsung deh kartu kredit kita di charge seharga total payment! Namun payment ini tidak akan langsung diberikan kepada host. Pihak AirB&B baru akan membayarkan payment ini kepada host begitu kita sudah selesai check out. Nah, ga enaknya nih, kalau kita mau cancel reservasi nya, kita tetap dipotong services fee nya AirB&B sekitar 200rb *ga rela! Ya tapi bagaimanapun, bagaiman kita bisa tahu kalau ga pernah mencoba kaan? So I decided to give it a try!

Setelah berjalan kaki 15 menit, sampailah kita di Greenville Building, gedung yang imut-imut namun berada di pusat kota Tsim Sha Tsui (TST). Gedung nya masih baru, itu terlihat di lift nya yang masih baru… *hehee.. Naaah, disini ada kisah lucu lagi.. Karena keterbatasan koneksi internet, maka saya ga bisa mengabarkan ke si host kalau kita akan datang terlambat. Ketika sampai di depan pintu, ada notes yang ditempel di pintu, tapi sekali lagiiii, karena keterbatasan kemampuan membaca tulisan dewa tersebut, akhirnya saya dan si kangmas gagal paham..

Puter otak, gimana kalo kita minta tolong aja security yang ada di lantai bawah untuk telponin si host.. kebetulan security nya ibu-ibu.. Okeh, kita udah bersiap mau turun ke lantai bawah lagi, udah mencet lift, eeeh ternyata si Ibu security nyamperin kita, dan nolongin kita *terharu.. Dia bantuin kita nelpon si host nya, dan singkat cerita, berhasil lah kita masuk ke dalam Fortune Inn tersebut 😀

Ternyata, memo di depan pintu tadi kalau diterjemahkan isi nya adalah informasi tentang koneksi wifi, sehingga kita bisa contact si host.. Ya kaliiii, dikira nya semua orang bisa baca tuh huruf dewa-dewi?? Well, at least kita udah berhasil masuk ke kamar imut kita yang bikin shock karena saking imut nya.. Hahahhahaa 😀 😀

Ini penampakan kamar kita. Walaupun imut, Fortune Inn menyediakan semua yang traveller perlukan.. Kasur yang empuk dan nyaman, WIFI yang koneksi nya super kenceng, AC, TV, water heater, kettle, soap & shampoo, toot paste & brush, bath sandals, towel, refrigerator, microwave, security lock, baggage deposit. Cuma satu sih kurangnya, disini ga disediain keset, yaa jadilah kita pake aja tuh handuk buat keset! Dan yang paling penting, Fortune Inn ini super bersiiiih dan bebas bau rokok!!! Yang mau coba nginep disini, untuk dapetin promo nya (up to Rp 270.000), langsung aja klik disini..

Fortune Inn Bed & Breakfast

Fortune Inn Bed & Breakfast

Karena perut udah laperr bangettt, kita pun lekas mandi trus cari dinner deh.. *ya ampun mak, puasa setengah hari ini mah.. lunch nya dirapel sekalian dinner.. Hasil browsing di mbah Google, sepakatlah kita untuk nyobain masakan khas HK yang tak lain dan tak bukan adalah Mie Ayam Pangsit alias Wonton Noodle. Nama resto nya Tsim Chai Kee. Menu favorit disini Fresh Sliced Beef Noodle and King Prawn Wonton Noodle. Harganya? Cukup bersahabat, sekitar HKD 27 – HKD 37.. *please jangan dikurs ke Rupiah kalo gag mau susah nelen itu mie ayam pangsit!

Selain noodles, kita juga pesen Vegetable with Oyster Sauce. Untuk minumnya saya pilih Lemon Tea *yang ternyata lemon tea dalam kotak kemasan! hiks!, dan kangmas pilih Soybean milk alias susu kedelai. Harga minuman dipukul rata yaitu HKD 9! *tips dari saya, mungkin temen-temen bisa bawa botol minum deh kalo ke resto-resto, biar hemat!

Dinner at Tsim Chai Kee

Dinner at Tsim Chai Kee

Bagaimana rasanya? Hhmmm, soal selera itu subjektif banget kan yaaa.. Kalau menurut saya, rasa kuah nya biasa aja.. nothing special.. kenapa?? Yaa karena below expectations saya aja.. Saya udah ngebayangin wonton noodles yang kuahnya sedep karena pake kaldu babi.. tapi ternyataaa, saya baca blog orang yang nyari makanan halal.. wkwkwkwk.. Makanya di blog nya dia tulis ini noodles sedep bangetttt.. Jadi buat kamu-kamu yang biasa makan bakmi pangsit non halal, siap-siap kecewa deh, karena rasanya under expectation banget.. Tapiiiii, shrimp wonton nya itu sedeeep bangettt! Udangnya seger, terbukti dari si kangmas yang ga langsung biduran begitu selesai menyantap shrimp wonton ini..

Saya suka tekstur dan kekenyalan noodles nya.. mie nya tipis, berwarna kuning, dan agak kenyal.. tapi saya tidak suka kuah nya yang cenderung manis ketimbang gurih, yupp manisss, karena sepertinya kuah nya dibuat menggunakan kaldu udang, bukan daging sapi, apalagi daging babi.. hehehe..

Rasa sayur with oyster sauce nya gimana? Hmmm, rasanya sih ga cocok ya sama lidah saya. Saus nya masam, seperti makan saus basi.. hueksss.. tapi karena entah laper atau karena ga rela udah bayar tuh sayur tapi ga dimakan, terpaksa deh dihabisin aja.. :P! Tapi kalo disuruh milih sih, saya ga bakalan pesen lagi deh!

The Wonton Noodle

The Wonton Noodle

Selesai makan, perut kenyang, kaki pegeeeuuul, saya pun mulai meracau minta balik ke Fortune Inn (FI) karenaaaa saya ga terlalu suka kota Hong Kong.. Padat, penuh, sesak, sumpek, sempit.. Jadi ga betah deh.. Sebelum sampe ke FI, kita mampir dulu di Bonjour, semacam toserba gitu.. Beli cemilan sekalian beli oleh-oleh snack buat temen2, trus cusss menuju FI.. Istirahat cepet, karena besok bakalan bangun pagi-pagi! Apa agenda kita berikutnyaaa?? Stay tunned yaa my dearly readers!!

Cheeriooo,

/desialto

the.beauty. secret.of.desi

the secret, power of mind, and financial freedom