Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Antonius Padua Angger Radite’ Category

Kali ini saya akan berbagi pengalaman merasakan bertransformasi menjadi Maiko.

Apa itu Maiko? Maiko adalah calon geiko atau seniman perempuan yang mengabdikan hidupnya untuk kebudayaan Jepang dengan hidup melajang. Adapun Geiko adalah sebutan khas untuk para perempuan pengabdi kebudayaan asal Kyoto. Di luar Kyoto, mereka disebut dengan Geisha.

Setelah googling kesana kemari untuk mencari harga yang cocok di kantong dengan hasil memuaskan, akhirnya ketemulah sama Maiko Henshin Shiki Studio ini. Saya sempat lihat Dian Sastro, Andien, BCL foto disini dan hasilnya bagus baguuuss.. Tapi ada harga ada rupa yaa.. Harga aslinyaa muaahaaall bangeett.. Tapi pucuk dicinta ulam tiba, ternyata studio ini lagi bikin program campaign dalam rangka opening new shop mereka.. promo nya discount 50%! Wow, jadi berapa yen? nih, langsung aja mampir ke web mereka –> http://www.maiko-henshin.com

Begitu menginjakkan kaki di Kyoto, saya merasakan Japanese culture yang sangat kental.. Apalagi di daerah Ninenzaka, saya melihat banyak orang berseliweran memakai Kimono / Yukata. Tak sulit untuk menemukan Maiko Henshin Studio. Lokasi studio ini mudah ditemukan, di daerah Ninenzaka, dekat Kiyomizudera Temple.

Sebelumnya saya sudah melakukan reservasi via email. Dan begitu saya datang, saya langsung dilayani dan tidak perlu mengantri. Receptionist yang membantu kami bisa berbahasa english, namun tidak begitu lancar.. kebanyakan akhirnya pakai bahasa tubuh.. ahahha.. that’s why jadinya kita lama banget di meja receptionist.. Karena banyak sekali options yang harus kita pilih di awal, seperti pose apa yang kita inginkan, berapa kali pose, menggunakan full wig atau half wig, paket studio saja atau strolling plan, dll.

Karena saya berdua dengan kangmas, tadinya mau ambil Studio Plan untuk saya, dan Samurai Plan untuk kangmas; tapi ternyata mereka memiliki hidden plan ketika kami tiba disana. Mereka menawarkan kami Couple Plan, yang kalau dihitung ternyata lebih murah. Okelah, kita ambil Couple Plan, dapat 2 photo couple + 1 samurai + 1 maiko, jadi total dapat 4 pose; nah habis itu saya nambah lagi 2 pose @1,000 yen. Mumpung sudah disini, jadi tutup mata aja deh sama harganya.. Belum tentu dua kali lagi difoto beginian.. hehehe..

Jadi berikut paket yang saya ambil : Couple Plan (4 photos) + 2 additional photos for Maiko + Half Wig + tabi (kaus kaki) dan sudah mendapatkan soft file dalam bentuk CD-R, dan juga photo book. CD-R dan photo book nya langsung jadi dan bisa diambil begitu kita selesai melakukan pembayaran. Total payment saya 17,800 yen.

Begitu sudah deal, receptionist akan memberikan kita kunci locker dengan gantungan (biar ga ilang) dan juga keranjang yang berisi tabi, dan kimono tipis berwarna putih untuk dalaman. Kita dipersilahkan untuk melepaskan sepatu, dan berganti pakaian. Untuk make up dan hair do Maiko membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam. Untuk Samurai hanya perlu waktu 15 menit.. Ironis yaa perbedaan nyaa.. hahaha.. Jadi, kangmas boleh muter muter dulu 45 menit, nanti baru balik lagi ke Studio.

Selesai berganti pakaian, saya diantar menuju ruang rias. Nah, disini saya dirias pakai bedak tebal putih, blush pink, bibir merah tipis merona, eyeliner merah, dan alis coklat kemerahan. Selesai rias wajah, saya diantar menuju wig room. Saya mencoba wig sampai menemukan yang cocok dengan kontur kepala saya. Selesai pasang wig, saya diantar menuju ruang memilih Kimono. Ada banyak pilihan, mejikuhibiniu.. tapi saya udah ngincer Kimono ini, terinspirasi dari Andien, dan memang Kimono ini yang motifnya paling cantik menurut saya, warna nya pink pula. Kebetulan Kimono yang saya mau lagi dipakai orang.. Jadi saya mesti nunggu sekitar 10 menit.. It’s okay, saya tunggu daripada nyesel ga pake ini Kimono.. hahahaa.. Dan ternyata ga sampai 5 menit, itu Kimono udah ada.. akhirnya saya diantar menuju ke ruang untuk dipakaikan Kimono beserta assesoris nya.

Ternyata Kimono itu beraat banget yaaa.. Dan tight bangettt.. kenceeenggg bangetttt ngiketnya.. makanya mereka tidak memperbolehkan ibu hamil untuk berfoto pakai Kimono gini.. kebayang kan tuh perut nya dibebet sampe kenceeng.. duuh, saya aja sampe pengaap megap megap kayak mau kehabisan nafas.. Huhhu..

Habis pakai Kimono selesai, saya pilih assesoris rambut. Dan voila, saya sudah berubah menjadi Maiko.. Hehe.. Gimana? Cocok ga jadi Maiko?

13495324_10154266540564137_6048758939691661337_n

My transformation as Maiko

Setelah dandanan lengkap macam begini, saya diantar menuju ke studio foto yang ada di lantai bawah. Dan saya ketemu si kangmas yang takjub ngeliat muka putih semua kayak dipakein tepung.. haaahahaa.. but hello, it’s an art! Kangmas sih takutnya saya disangka Maiko beneran… hahaahhaa… Ternyata untuk si Samurai, cuma dipakein baju Samurai gitu aja, ga dibedakin, hahaha padahal kan mau difoto.. ya udah saya bedakin si kangmas dikit deh biar ga oily tuh muka..

Nah kita dikasih free time untuk foto-foto pakai kamera sendiri selama 10 menit. Langsung lah saya take pose dan kangmas jeprat-jepret pake kamera nya. 10 menit berlalu, tapi kita kok belum dipanggil untuk masuk ke dalam lagi yaa.. kayaknya petugasnya kelupaan.. hahahha.. hampir 20 menit kita dibiarin keliaran di luar foto-foto. Untungnya cuaca saat itu bagus, ga panas, tapi ga hujan juga.. Dingin sih, cuma itu Kimono tebel banget jadi bikin anget..

Akhirnya kita dijemput untuk dipanggil masuk ke dalam studio lagi, dan disana udah ada photographer nya yang siap buat taking photos. Photographer nya perempuan.. Ramah dan kooperatif sekali. Sesi foto berjalan menyenangkan.. 😀

Selesai difoto, saya kembali diantar menuju changing room, untuk melepas assesoris rambut, kimono, dan wig. Kemudian saya dibantu untuk membersihkan bedak putih di bagian punggung dan leher belakang saya. Untuk membersihkan make up, mereka sudah menyediakan peralatan yang lengkap, mulai dari kapas, milk cleanser, face tonic, bahkan shampo dan juga hair dryer.

Fiuuhh akhirnya selesai juga beberes nya, dan saya kembali diantar menuju ke tempat receptionist untuk melakukan pembayaran dan juga mengambil hasil foto. Dan hasilnya bagus sekali.. Tidak mengecewakan.. You get what you paid for.. Penasaran sama hasilnya.. Nih silahkan dilihat sendiri yaa..

10441169_10154007928329137_2338552959034606136_n

Love the details

 

1923844_10154007930529137_4995123883893181181_n

Greetings from Kyoto

12832460_10154007930824137_5455629298137157087_n

Samurai & Maiko

Well, that’s all my story.. Kalau ada yang berminat foto ala Samurai dan Maiko seperti kami, langsung aja dateng ke Maiko Henshin Shiki Studio, Kyoto.

Sayonaraaa..

Cheers,

❤ regina desi

Advertisements

Read Full Post »

Welcome to Wizarding World of Harry Potter!

Saya mengenal Harry Potter dari kelas enam SD! Yupp, saya mengikuti kisah Harry Potter dari Sorcerer’s Stone sampai Deathly Hallows! Saya bisa langsung menghabiskan novel setebal buku kamus itu seharian penuh.. Dan ketika novel ini diangkat ke layar lebar pun saya tak pernah absen untuk menonton nya.

Hari kedua di Osaka ini memang saya khusus-kan untuk pergi mengunjungi Wizarding World of Harry Potter di Universal Studio Osaka. Saya berangkat pagi-pagi benar dengan harapan tidak perlu membeli Express Pass. Sebagai informasi, untuk memasuki wahana Harry Potter, kita diwajibkan untuk mengambil timed ticket. Apa itu timed ticket? Timed ticket adalah ticket yang harus kita miliki sebelum kita dapat memasuki Harry Potter world ini. Timed ticket dapat diambil secara gratis, dan disitu akan ada pilihan jam berapa kita bisa memasuki wahana tersebut. Namun di peak season, timed ticket ini rentan habis. Dan apabila sudah kehabisan free timed ticket, maka kamu tidak akan bisa masuk ke sini. Untuk berjaga-jaga di peak season, kamu harus membeli Express Pass 5 (tidak bisa memakan Express Pass 3), yang tentu harganya agak menguras kantong. Karena kami on tight budget, maka kami memilih untuk datang lebih pagi supaya tidak kehabisan free timed ticket tersebut. Hal ini tidak menjamin kami akan pasti kebagian timed ticket, but at least we try our best, karena dari Universal Studio sendiri juga memberikan kuota khusus untuk pengunjung yang datang on the spot.

Universal Studio dibuka pukul 10 pagi apabila tidak terlalu padat, dan akan dibuka lebih awal 1 jam apabila kondisi padat pengunjung. Saya tiba disana pukul 8 pagi and you can imagine, antrian sudah mengular panjangnyaaa, padahal itu weekdays and low season… Ternyata tidak hanya saya seorang yang berpikiran untuk datang lebih pagi. Ketika turun dari kereta pun, semua orang terlihat bergegas dan bahkan berlari *termasuk saya sih, tapi capek, abis gitu ya jalan aja, pasrah 😛

Namun dengan antrian yang luar biasa itu, masih dikategorikan biasa, karena gerbang US baru dibuka jam 10 pagi.. Singkat cerita kami berhasil masuk ke dalam US berbekal tiket yang sudah kami beli terlebih dahulu dari Jakarta. Saya beli tiket nya di JALAN Tour, saya sudah bandingkan harganya dengan HIS Tour, dan di JALAN Tour ini lebih murah, karena mereka harga nya fluktuatif based on rate Yen pada hari itu. Sedangkan harga tiket di HIS Tour sudah fix karena diambil harga rata-rata. Jadi saran saya apabila kamu mau mendapatkan harga yang lebih murah, belilah di JALAN Tour, tapi syaratnya, kamu harus rajin check kurs Yen tiap hari. Ketika rate nya turun, langsung deh beli 😀

Ketika sudah berada di dalam US, saya langsung minta kangmas buat lari menuju antrian timed ticket untuk mendapatkan tiket masuk Harry Potter world.. Saya menunggu dengan pasrah aja.. dan agak cemas juga sih, soalnya hape ga dapet wifi, saya ga bisa contact kangmas, jadi yaa saya pasrah aja nunggu di depan Harry Potter world.. Fiuuuhh tak lama akhirnya kangmas tiba dengan dua timed ticket di tangan, dan kita dapat giliran masuk jam 11.00! Yipppiiiee! Jadi tidak perlu menunggu terlalu lama.

Kami pun bersiap dengan kostum yang sudah saya siapkan.. sambil menunggu jam 11 kami sempat ke Snoopy World, tapi ternyata itu wahana buat anak kecil banget..sempet lihat-lihat souvenir, tapi ga niat beli, karena harganya bisa bikin kantong kempes.. 😛 Tapi disini kita boleh foto-foto lhooo, bebas, ga bakal diomelin sama petugasnya.. 😀

IMG_20160306_110437

Nyobain Russian Hello Kitty ini… cuma buat foto aja.. kalo beli mahal sisstt!

Giliran kami pun tiba.. Timed ticket dicek oleh petugas *oiya, petugas disini ramah-ramah! And voila! We are here!

IMG_20160314_213451

Welcome to Hogwarts Express!

Kekaguman tersendiri ketika akhirnya berkunjung ke Wizarding World of Harry Potter di Universal Studio Osaka. Dari gerbang awal masuk, saya sudah “tersihir” dengan wizard ambience di Hogsmeade Village.. Saya merasa menjadi salah satu dari murid Hogwarts.. Lengkap dengan kostum, tongkat sihir, dan tak lupa merasakan makan siang di restoran favorit Harry Potter, yaitu di Three Broomstick 😀

10371916_10154007941544137_5128604964016111888_n

Hollaa.. I’m Desi.. and yesss, I’m from Gryffindor!

Hanya bermodalkan sweater hitam lengan panjang, kemeja putih, dasi ala Gryffindor, rok lebar hitam, legging hitam, tongkat dan buku, jadilah saya murid Hogwarts.. 😀

Setiap sudut di dalam HarPot world ini bagus banget untuk photo session.. makanya saya betah banget di dalam sini, dari pagi sampai sore, selain alasan karena kita hanya diperbolehkan masuk ke wahana ini sekali. Jadi begitu kita sudah keluar dari wahana ini, kita tidak bisa masuk lagi.

Rides / permainan yang wajib dicoba disini adalah Harry Potter and The Forbidden Journey, jadi semacam permainan rollercoaster 4D. Wajib banget dicoba.. seolah-olah kita diajak oleh si Harry Potter untuk naik ke sapu terbangnya, mengejar Quidditch, sampai dikejar sama Dementor.. serrruuuuu.. pengen naik lagi, tapi apa daya antri nya puaaannjaaanngg banget.. saya aja menghabiskan waktu 120 menit untuk antri naik rides ini. Selain itu si kangmas mulai deh kumat mual-mual nya.. Jadilah saya mengurungkan niat untuk naik ini lagi. Dan kami pun memutuskan untuk beristirahat sebentar, sambil meredakan mual-mual nya si kangmas. Kebetulan kita juga belum makan siang, jadilah kita menuju ke Three Broomstick.

Harga makanan disini termasuk agak mahal. Satu orang bisa menghabiskan sekitar 2,000 yen. Tapi karena belum tentu setahun sekali kesini, or belum tentu juga bakal kesini lagi, jadi ya gpp, toh memang sudah dibudgetin untuk makan disini. Makanan yang kita pesan adalah pork ribs, lengkap dengan potatoes and corn fiesta. Rasanya? Enak kok, tapi yaa porsi nya ga sebanding sama harga nya.. Porsi nya imut benerrr.. 😀

IMG_20160314_213632

Pork ribs fiesta, with potatoes, chicken and corn

Arsitektur di dalam Three Broomstick ini betul-betul membuat imajinasi saya terbang ke dalam kisah yang ada di novel Harry Potter.. Membayangkan bagaimana Harpot dan teman-teman nya suka ditraktir minum Butterbeer disini oleh Hagrid.. 😀

Selesai makan, masih ada satu agenda lagi di dalam list things to do saya, yaitu cobain Butterbeer.. yuppp penasaran banget sama butterbeer ini, karena konon ini adalah minuman favorit di Hogsmeade Village, dan salah satu minuman kesukaan nya si Harpot juga. Ada dua macam butterbeer, yang panas dan yang dingin. Saat itu cuaca dingin, sekitar 10 derajat Celcius, namun saya tetap memilih butterbeer yang dingin. Kenapa? Karena berdasarkan review yang saya baca, Hot Butterbeer rasanya manis ga karuan.. 😀

Jadilah saya beli Cold Butterbeer seharga 1,100 yen, dengan gelas yang bisa dibawa pulang sebagai souvenir. Bagaimana rasanya? Hmmm… enaaaak.. rasa nya seperti rootbeer dengan campuran creamy soda dan caramel.. saya sukaa..

1918614_10154007939364137_6965634749532339762_n

Enjoying the Hogsmeade’s specialty : Butterbeer!

Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan Butterbeer ini, lalu saya pergi ke toilet untuk mencuci gelas nya supaya tidak lengket dan bisa dibawa pulang. Oiya, di toilet di sini pun persis di design seperti yang ada di dalam novel. Inget kan kisah hantu toilet si Myrtle Merana.. Nah, suara dia tuh ada diseluruh sudut toilet.. tapi sayangnya dia pake bahasa Jepang, jadi nya saya ga ngerti deh dia ngomong apa, jadi nya gagal horor! 😛

Hari sudah sore dan saya sudah sangat lelah.. Tapi si kangmas masih mau nyobain rides nya Spiderman.. okelah.. saya ngikut ajaa.. sampai disana ternyata antrian nya yaa puaaanjjjaannnggg juga.. Akhirnya saya nyerah deh karena ga kuat antri lagi.. Dan saya suruh aja si kangmas lewat yang single rides karena waiting time nya lebih sedikit.. Betul saja, kurang lebih 20 menit si kangmas udah kembali lagi dan kami pun bergegas pulang, karena mau catch up agenda berikutnya yaitu ke Dotonbori.

Namun apa daya, kaki ini udah ga mau diajak kerjasama. Pegeeellll bangettttt… Jadi ya sudahlah, begitu sampe di penginapan, udah ga ada tenaga buat ke Dotonbori.. Belum lagi flu yang menyerang saya tambah parah. Jadilah saya putuskan untuk istirahat saja, ketimbang makin tepar dan akhirnya besok ga bisa jalan-jalan 😀

And that’s all for today.. Besok kita akan siap-siap ke Kyoto buat ketemu Maiko and Geisha.. hehehe.. stay tune for our next stories yaaa..

Cheers,

Regina Desi

 

Read Full Post »

Laughter is timeless, imagination has no age, and dreams are forever – Walt Disney

PhotoGrid_1445559854345

Well, hari yang ditunggu-tunggu tiba yaituuuu ke Disneyland! Yup, Disneyland yang sedari kecil cuma bisa saya lihat dari kaset video yang diputar di rumah.. 😛

And I’m Minnie’s lover! Akhirnya kesampaian juga cosplay jadi Minnie Mouse di Disneyland! Yipppieee..  *senaaang! “No one is never too old for fairytale, right?!”

Salah satu hal menarik yang bisa dilakukan di Disneyland Resort adalah breakfast dengan ditemani karakter-karakter sang tokoh Disney. Sebut saja Mickey&Minnie, Donald&Daisy, Goofy, Chip&Dale, and so on.. Nah, saya kepengen bangetttt bisa merasakan breakfast and foto bareng si Mickey&Minnie..

Nah, gimana sih supaya bisa breakfast di Disneyland Hotel dengan murah bin mursidah??

Here are the stories..

Di dalam Disneyland Resort ada 2 restaurant besar, Enchanted Garden dan Chef Mickey. Nah, saya pilih yang Chef Mickey karena selain harga nya lebih murah, durasi untuk menikmati breakfast nya lebih panjang, yaitu dari pukul 07.30 – 11.00, sedangkan kalau di Enchanted Garden akan dibagi menjadi 2 seating session, saking larisnya tuh restoran. 1st session di pukul 07.00 – 08.30 , dan 2nd session di pukul 09.00 – 10.30. Awalnya saya juga lebih tertarik ke Enchanted Garden, tapi karena budget terbatas dan kebetulan banget si Enchanted Garden dekorasi nya saat itu bertemakan Halloween, jadilah saya mengurungkan niat.. Oiya, buat temen-temen yang mau ke Disneyland, coba di cek yaa season nya apa.. Karena tiap-tiap season, Disneyland punya decoration themes tersendiri. Untuk rate harga breakfast nya, langsung aja check ke official website mereka yaa.. Dan kadang mereka punya promosi untuk paket breakfast, lunch, maupun dinner.. Jadi rajin-rajin check website nya yaa.. 😀

Beruntunglah saya, karena breakfast session is open for public.. Yeaay! Jadi saya ga perlu nginep di Disneyland Hollywood Hotel untuk bisa ngerasain breakfast di Chef Mickey! Hemattt budget bangettt kaaan! Well, tapi niih, karena saya bukan tamu hotel, saya harus reservasi terlebih dahulu.. And thanks God, reservasi di tanggal yang saya mau masih available.. cusss buru-buru reserved deh!

Hari yang ditunggu-tunggu tiba! Pagi-pagi benar saya sudah bangun dan siap-siap, sudah lengkap pakai baju minnie, karena mau breakfast di Disneyland Hollywood Hotel. Iyaaa, saya kepengen banget breakfast disini, rayu-rayu kangmas dan berhasil! *yeaah, I’m good lah dalam soal rayu-merayu si kangmas.. 😛

Untuk menuju Disneyland Hollywood Hotel, kita naik MRT. Kereta tujuan Disneyland Resort dibuat special, lengkap dengan ornamen Disney, baik interior maupun exterior-nya. Sampai di stasiun Disneyland Resort, kita lanjut lagi naik Bus Shuttle untuk menuju ke Disneyland Hollywood Hotel. Karena masih pagi banget, Disneyland masih tampak sepi.. celingak celinguk nyari Shuttle Bus nya.. Lihat-lihat petunjuk arah, ketemu juga deh terminal shuttle bus nya. Tapi kok kosong bener yaa.. ga ada orang juga buat ditanyain.. yang ada cuma bus-bus yang parkir.. Hmmm, ya sudahlah, kita pede aja masuk terminalnya.. Daaan bener dong, ga lama, dateng deh tuh salah satu bis yang parkir tadi nyamperin kita.. Yippieee.. shuttle bus ini sudah beroperasi dari jam 7 pagi.. lead time nya 10 menit sekali.. Jadi tiap 10  menit, berapapun jumlahnya yaaa diangkut.. Akhirnya bus segitu gede isinya cuma saya dan kangmas doang.. wkwkwkwk.. Sebelum ke Disneyland Hollywood Hotel, bus nya ini mampir dulu di Hong Kong Disneyland Hotel. Nah, disitu ada beberapa tamu yang naik ke bis untuk ke theme park nya.

PhotoGrid_1446092838919

Bis serasa milik berdua 😛

Tak lama sampailah kita di Disneyland Hollywood Hotel.. Langsung aja deh pasang tampang super pede bak tamu hotel! (confidence is the key word!) Masuk ke dalam hotel dan langsung nyari tuh restoran Chef Mickey.. Ga susah kok nyarinya, karena resto nya ada di Ground floor.. Konfirmasi reservasi sama receptionist nya, trus kita dikasih kupon untuk ditukar dengan foto bersama Chef Mickey… yeaaaayay!

Langsung saja kami diarahkan menuju table for 2 persons.. Daaan, langsung deh saya cuss nyari waffle yang bentuk Mickey iniiii.. udah paling diincer deeeh.. Saya ngambil breakfast nya pelan-pelan dan ditata cantik biar instagramable.. *hehehe.. *niat

Tampak di gambar, menu saya pagi itu : Mickey’s Waffle with Maple Syrup, Pork Buns (enaaakkk bangettt!!!, bisa ambil sepuasnya!), Mickey’s Banana Cake, a little cheese and salad bar.. Selain itu saya juga ambil Dimsum (enaaaak, banyaaak pula ngambilnya, makanya ga difoto :P) , sushi, soup, steam boat, etc.. Pokoknya makan yang banyak, karena dijamin abis ini ga bakal ada agenda makan siang.. 😛 (turis hemat pangkal kaya!)

IMG_20151022_094709

Cuteness to the max!

Sembari menikmati hidangan sarapan yang enaaak-enak ituuu, antrian foto bersama Chef Mickey pun dimulai.. Sengaja saya ngantri belakangan, malu sama anak kecil.. *hahaha.. Ketika antrian sudah mulai sepi, barulah saya berani maju untuk foto sama Chef Mickey.. GR pisan lah dibilang beautiful sama si Mickey.. hahahhahahahhahaa.. Naaah, disini kita bisa foto pake kamera sendiri, tapi tetep aja ada photographer dari  mereka.. Sangat disarankan untuk ga usah beli foto yang dicetak sama photographer official nya kalo ga mau sakit hati sama harganya.. hahaa.. Memang sih, hasil foto dari mereka lebih bagus (kayaknya sengaja banget, spot foto nya dibuat backlighted, jadi kalau kamera hp nya gak mumpuni ya ga bakal dapet foto yang OKE!). Saya pun sudah sangat puas dengan hasil foto yang diambil dari kamera HP 😀

IMG_20151022_093224

With Chef Mickey

Puas sarapan dan foto-foto, kami pun beranjak menuju Disneyland Theme Park.. Untuk menuju kesana, kita naik bis lagi.. waiting time nya sebentar kok.. karena sudah agak siang, bis terisi lebih penuh ketimbang tadi pagi-pagi buta.. 😛

And here we are.. Disneyland Hongkong..

 

PhotoGrid_1445560144325

Minnie me..

PhotoGrid_1445523432772

Regina & Radite

Kali ini kita cuma foto-foto di depan Disneyland ajaaaa.. selain hemat budget, review yang saya baca menyebutkan kalau kastil di dalam sini masih kalah cantik dibandingkan kastil di Disneyland Tokyo.. Okelaah, nanti ke Disneyland Tokyo aja yaah.. 😀

PhotoGrid_1446088764029

Disney train with its cute ornament!

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Citygate Outlet, yang konon banyak menjual branded stuff dengan harga miring.. Kenyataan nyaaa sih iiihh sami mawon  yeee.. mahal-mahal jugaaa.. dadah bubyeee.. makin gag suka sama Hongkong.. sama aja kaya Singapore.. Wisata belanja bukan saya banget lah pokoknya!

Hanya sebentar aja di Citygate, numpang beli air minum doang, karena kita akan melanjutkan perjalanan ke Ngongping Village.. Kangmas sibuk dengan peta-nya untuk cari terminal bis, saya mah nurut aja tau beres.. 😀

Ketemulah kita dengan antrian super panjang kayak uler, ya ampuunn ternyata itu antrian orang-orang yang sedang mengantri untuk naik Cable Car ke Ngong Ping..  Buset deh, kalo naik tuh Cable Car kapan nyampe nya coba?? Akhirnya kita cari alternatif lain, naik bus aja.. Pas banget begitu kita naik, bus nya langsung berangkat.. Yang suka mabok darat mending persiapan minum antimo deh, karena perjalanan nya berkelok-kelok dan abang supirnya nyetirnya ga nyantai.. kalo saya sih kemaren ketiduran sepanjang perjalanan karena ngantuk banget soalnya kan bangun nya pagi banget tadi.. 😛

PhotoGrid_1446092411060

Tujuan wisata yang paling dicari di Ngong Ping Village ini adalah The Big  Buddha, saya cuma liat dari bawah aja sih, karena nyimpen tenaga untuk mendaki bukit menuju Wisdom Path.. Membutuhkan waktu sekitar 25 menit berjalan kaki untuk mencapai the Wisdom Path, dimana kita bisa menemukan 38 buah papan tegak terbuat dari kayu yang konon berisi ayat-ayat kebajikan dari Kitab Sutra. Saya sendiri tidak dapat membaca tulisan tersebut, jadi tidak tahu makna nya. Sempat bertemu dengan seorang ibu paruh baya, yang berkata kepada saya, untuk mengelilingi ke-38 papan kayu tersebut sambil menyentuh papan tersebut, sambil menyebutkan permintaan dalam hati, konon katanya permohonan kita akan terkabul..

Puncak Wisdom Path sangatlah indah.. sejauh mata memandang hanya ada hamparan pepohonan nan hijau, kicauan burung, dan semilir angin.. What a beauty of the earth!

mtf_tQOts_211.jpg

Wisdom Path, the beauty of the Earth!

Puas berkeliling Ngong Ping, kami pun kelaparan (sudah sore ternyataaa!).. Disini agak susah cari tempat makan, jadinya kita putuskan untuk cari makan di Citygate saja.. Jadilah kita nyari bus untuk kembali ke Citygate terminal, tapi yaaa ampun, antriannya banyaaak.. hiksss.. ketika satu bus datang, langsung terisi penuh.. tapiii untung tak dapat ditolak.. ada sisa 2 seat lagi, dan karena orang-orang yang antri lain nya kebanyakan rombongan, jadilah mereka dengan senep hati merelakan seat nya itu untuk kami, bekpeker hemat budget yang cuma jalan berduaan.. 😀

Sepanjang jalan saya ketiduran karena capek, dan memang memilih tidur biar lupa sama perut yang lagi kelaperan.. *hikssss… Perjalanan 45 menit itu tak terasa, kayak sebentar banget, padahal baru ajaa mau pules tidur.. 😛

Begitu nyampe, saya liat ada toko roti rame banget di deket stasiun, okelah walaupun harganya 2x lipat daripada roti di sini, saya beli aja lah buat ganjel perut, daripada ntar maag nya kumat.. wkkwkwkw.. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke daerah Mongkok, yang terkenal dengan pasar malam nya.. Disini banyak jajanan (yang tetep aja ga murah-murah amat), tapi lumayan lah buat ganjel perut karena ternyata warung makanan yang mau kita datengin ternyata udah pindah alamat dong.. hahahhaha.. Jadilah kita asal cap cip cup aja deh, mampir ke warung-warung yang keliatan nya ngejual pork.. Jangan berharap pelayan-pelayan di sini ramah yeee.. siap-siap aja dilayani dengan muka judes bin ketus.. (sumpaah saya gak suka Hongkong!!)

Babi panggang dan bebek panggang sudah tersedia, siap untuk disantap.. Di dalam otak sudah terbayang-bayang nikmatnya tuh daging babi sama bebek… Tapi lagi-lagi kami kecewa sodara-sodara… Masakannya jauh dari standar ekspektasi kami.. tidak terlalu sedap, untungnya yang saya pesan itu pork, yang ibaratnya mau diapain aja juga udah pasti enak.. Tapi si kangmas pesen bebek, blaahhh bebeknya ga enak, keras, dan bumbu nya aneh.. Walau begitu, tetap saja kami habiskan semuanya dengan lahap karena kami laper berat dan ga mau rugi! 😛

PhotoGrid_1446091410085

Well, selesai makan langsung deh bawaan nya pengen balik ke hotel kita nan imut ituuu.. capek bangetttt.. sepanjang perjalanan menuju Stasiun Mongkok banyak yang jual souvenir buat oleh-oleh.. Dasar cewe, walaupun udah pegel bin capek, tetep aja masih punya sedikit tenaga buat nawar! Alhasil harusnya udah bisa langsung cuss naik kereta, kita masih ngiterin satu blok lagi buat nyari oleh-oleh.. 😀
Well, at least today menyenangkaaaan.. Time for sleep, kumpulin tenaga lagi buat besok, masih ada setengah hari sebelum cusss back to Indonesia tercintaaaa…

Cheeriiioooo,

 

~desialto~

Read Full Post »

Bed hotel yang sangat nyaman membuat kami terlelap setelah perjalanan mengelilingi setengah kota Melaka yang begitu melelahkan.. Begitu terbangun, benda pertama yang dicari ya henpon laah, mau liat udah jam berapa.. daaan oemjiii, udah jam tujuh pagi.. Perbedaan waktu antara Melaka dan Jakarta adalah satu jam. Langsung deh bergegas ngumpulin nyawa, mandi, terus dandan yang cakeuuppp, kan mau photosession hari ini…

Karena breakfast di hotel hanya untuk 1 orang saja, jadilah saya suruh si kangmas breakfast aja sambil nungguin saya yang masih asik nempelin bulu mata cetaarr! Kangmas selesai breakfast, saya pun sudah ready.. cuss langsung lah kita berangkat.. kali ini saya pake sendal jepit, karena kemaren pegeul pake sepatu wedges.. hahahahhaaa..

Hari ini agendanya photosession, nyobain Nyonya Chang yang terkenal enak nya ituu di East & West Rendezvous Resto, terus ke heritage museum Baba & Nyonya.. Sebelum photosession saya mampir ke East & West Rendezvous dulu, karena konon Nyonya Chang mereka yang terkenal itu bakalan sold out kalo udah siang saking laris nya.. Apa sih Nyonya Chang?? Nih, langsung aja liat gambarnya..

ini dia penampakan si Nyonya Chang Dumpling

ini dia penampakan si Nyonya Chang Dumpling

Yaaak, kalo di Jakarta, ini disebutnya bacang.. Panganan yang terbuat dari beras ketan dan berisi daging non halal nan yummy ini dijual seharga RM 7 / pc.. Mahaaaal bangettt yessss!!! Tapiii rasanyaaa enaaaak tenan.. pengen nambah lagi tapiii ya sudahlah.. siapkan perut untuk cobain street food Melaka yang lain.. Nyonya Chang ini warna nya unik yaaa.. beras ketannya duo color.. putih dan biru.. konon warna biru nya itu dibuat dari pewarna alami, yaitu dari butterfly pea flower.. Nah, disini saya juga pesen si Cendol, dan berharap Cendol disini lebih fantastis dibanding Cendol di Jonker 88..

Ini dia penampakan Cendol by East & West Rendezvous

Ini dia penampakan Cendol by East & West Rendezvous

Dari penampakannya bisa terlihat kalau si Cendol ini sarat dengan es serut dan minim gula melaka.. dan sudah bisa dibayangkan, rasanya blaaahhhhh, ga enak blaasss! Bahkan lebih mengecewakan dibanding Cendol di Jonker 88. Gula Melaka aka gula merah nya kurang banyak.. Jadi nya cendol nya hambar, kurang manis.. Yeaah, tapi setidaknya Nyonya Chang nya tidak mengecewakan..

At East & West Rendezvous - Melaka

At East & West Rendezvous – Melaka

Sembari jalan mau photosession, eh ngeliat orang Indiahe jualan coconut semangat nan berisik banget.. jadi penasaran deh buat nyicipin.. Padahal si kangmas baru nanya harga berapa harga si coconut, eh udah langsung dibukain tuh kelapa.. jiah.. mau ga mau terpaksa beli deh.. T_____T! Seger sih kelapa nyaa.. tapi ya nothing special.. sama aja kayak kelapa di Indo..

si Coconut seharga RM 4

si Coconut seharga RM 4

Perut sudah terisi, jadi semangat deh buat photosession.. Di sepanjang Jonker street ini banyak sekali spot-spot yang unik yang bisa dijadikan background untuk photo.. Nah, ini beberapa contohnyaa.. Jadi tuh ada satu gang yang tembok nya dipenuhi grafiti rainbow begini.. langsung deeehh pose!

PhotoGrid_1437298360643

Whatever the weather is, always bring your own sunshine!

Terus ada pintu-pintu klasik macam ini..

PhotoGrid_1437297785294

Ini menyusuri jalan-jalan sempit di kota Melaka..

PhotoGrid_1437364231544

Baguss kaan foto-foto nyaa.. Nah, ini dia sang photographer di balik layar…

PhotoGrid_1437355066581

Ribet dah tuh setting nyaa.. Saya mah siap pose ajaa!

PhotoGrid_1437355243342

Tourist banget yaa gaya nyaa..

Puas foto-foto, kami melanjutkan agenda menuju Baba&Nyonya Museum..Eeeh sepanjang perjalanan, nemu rumah-rumah lucu, typical rumah khas Melaka.. okeh, pose dulu deeehh!

PhotoGrid_1437355343209

dengan sendal jepit andalan nan nyaman!

Di Tripadvisor, Baba&Nyonya Museum ini got 1st ranked loh.. makanya kita penasaran banget, dan kalau belum ke Museum ini, rasanya belum ke Melaka deh.. heehehhe.. Untunglah kita sampai disana 15 menit sebelum pertunjukan dimulai.. Jadi tour ke dalam Museum ini adalah guided tour.. setiap batch nya dibatasi up to 30 persons dengan durasi tour sekitar 45 menit.. Harga tiket masuknya adalah RM 16/person. Kami pun mengantri untuk next batch yang dimulai pukul 11.00 siang.

10 menit sebelum tour dimulai, ada petugas wanita, yang ternyata adalah tour guide kami. Namanya Christina.. Tugasnya sepertinya all in one. Di pintu masuk, dia yang bertugas collect the money from visitors, lalu dia juga yang akan menjadi tour guide, kemudian di akhir tour dia juga yang menjadi kasir di toko souvenir.. Selesai membayar, kami dipersilahkan masuk ke dalam. Ruang pertama yang tempat kami berkumpul adalah satu-satunya ruangan dimana kami boleh memotret.. Sayang sekali yaa.. padahal pengen banget capturing lokasi-lokasi yang lain..

Baba & Nyonya Museum - Melaka

Baba & Nyonya Museum – Melaka

Kami diajak berkeliling mulai dari sisi luar seperti ruang untuk menerima tamu, ruang untuk minum teh, kamar tidur, ruang makan, ruang bermain mahyong, ruang bermain musik, kamar pengantin, dapur, hingga kamar mandi.. Ada yang menarik perhatian saya, yaitu ketika memasuki ruang makan.. Di situ dipajang piring-piring dan mangkok keramik nan cantik.. huaaaaaaa…. baguuusss baguss banget… dan dijamin antik! Betah deh ngeliatin nya! Ada juga ruangan yang agak horor, yaitu ruangan tempat musik.. entah mungkin hanya perasaan saya saja.. Tak terasa kami sudah mengitari seluruh ruangan yang ada di rumah tersebut.. Di akhir tour, kami diberi cinderamata dan juga air minum.. Oiya, Baba&Nyonya Museum ini juga punya cafe loh.. Jadi kalo kita laper bisa langsung pesen makan disini.. selain cafe, mereka juga punya tempat penginapan.. baguss deh.. cuma yaaa ada harga ada rupa.. mulai dari 2.1jt aja per malam sist! 😛

Hari sudah siang dan perut sudah mulai protes lagi.. manalah tadi pagi cuma nyemil si nyonya chang satu biji karena ga boleh nambah sama si kangmas… *huhuhu.. Awalnya kita mau ke Calanthe Art Cafe, tapi kok udah menyusuri jalan yang sama sampe 2x ga ketemu juga.. fiuuuh padahal nih kaki udah mulai pegel lagi.. hehehe.. Akhirnya kepengen ke The Baboon House yang specialty nya burger.. tapi begitu tiba disana ternyata waitlist, dan di dalam tidak boleh taking photos.. ooeemmjiii, secara kita disana mau photo-photo.. Karena penasaran, saya tanya kenapa ga boleh, ternyata karena di dalam sana ada Gallery Art.. okelah, we understood, tapi toh akhirnya memutuskan ga jadi makan disana.. Kita jadi nya cari makanan non-halal lagi, dan langsung asal milih aja, ngeliat antiran yang panjang dimana.. hehehe..

Sampailah di satu resto yang antrian nya panjang.. eh udah capek-capek ngantri ga tau nya kita di reject karena cuma berdua.. *iih nolak rejeki banget.. mereka punya rules, minimum 4 orang kalo makan disitu.. ya sudahlah kita pindah tempat persis di sebelahnya, Baba Fred Resto.. disini pelayan nya cekatan dan ramah.. Oiya, disini juga jual buah potong yang yummmyyyy banget! Saya nyoba beli mangga disini, eh ketagihan.. sampe beli 3x.. hahahahhaa.. Lumayan deh makan mangga sambil ngantri..

Ini dia si fresh mango yang superrr yummmyyy!!

Ini dia si fresh mango yang superrr yummmyyy dengan taburan plum powder..!

Kita ngantri ga begitu lama kok, begitu duduk langsung pelayan nya dateng nganterin menu.. pokoknya pelayan disini ga ada yang leha-leha deh.. semua nya cekatan.. salut deh.. Untuk menu makan siang kita pesen Char Siew Pork, Capcay, Steam Rice sama Chicken Rice Ball.. well babi nya enaak! tapi cap cay nya ga enak.. terpaksa dihabisin karena kelaperan ajah.. ahhahaa.. harganya sih cukup mahal yaaa.. 200rb untuk 2 orang cuma dengan 2 menu itu ajah.. T_________T

At Baba Fred Resto

At Baba Fred Resto

Kenyang lunchie, rasanya pengen balik ke hotel.. karena super geraah, badan lengket keringetan, rasanya pengen mandi.. Trus kaki kram pegeul pisaan dari pagi rasanya pengen rebahan dulu sambil bobo siang.. Okelah selesai makan balik lagi ke hotel untuk istirahat..

Selesai istirahat, kami pun kembali lagi ke Jonker street untuk cari makan malam.. Tadi nya kita mau makan Tandoori Chicken and Naan Rice, tapi sayang nya resto nya masih tutup karena masih hari raya.. Jadilah kita tanpa tujuan dan asal aja pilih resto yang keliatannya rame dari luar.. tibalah kita di semacam food court pinggir jalan yang menjual macam-macam menu.. Kita pun order Oyster Omellette, Siomay, dan Nasi campur pork and duck.. Rasanya lumayan laaah.. hehhehee.. Nah, inilah summary makanan yang masuk  ke perut kita dari pagi hingga malam hari ini di Day-2 Melaka Trip (dari kiri ke kanan) :

1. Pork Char Siew

2. Chicken Rice Ball

3. Nyonya Chan Dumpling

4. Nyonya Cendol

5. Sate Celup

6. Oyster Omellette

7. Nasi Campur Bebek & Babi

8. Siomay

PhotoGrid_1437277359378

Itu belum termasuk jajanan pinggir jalan seperti dragon fruit ice cream, buah guava, kuotie babi, dll.. okelah bye-bye diet.. 😀

Esoknya kami mengambil penerbangan siang hari untuk kembali ke Jakarta.. Hari itu suasana kota Melaka masih lengang.. Jadi ga ketemu macet sama sekali ketika menuju bandara. Namun sesampainya di airport, tak berapa lama hujan datang deras sekali.. Syukurlah flight nya on time.. Hari itu hanya ada 3x penerbangan yang beroperasi di bandara ini.. Sembari menunggu saya nyobain massage chair, terus beli kit kat ice cream ini deh.. Yummy 😀

Well, see you kota Melaka.. Thanks for such good times when we were there.. 🙂

Ice cream Kit Kat :D

Ice cream Kit Kat 😀

Xoxo,

/desialto

 

 

Read Full Post »

Melaka atau Melacca adalah sebuah kota tua yang dulunya pernah dijajah oleh tiga negara, yaitu Portugis, Belanda dan Inggris. “Malacca is a place where many culture meets”. Kota ini dahulu merupakan ibukota Kesultanan Melaka dan pusat peradaban Melayu pada abad ke 15 dan 16. Kota ini memiliki arsitektur gedung-gedung yang sangat menarik karena ketiga gaya arsitektur negara bekas penjajah nya. Di kota Melaka pula lahir budaya “Peranakan” yaitu percampuran kebudayaan Cina dengan Melayu, Indonesia bahkan Thailand. Disini saya akan berbagi cerita holiday trip saya selama 3D 2N di Melaka.. Enjoy! 🙂

Kamis, 17 Juli 2015

Bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, kami memulai trip kami ke Melaka. Kenapa pas di hari-H Idul Fitri? Yup, karena harga tiketnya jauh lebih murah. Dan trip ini pun baru kami rencanakan sebulan yang lalu. Penerbangan menuju Melaka kami pilih melalui Pekanbaru karena harga tiket nya lebih murah dengan maskapai Malindo Air.

Jakarta - Pekanbaru by GA on Eid Day

Jakarta – Pekanbaru by GA on Eid Day

All my bags are packed, I'm ready to go..

All my bags are packed, I’m ready to go..

Tiba di Pekanbaru, kami langsung boarding untuk melanjutkan perjalanan. Suasana di Bandara sangat sepi, dan jumlah penumpang menuju Melaka hanya sedikit.

Waiting room yang super sepi.. :D

Waiting room yang super sepi.. 😀

Bangku di pesawat pun tidak penuh terisi. Perjalanan Pekanbaru – Melaka hanya ditempuh sekitar 1 jam. Pesawat nya pun yang jenis ATR pake baling-baling. Sepanjang perjalanan ga berani lepas seat belt deh.. Snack pun tidak jadi dibagikan karena cuaca yang kurang mendukung.

Naik pesawat ATR by Malindo Air

Naik pesawat ATR by Malindo Air

Dan tibalah kami di Lapangan Terbang Antarabangsa Melaka. First impression saya, Bandara ini kecil banget.. *ya iyalaaah.. Terus yaa, petugas Bandara nya galak amat sih, masa saya mau ambil foto di depan tulisan ini aja DILARANG loh.. tapi ya dasar saya nekat ajaaa, pose sekenanya, dan si kangmas buru-buru ambil foto pake handphone nya.. Petugas imigrasi nya cukup ramah, ditanya berapa hari di Melaka, dan mau ngapain.. *ya mau liburan lah.. masa mau jadi tekawe.. T_T

PhotoGrid_1437116099199

Selesai dari imigrasi, kami menuju taxi counter.. Taxi fare dari Airport ke Melaka Sentral (kebetulan hotel kami berlokasi di Melaka Sentral), tarif normal nya adalah RM 40, tapi karena hari itu Eid Day, tarifnya menjadi RM 50.  Oke sajalah, karena tidak ada pilihan lain. T_____T

Arriving at Melaka Airport

Arriving at Melaka Airport

First impression ketika taksi nya dateng, OMG! Jelek amat taksinya.. Driver nya ras India, tapi baik sih.. tapi nyupir nya ampun deh, ngebuuut banget, bikin pusing kepala.. udah gitu AC di dalem dipasang maximum gitu bikin sakit kepala.. Duh.. ga banget deh.. tapi ya sudahlah, yang penting nyampe ke hotel..

Taxi fare RM 50 dari Airport Melaka ke Melaka Sentral

Taxi fare RM 50 dari Airport Melaka ke Melaka Sentral

Jarak dari Airport ke Balik Pulau Hotel kurang lebih 30 menit. Kami pun tiba di Hotel dan syukurlah ga pake nyasar.. Akhirnya saya bisa dapat good impression dari kota Melaka setelah lihat hotel ini.. Walaupun budget hotel, hotel ini punya lobby yang legaaaa, terus super clean.. kamarnya bersih banget, kamar mandi nya juga wangi.. Mereka pake pewangi alami dari daun pandan dan bunga melati *memang agak horor sih kalo di Indo, untung tidur sama si kangmas.. hehehe.. Bantal nya juga nyaman, bantal dari latex, si kangmas sukses tidur dengan nyenyak deh.. Yang agak aneh sama hotel ini adalah, mereka cuma ngasih free breakfast untuk 1 orang, dan untuk additional nya dikenakan charge RM 18/ person. Breakfast nya biasa banget sih, typical asian breakfast, rasanya juga so so lah.. Dan hotel ini juga minta deposit RM 100 *banyaak amat siiih, kan bisa dipake buat shopping ituuuhhhh.. mulai nyebelin lagi deh Melaka..

Balik Pulau Hotel - Superior Room *pic courtesy of Balik Pulau Hotel

Balik Pulau Hotel – Superior Room *pic courtesy of Balik Pulau Hotel

Well, tanpa berlama-lama, selesai check-in dan taruh koper, kami bergegas deh memulai trip muterin kota Melaka yang dijadikan salah satu World Heritage oleh UNESCO. Untungnya lokasi hotel kami berdekatan dengan area wisata kota Melaka ini dan bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki.. Tapi gempor juga sih, dalam sehari kami bisa berjalan kaki hingga 20ribu langkah.. padahal kalo day to day palingan saya jalan kaki cuma 3rb langkah.. *fiuuuhhh, lumayan itung-itung bakar kalori satu mangkok laksa.. 😀

Perhentian pertama kami adalah Flora de la Mar.. Namanya Portugis banget yaa, maklum dulu kan kota Melaka ini dijajah sama bangsa Portugis. Kami ga masuk ke dalam museum nya sih, hanya ambil foto aja di depan museum yang berbentuk replika kapal gede ini..

In front of Flora de la Mar

In front of Flora de la Mar

At Flora de La Mar

At Flora de La Mar

Perhentian selanjutnya adalah Sungai Melaka (Melaka River).. Sekilas tidak ada yang istimewa dari sungai ini.. warna airnya kecoklatan, tapi cukup bersih, walaupun tetap saja berbau amis.. T__T

In front of Melaka River (2)

In front of Melaka River

Posing in front of Melaka River

In front of Melaka River (2)

Kami pun melanjutkan perjalanan menyusuri sungai ini dan tibalah kami di Dutch Square atau Red Square, disebut begitu karena semua bangunan di kawasan ini dicat dengan warna red-terracota.. Sebelumnya di bawah pemerintahan Belanda seluruh bangunan ini dicat dengan warna putih, namun ketika Inggris menduduki wilayah Melaka, bangunan ini dicat dengan warna merah terakota.

Di sekeliling Dutch Square ini terdapat beberapa bangunan, yaitu The Stadthuys, Christ Church dan Tang Beng Swee Clock Tower. Sayang nya karena hari itu padat sekali, saya tidak sempat untuk memasuki satu per satu bangunan tersebut. Saya melanjutkan perjalanan untuk menuju St. Paul’s Hill.

The Dutch Square / Red Square

The Dutch Square / Red Square

Untuk mencapai St. Paul’s Hills atau Bukit St. Paul, kami harus menapaki anak tangga yang cukup banyak.. Begitu sampai di puncak, rasa lelah pun terbayar dengan pemandangan yang sangat cantik dari kotal Melaka.  Patung yang kami lihat disana adalah patung dari St. Fransiscus Xavier. Kami pun tidak melewatkan kesempatan untuk berpose di depan patung ini..

St. Paul's Hill

St. Paul’s Hill

Di area ini pula terdapat reruntuhan gereja St. Peter’s Church. Di dalam gereja ini juga terdapat batu-batu nisan dari para bangsawan-bangsawan Inggris dan Portugis yang dimakamkan disitu. Saya pun mencoba membayangkan bagaimana cantiknya gereja ini pada saat itu, terletak di atas bukit dengan suasana yang syahdu dan damai.. Namun sayang nya gereja ini dibom oleh Belanda dan porak-poranda..

Ruins of St. Paul's Church

Ruins of St. Paul’s Church

Selesai berputar mengitari area St. Paul’s Hill, kami pun siap turun bukit dan tak lupa membeli minuman isotonik pelepas dahaga, brand nya 100 (bikin penasaran untuk nyobain, habis dimana-mana saya melihat logo ini). Satu kaleng nya RM 2.5, mau beli satu aja, tapi abang nya ga ada kembalian, jadi yo wes lah beli 2 kaleng sekalian..

Fiuuuh, kaki rasanya udah mau patah.. padahl baru setengah jalan mengelilingi kota Melaka.. Akhirnya kami memutuskan untuk  kembali ke hotel untuk beristirahat. Sebelum kembali ke hotel, kami mampir untuk makan malam. Pilihan kami pun pada Jonker 88. Kami penasaran ingin mencicipi Laksa dan Cendol mereka yang mendapatkan review sangat  baik di tripadvisor.

Akhirnya ketemu juga si Jonker 88! Masuk ke dalam dan untungnya antrian tidak terlalu panjang, tapi cukup susah dapetin bangku yang kosong.. Akhirnya saya kebagian tugas nyariin bangku dan si kangmas yang order makanan nya.. Lumayan lama juga sih nunggu, sekitar 20 menit baru lah si kangmas selesai order sambil membawa semangkuk laksa dan cendol.

Sayang sekali kami tidak sempat mengabadikan laksa tersebut, karena udah keburu lapar dan haus.. Dan bagaimana rasanya?? Well, menurut saya Laksa nya juaraaaa! enaaak bangett! kuahnya itu loh sedeeeepp bangetttt.. bahkan pas isi laksa nya udah abis, saya tetep aja tuh nyeruput kuahnya si laksa… Tetapi too bad buat cendolnya.. ga enak blassss… masih enakan dawet ayu or cendol elisabeth yang ada di Bandung.. cendol disini tuh ga fresh.. mereka sudah beli cendol yang ready, trus gula merah nya kurang banyak, kebanyakan es serut nya doang.. aaah pokoknya kecewa deh, masih cinta sama cendol Indonesia!

Selesai makan malam, saya rasanya pengen langsung ke hotel aja deh.. tapi ngebayangin perjalanan menuju hotel yang jauh banget, plus mesti kudu harus jalan kaki, rasanya kok udah lemes duluan.. alhasil kita jalan nya pelan-pelan, berhenti sedikit-sedikit karena saya beneran gag kuat, trus sambil nyemilin si buah guava deh.. Fiuuh, ga terasa akhirnya nyampe juga di hotel.. Dan berakhirlah perjalanan Day I kami di Melaka.. Besok kami akan melanjutkan perjalanan kami untuk explore Melaka.. I will post it later.. 😀

 

Cheers,

/desialto

Read Full Post »

Pagi itu kami membuka mata di… yup, Paris! hihihihiiii… Jam 6 pagi kami sudah bangun, mandi, dan bersiap-siap.. Kalau boleh jujur sih, saya pengen banget mengunjungi Istana Versailles.. tapi dengan pertimbangan kalau Versailles itu di pinggiran kota Paris, dan kalau ke sana akan memakan waktu seharian, jadi saya urungkan niat itu.. Mungkin nanti kalau ada kesempatan ketiga saya berkunjung kembali ke kota ini.. hehee.. Karena keterbatasan budget, kami pilih hotel tanpa breakfast.. jadilah kami sarapan mie gelas.. aaahahhaa.. untungnya pihak hotel berbaik hati memberikan air panas mendidih buat kami untuk menyeduh mie gelas.. 

Rute kami hari itu standard nya tour kalo ke Paris.. tapi yang menyenangkan adalah, karena kita jalan sendiri, ga pake tour, jadi kami bebas menentukan sesuka hati kemana kaki ini mau melangkah.. 😛

Tujuan pertama kami adalah Arc de Triomphe.. Bangunan di tengah – tengah kota yang bisa dilihat dari 8 sudut kota.. untuk bisa mendapatkan foto yang oke, kita harus berdiri di tengah-tengah jalanan dengan lalu lintas dua arah.. Dan kami nekat dooong, demi mendapatkan hasil foto yang bagus.. hehee..

Camera 360

We are here.. Arc de Triomphe..

Kami melanjutkan berjalan kaki melintasi Champ d’Ellyses yang terkenal itu.. sepanjang jalan di kiri kanan berjejer rapi toko – toko dari brand – brand ternama.. sebut sama Louis Vuitton, ZARA, Swatch, Sephora, Haagen Dazs, Laduree, dll..

Camera 360 Camera 360

ZARA @Champ d'Ellyses

ZARA @Champ d’Ellyses

Camera 360

Sephora @Champ d’Ellyses

Camera 360

Laduree @Champ d’Ellyses

Kami melanjutkan perjalanan menuju Obelisk dan Grand Palais..

Grand Palais

Grand Palais

Selesai dari situ, kami naik Metro menuju Musee du Louvre..

Musee du Louvre

Musee du Louvre

Photosession @ Louvre

Photosession @ Louvre

Love you so much, my dear husband..

Love you so much, my dear husband..

Selesai dari Musee du Louvre kami melanjutkan perjalanan menuju si jembatan cinta, Pont des Art.. Saya sudah menyiapkan gembok yang dibeli di Jakarta.. biar hemat.. hehe.. 😀

Je t'aime, mon mari..

Je t’aime, mon mari..

Sepanjang jalan Pont des Art ini ada kakek tua yang memainkan akordion.. duuuh, romantis ciamik bangetttt suasana nyaa.. rasa nya ingin berlama-lama disini sambil menikmati senja Sungai Seine.. Tapi kami harus melanjutkan perjalanan menuju Notre Dame.. Tadi nya kami mau naik metro saja, tapi kata kangmas deket kok kalau jalan kaki.. yo wisss, tapi ternyata gempor juga euy jalan dari Louvre ke Notre Dame.. 

Notre Dame

Notre Dame

It's Notre Dame

It’s Notre Dame

Selepas dari Notre Dame, kami langsung buru – buru ke Eifell untuk mengejar lampu kerlap kerlip nya Eifell yang cuma ada tiap menjelang senja.. Dan memang kami sengaja menaruh Eifell di penghujung hari, karena Eifell lebih romantis apabila dilihat di malam hari.. Trust me!

You mean more than anything to me, yes you do!

Eifell and us.. ❤

Dan begitulah, Tuhan mengabulkan doa saya.. untuk bisa kembali lagi mengunjungi kota ini dengan sang kekasih hati.. Thanks Jesus.. I love You, Jesus..

Cheers,

Regina Desi

 

Read Full Post »

Setiba nya di Charles de Gaulle, langsung deh jadi fakir wifi, biar bisa update di Path.. hahahaaa… *iyah, Path and any other socmed emang buat pamer.. 😛 Biarkan si kangmas sibuk dengan si tablet yang baru ketemu untuk cari info gimana cara nya menuju ke hotel kita di Paris dari Airport.. Untunglah suami saya ini biarpun ceroboh tapi pinter.. ahahhaaa.. Saya serahkan semua urusan transportasi sama dia.. Si kangmas udah sibuk di depan vending machine untuk beli tiket RER B.. Saya keliling mau cari toko yang jual minuman.. setelah ketemu toko nya, eeeh kok saya ga rela ngeluarin Euro saya buat beli minuman yang harga nya Eur 5 alias 75rb hanya untuk sebotol kecil air mineral.. duhh saya tahan aja deh dahaga ini.. maklum turis pelit  hemat .. 😛

Ticket t+ sudah di tangan, sekarang tinggal mencari platform yang dituju, dari Charles de Gaulle Aeroport menuju Gare du Nord.. sekali lagi saya serahkan sama si kangmas deh dalam urusan baca membaca peta.. hohoho.. Ga berapa lama, datanglah si RER, untungnya kosong, dan dapet tempat duduk… *ya jangan dibandingin sama KRL Ekonomi sini lah yaaaa..

Paris menyambut kami dengan gemericik hujan kecil.. Seketika hawa dingin menyergap.. Yah, karena saat itu sudah mulai masuk musim gugur.. sejauh mata memandang, pohon-pohon mulai nampak meranggas dan menggugurkan daun nya.. pemandangan yang cantik dan romantis buat saya.. Tapi dingin yang tidak bisa saya tahan, maklum, saya lahir dan besar di negara tropis. Cuaca yang terlalu dingin bisa seketika membuat hidung saya merah..

Setelah 45 menit, tibalah kami di Gare du Nord.. yup.. Gare du Nord yang selama ini hanya saya lihat dan sebut-sebut di tempat saya kursus bahasa Perancis, salah satu stasiun terbesar dan tersibuk di kota Paris. Pada kunjungan pertama saya ke Paris tahun lalu, saya belum sempat singgah di Gare du Nord ini.. Banyak platform disini, dan banyak metro line yang terhubung ke sini.

Hotel yang kami pilih untuk stay di Paris adalah hotel bintang ** Garden St. Martin di 35 Rue Yves Toudic, Paris.. ulasan lengkap tentang hotel nya ada disini.. Untuk menuju ke hotel ini, kami harus naik metro line 5 arah ke Place d’Italie dan turun di Metro Jacques Bonsergent.. Letak hotel ini cukup strategis, tidak terlalu jauh dari metro.. Dengan mudah kami menemukan nya.. sambil menarik 2 koper besar ditemani rintihan hujan dan dingin nya angin.. memori yang ga bakal saya lupain deh.. sambil ngetik cerita ini saja, memori tersebut sudah datang menyergap kembali.. 😀

Selesai check-in, kami pun beristirahat sebentar.. yakk sebentar aja yaah, ga pake lama, karena udah ga sabar untuk get lost.. ahahahaa.. walaupun kaki masih senut-senut, dan hidung masih merah, tapi yaa paksain ajaaa.. hello, kita ini lagi di Paris loooh, masa mau tiduran aja di kamar hotel??  Bergegas deh kami ganti busana, pake coat ZARA baru yang kemaren dibeli di Spanyol (kalo di Indonesia saya mah ga bakalan beli ZARA, secara mahal bangettt!)

Lokasi pertama yang saya tuju pasti nya : Sacre Coeur.. kenapa? Ya karena saya merasa Tuhan Yesus sudah sangat baik kepada saya, sehingga Ia mengabulkan doa saya, untuk kembali lagi ke Paris.. Saya pernah berjanji dan berdoa di Sacre Coeur, bahwa suatu saat saya akan kembali lagi dengan orang yang saya cintai.. Yaaa, dan disini lah saya sekarang, di Sacre Coeur, dengan si kangmas, my lovely husband.. ❤ *di dalam Sacre Coeur tidak diperbolehkan mengambil gambar, dan saya sangat menghormati aturan ini.. jadi tidak ada foto nya yaaa.. walaupun pengen banget foto.. hehe..

Sacre Coeur for 2nd time..

Sacre Coeur for 2nd time..

1st time for him..

1st time for him..

Saya punya pengalaman batin khusus ketika berdoa di Sacre Coeur ini.. Rasanya Tuhan tuh sayaaang sekali ya sama saya.. hikss.. I love You, Jesus.. ❤ Spirit nya berasa bangetttt disini, seolah Tuhan menyapa saya langsung.. I will always remember it..

Tahun lalu ketika kesini, saya berniat untuk membeli kalung rosario untuk pemberkatan pernikahan saya.. tapi yaaa karena mahal bangettt yaaa, jadi saya urungkan niat, eh terus nyesel kenapa ga beli aja.. kali ini saya masuk lagi ke toko yang sama, niat nya sih pengen beli kalung rosario itu lagi, sambil nunjukkin ke kangmas, ini loh kalung rosario yang waktu itu saya ceritain, dan hampir saya beli tapi ga jadi.. Daaaan tetep aja dong, akhirnya ga jadi beli kalung rosario itu.. ahhahahaa.. haduuh nasib gaji masih rupiah begini deeeehh.. hehehee..

Puas berkeliling Sacre Coeur, kami melanjutkan perjalanan menuju Montmartre.. Yaah, Montmartre memang selalu memanjakan hati.. Hujan rintik belum juga reda.. kami terpaksa membuka payung, khususnya sih payungnya buat saya yang gampang banget terserang flu kalo kena hujan.. Kami menyusuri Montmarte, berjalan di atas cobbled-stone nya itu.. di kanan kiri tampak bangunan-bangunan vintage dari cafe – cafe.. Kali itu saya tidak  menemukan pelukis pelukis jalanan yang biasa nya ada disitu.. karena hari hujan.. ouch sayang sekali.. karena perut lapar dan matahari juga sudah mulai terbenam, kami pun harus segera memutuskan mau makan malam di mana..

Montmartre <3

Montmartre ❤

Montmartre..

Montmartre..

Selfie selfie.. belom ada tongsis.. :P

Selfie selfie.. belom ada tongsis.. 😛

Beautiful scenery..

Beautiful scenery of Montmartre..

Kami berputar-berputar keliling Resto dan akhirnya menemukan satu resto yang terlihat cukup nyaman, dengan pemanas di atas nya, jadi walaupun kami duduk di luar, kami tetap hangat.. kami makan malam di Le Chinon.. menu yang kami pesan Poullet et Pomme de terre, dan tak lupa segelas wine.. Wine Perancis memang tidak pernah mengecewakan.. selalu enak untuk ukuran lidah bukan penggermar wine seperti saya ini..

Cheers, mon amour..

Cheers, mon amour..

Bon appetite!

Bon appetite!

Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Moulin Rouge.. Di kiri kanan banyak toko-toko, mulai dari jual baju hangat sampai boots.. Karena sepatu crocs saya sangat tidak bersahabat di cuaca yang super dingin ini, saya memutuskan untuk mencari boots yang sesuai dengan kantong saya.. Sebetul nya saya udah nyari boots mulai dari di Zarautz, San Sebastian, Barcelona, cuma belom ada yang cocok (harganya… *hehehe) . Dan akhirnya jodoh boots saya emang ada di Paris.. setujulah si kangmas untuk beliin saya boots yang kalo di rupiahin seharga 600rb-an.. dooh mahal amat sih nih boots.. tapi yaaa gimana lagi.. daripada telapak kaki saya beku.. ahahahaa..

Langsung deh itu boots saya pake menyusuri jalan Pigalle untuk sampai ke Moulin Rouge.. Ini adalah kali kedua saya ke Moulin Rouge, walaupun cuma mampir untuk photo stop aja, ga pernah masuk ke dalem nyaa..

Moulin Rouge, voulez vous?

Moulin Rouge, voulez vous?

Tak lupa saya mampir ke Monoprix, semacam toserba untuk beli sabun kesukaan saya.. hahaha.. harganya lebih murah di sini.. Saya pernah lihat di Ranch Market, harga nya 2x lipaattt.. Sabun kesukaan saya ini brand nya Cottage, yang wangi nya vanilla lait aka milk vanilla.. Selesai belanja di Monoprix, kami pun bergegas pulang kembali menuju hotel untuk beristirahat.. Tak lupa juga, sebelum sampai ke hotel, kami mampir ke satu warung, untuk beli Evian, air mineral yang kalo di Indonesia harga nya selangit, tapi kalo di Paris mah si Evian itu macam VIT kali yakk.. oiya, lebih murah beli air mineral di warung begini, ketimbang beli di dalam Metro.. 😀

Cheers,

Regina Desi

Read Full Post »

Older Posts »

the.beauty. secret.of.desi

the secret, power of mind, and financial freedom