Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2013

Pagi itu saya terbangun gelisah.. bagaimana tidak.. hujan turun deraaassss sekali.. saya turun dari lantai atas sambil setengah berteriak memanggil Mama: “Mamaaaa, kok hujan siih?? T______T” Mama menenangkan dengan bilang “ya bagus, hujannya pagi ini saja, biar nanti malam dan besok ga turun hujan lagi..” fiuuuhh, jawaban Mama masih belum bisa melegakan hati saya..

Hari itu agenda saya adalah ke gereja untuk melihat persiapan tata bunga altar.. Ya beginilah saya, sampai H-1 juga masih turun tangan untuk ngeliat langsung apakah warna bunga-bunganya sesuai dengan yang saya request.. Tiba di gereja langsung lega, karena bunga mawar broken white dan merah mudah sudah terhias cantik di altar.. Saya menyerahkan urusan tata bunga altar ini ke Ibu Paulus based on rekomendasi dari teman saya, karena on budget dan hasilnya juga cantik.. Budget saya memang kecil untuk tata bunga altar ini.. hanya 1,5 juta.. Tapi kata Ibu Paulus, 1,5 juta sudah cukup untuk menghias kapel Desa Putera yang imut itu.. Plus sudah include satu pot mawar untuk ibadat sabda di rumah, hand-bouqouet, dan groom-corsage.. Buat saya, bunga untuk gereja tidak harus pakai bunga-bunga import agar terlihat meriah dan mewah *dan tentunya budget nya pasti more than 1,5 MIDR.. Bunga lokal yang sederhana, cantik, dan on budget sudah cukup. Apalagi di mata Tuhan, ga bakal diliat harga nominal nya itu bunga berapa mahal-nya, tapi yang diliat ketulusan hati kita, apakah ngasih bunga mahal memang tulus buat Tuhan atau ada maksud lain supaya terlihat WOW! di mata orang-orang..

hiasan bunga altar in my wedding

hiasan bunga altar in my wedding

Saya dan kangmas juga masih sempat pesen parsel buah buat di misa wedding besok, juga sempat belikan makan siang untuk ibu-ibu yang menghias altar utk misa wedding kami.. 😀 Lanjut ke tempatnya Bu Djumingan untuk finalisasi pinjaman surjan.. aktif bangettt yaaaaa nih calon manten.. bukannya duduk maniss.. hahaa… abisss gimana yaah.. saya demen banget sih get into details.. biar puasss.. kan ini project akbar sayaa.. sekali seumur hidup..

Pulang ke rumah langsung mandi.. Tenda udah dipasang rupanya.. untuk Ibadat Sabda ini kami ga ngundang banyak kok.. hanya warga lingkungan gereja saja dan keluarga calon besan.. Saya juga ga pakai acara siraman, dodol dawet, kerik rambut, dll karena pertimbangan budget.. hehe.. budget nya ga cukup kalau pakai siraman.. Jadi digantilah dengan Ibadat Sabda ini, yang tujuannya adalah ungkapan syukur dan mohon agar diberikan kelancaran esok hari dari awal hingga akhir acara.. 😀

Pukul 19.30 malam, bapak dan ibu undangan sudah mulai berdatangan.. Puji Tuhan, hampir semua undangan datang.. Busana yang saya pakai : celana jeans dan kebaya kutu baru bunga-bunga dari bahan tebal, jadi ga perlu pakai kamisol.. Ibadat Sabda dipimpin oleh Prodiakon, Bp. Yosef. Sederhana namun khidmat.. Selesai Ibadat, bapak dan ibu undangan dijamu dengan santap malam bikinan mama.. Yupp, ga pakai catering-cateringan karena tight budget.. Namun toh, masakan mama juga acceptable dan cukup untuk semua undangan..

Selesai acara, bude/pakde/bulik/paklik semuanya sibuk menyuruh saya segera lekas tidur.. Namun saya masih punya outstanding hari itu.. Saya masih harus bikin list things to do untuk esok hari, apa-apa saja yang harus dibawa ke gereja.. soalnya saya kan harus ke bridal pagi pagi buta karena lokasi nya yg di Kelapa Gading.. ya, saya rela untuk bangun pagi-pagi demi menghemat 1 juta rupiah *ongkos kalau perias nya dipanggil ke rumah.. 

Malam itu juga saya masih menghitung jumlah souvenir exchange card supaya jumlahnya disamakan dengan jumlah souvenir yang akan dibawa ke gereja + gedung.. *ini karena dari vendor nyetak card nya kebanyakan.. Selesai menghitung, saya tempel list things to do di tembok ruang tamu, dan saya pergi tidur..

Saya tidur di kamar mama, satu kasur isi tiga *saya,papa,mama ; soalnya kamar saya dipakai sodara yang nginep.. Selesai berdoa, saya pun berpasrah kepada Tuhan.. biarlah apa yang terjadi esok hari, memang sudah seturut kehendak-Mu ya Tuhan.. Malam itu mata saya susah terpejam.. Padahal sudah jam 1 pagi.. Saya hanya punya waktu tidur kurang dari 2 jam.. Karena jam 3 saya sudah harus standby dijemput kangmas tercinta, untuk meluncur ke Goddess Bridal di Kelapa Gading….

Advertisements

Read Full Post »

the.beauty. secret.of.desi

the secret, power of mind, and financial freedom