Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Family’ Category

Kali ini saya akan berbagi pengalaman merasakan bertransformasi menjadi Maiko.

Apa itu Maiko? Maiko adalah calon geiko atau seniman perempuan yang mengabdikan hidupnya untuk kebudayaan Jepang dengan hidup melajang. Adapun Geiko adalah sebutan khas untuk para perempuan pengabdi kebudayaan asal Kyoto. Di luar Kyoto, mereka disebut dengan Geisha.

Setelah googling kesana kemari untuk mencari harga yang cocok di kantong dengan hasil memuaskan, akhirnya ketemulah sama Maiko Henshin Shiki Studio ini. Saya sempat lihat Dian Sastro, Andien, BCL foto disini dan hasilnya bagus baguuuss.. Tapi ada harga ada rupa yaa.. Harga aslinyaa muaahaaall bangeett.. Tapi pucuk dicinta ulam tiba, ternyata studio ini lagi bikin program campaign dalam rangka opening new shop mereka.. promo nya discount 50%! Wow, jadi berapa yen? nih, langsung aja mampir ke web mereka –> http://www.maiko-henshin.com

Begitu menginjakkan kaki di Kyoto, saya merasakan Japanese culture yang sangat kental.. Apalagi di daerah Ninenzaka, saya melihat banyak orang berseliweran memakai Kimono / Yukata. Tak sulit untuk menemukan Maiko Henshin Studio. Lokasi studio ini mudah ditemukan, di daerah Ninenzaka, dekat Kiyomizudera Temple.

Sebelumnya saya sudah melakukan reservasi via email. Dan begitu saya datang, saya langsung dilayani dan tidak perlu mengantri. Receptionist yang membantu kami bisa berbahasa english, namun tidak begitu lancar.. kebanyakan akhirnya pakai bahasa tubuh.. ahahha.. that’s why jadinya kita lama banget di meja receptionist.. Karena banyak sekali options yang harus kita pilih di awal, seperti pose apa yang kita inginkan, berapa kali pose, menggunakan full wig atau half wig, paket studio saja atau strolling plan, dll.

Karena saya berdua dengan kangmas, tadinya mau ambil Studio Plan untuk saya, dan Samurai Plan untuk kangmas; tapi ternyata mereka memiliki hidden plan ketika kami tiba disana. Mereka menawarkan kami Couple Plan, yang kalau dihitung ternyata lebih murah. Okelah, kita ambil Couple Plan, dapat 2 photo couple + 1 samurai + 1 maiko, jadi total dapat 4 pose; nah habis itu saya nambah lagi 2 pose @1,000 yen. Mumpung sudah disini, jadi tutup mata aja deh sama harganya.. Belum tentu dua kali lagi difoto beginian.. hehehe..

Jadi berikut paket yang saya ambil : Couple Plan (4 photos) + 2 additional photos for Maiko + Half Wig + tabi (kaus kaki) dan sudah mendapatkan soft file dalam bentuk CD-R, dan juga photo book. CD-R dan photo book nya langsung jadi dan bisa diambil begitu kita selesai melakukan pembayaran. Total payment saya 17,800 yen.

Begitu sudah deal, receptionist akan memberikan kita kunci locker dengan gantungan (biar ga ilang) dan juga keranjang yang berisi tabi, dan kimono tipis berwarna putih untuk dalaman. Kita dipersilahkan untuk melepaskan sepatu, dan berganti pakaian. Untuk make up dan hair do Maiko membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam. Untuk Samurai hanya perlu waktu 15 menit.. Ironis yaa perbedaan nyaa.. hahaha.. Jadi, kangmas boleh muter muter dulu 45 menit, nanti baru balik lagi ke Studio.

Selesai berganti pakaian, saya diantar menuju ruang rias. Nah, disini saya dirias pakai bedak tebal putih, blush pink, bibir merah tipis merona, eyeliner merah, dan alis coklat kemerahan. Selesai rias wajah, saya diantar menuju wig room. Saya mencoba wig sampai menemukan yang cocok dengan kontur kepala saya. Selesai pasang wig, saya diantar menuju ruang memilih Kimono. Ada banyak pilihan, mejikuhibiniu.. tapi saya udah ngincer Kimono ini, terinspirasi dari Andien, dan memang Kimono ini yang motifnya paling cantik menurut saya, warna nya pink pula. Kebetulan Kimono yang saya mau lagi dipakai orang.. Jadi saya mesti nunggu sekitar 10 menit.. It’s okay, saya tunggu daripada nyesel ga pake ini Kimono.. hahahaa.. Dan ternyata ga sampai 5 menit, itu Kimono udah ada.. akhirnya saya diantar menuju ke ruang untuk dipakaikan Kimono beserta assesoris nya.

Ternyata Kimono itu beraat banget yaaa.. Dan tight bangettt.. kenceeenggg bangetttt ngiketnya.. makanya mereka tidak memperbolehkan ibu hamil untuk berfoto pakai Kimono gini.. kebayang kan tuh perut nya dibebet sampe kenceeng.. duuh, saya aja sampe pengaap megap megap kayak mau kehabisan nafas.. Huhhu..

Habis pakai Kimono selesai, saya pilih assesoris rambut. Dan voila, saya sudah berubah menjadi Maiko.. Hehe.. Gimana? Cocok ga jadi Maiko?

13495324_10154266540564137_6048758939691661337_n

My transformation as Maiko

Setelah dandanan lengkap macam begini, saya diantar menuju ke studio foto yang ada di lantai bawah. Dan saya ketemu si kangmas yang takjub ngeliat muka putih semua kayak dipakein tepung.. haaahahaa.. but hello, it’s an art! Kangmas sih takutnya saya disangka Maiko beneran… hahaahhaa… Ternyata untuk si Samurai, cuma dipakein baju Samurai gitu aja, ga dibedakin, hahaha padahal kan mau difoto.. ya udah saya bedakin si kangmas dikit deh biar ga oily tuh muka..

Nah kita dikasih free time untuk foto-foto pakai kamera sendiri selama 10 menit. Langsung lah saya take pose dan kangmas jeprat-jepret pake kamera nya. 10 menit berlalu, tapi kita kok belum dipanggil untuk masuk ke dalam lagi yaa.. kayaknya petugasnya kelupaan.. hahahha.. hampir 20 menit kita dibiarin keliaran di luar foto-foto. Untungnya cuaca saat itu bagus, ga panas, tapi ga hujan juga.. Dingin sih, cuma itu Kimono tebel banget jadi bikin anget..

Akhirnya kita dijemput untuk dipanggil masuk ke dalam studio lagi, dan disana udah ada photographer nya yang siap buat taking photos. Photographer nya perempuan.. Ramah dan kooperatif sekali. Sesi foto berjalan menyenangkan.. 😀

Selesai difoto, saya kembali diantar menuju changing room, untuk melepas assesoris rambut, kimono, dan wig. Kemudian saya dibantu untuk membersihkan bedak putih di bagian punggung dan leher belakang saya. Untuk membersihkan make up, mereka sudah menyediakan peralatan yang lengkap, mulai dari kapas, milk cleanser, face tonic, bahkan shampo dan juga hair dryer.

Fiuuhh akhirnya selesai juga beberes nya, dan saya kembali diantar menuju ke tempat receptionist untuk melakukan pembayaran dan juga mengambil hasil foto. Dan hasilnya bagus sekali.. Tidak mengecewakan.. You get what you paid for.. Penasaran sama hasilnya.. Nih silahkan dilihat sendiri yaa..

10441169_10154007928329137_2338552959034606136_n

Love the details

 

1923844_10154007930529137_4995123883893181181_n

Greetings from Kyoto

12832460_10154007930824137_5455629298137157087_n

Samurai & Maiko

Well, that’s all my story.. Kalau ada yang berminat foto ala Samurai dan Maiko seperti kami, langsung aja dateng ke Maiko Henshin Shiki Studio, Kyoto.

Sayonaraaa..

Cheers,

❤ regina desi

Advertisements

Read Full Post »

Laughter is timeless, imagination has no age, and dreams are forever – Walt Disney

PhotoGrid_1445559854345

Well, hari yang ditunggu-tunggu tiba yaituuuu ke Disneyland! Yup, Disneyland yang sedari kecil cuma bisa saya lihat dari kaset video yang diputar di rumah.. 😛

And I’m Minnie’s lover! Akhirnya kesampaian juga cosplay jadi Minnie Mouse di Disneyland! Yipppieee..  *senaaang! “No one is never too old for fairytale, right?!”

Salah satu hal menarik yang bisa dilakukan di Disneyland Resort adalah breakfast dengan ditemani karakter-karakter sang tokoh Disney. Sebut saja Mickey&Minnie, Donald&Daisy, Goofy, Chip&Dale, and so on.. Nah, saya kepengen bangetttt bisa merasakan breakfast and foto bareng si Mickey&Minnie..

Nah, gimana sih supaya bisa breakfast di Disneyland Hotel dengan murah bin mursidah??

Here are the stories..

Di dalam Disneyland Resort ada 2 restaurant besar, Enchanted Garden dan Chef Mickey. Nah, saya pilih yang Chef Mickey karena selain harga nya lebih murah, durasi untuk menikmati breakfast nya lebih panjang, yaitu dari pukul 07.30 – 11.00, sedangkan kalau di Enchanted Garden akan dibagi menjadi 2 seating session, saking larisnya tuh restoran. 1st session di pukul 07.00 – 08.30 , dan 2nd session di pukul 09.00 – 10.30. Awalnya saya juga lebih tertarik ke Enchanted Garden, tapi karena budget terbatas dan kebetulan banget si Enchanted Garden dekorasi nya saat itu bertemakan Halloween, jadilah saya mengurungkan niat.. Oiya, buat temen-temen yang mau ke Disneyland, coba di cek yaa season nya apa.. Karena tiap-tiap season, Disneyland punya decoration themes tersendiri. Untuk rate harga breakfast nya, langsung aja check ke official website mereka yaa.. Dan kadang mereka punya promosi untuk paket breakfast, lunch, maupun dinner.. Jadi rajin-rajin check website nya yaa.. 😀

Beruntunglah saya, karena breakfast session is open for public.. Yeaay! Jadi saya ga perlu nginep di Disneyland Hollywood Hotel untuk bisa ngerasain breakfast di Chef Mickey! Hemattt budget bangettt kaaan! Well, tapi niih, karena saya bukan tamu hotel, saya harus reservasi terlebih dahulu.. And thanks God, reservasi di tanggal yang saya mau masih available.. cusss buru-buru reserved deh!

Hari yang ditunggu-tunggu tiba! Pagi-pagi benar saya sudah bangun dan siap-siap, sudah lengkap pakai baju minnie, karena mau breakfast di Disneyland Hollywood Hotel. Iyaaa, saya kepengen banget breakfast disini, rayu-rayu kangmas dan berhasil! *yeaah, I’m good lah dalam soal rayu-merayu si kangmas.. 😛

Untuk menuju Disneyland Hollywood Hotel, kita naik MRT. Kereta tujuan Disneyland Resort dibuat special, lengkap dengan ornamen Disney, baik interior maupun exterior-nya. Sampai di stasiun Disneyland Resort, kita lanjut lagi naik Bus Shuttle untuk menuju ke Disneyland Hollywood Hotel. Karena masih pagi banget, Disneyland masih tampak sepi.. celingak celinguk nyari Shuttle Bus nya.. Lihat-lihat petunjuk arah, ketemu juga deh terminal shuttle bus nya. Tapi kok kosong bener yaa.. ga ada orang juga buat ditanyain.. yang ada cuma bus-bus yang parkir.. Hmmm, ya sudahlah, kita pede aja masuk terminalnya.. Daaan bener dong, ga lama, dateng deh tuh salah satu bis yang parkir tadi nyamperin kita.. Yippieee.. shuttle bus ini sudah beroperasi dari jam 7 pagi.. lead time nya 10 menit sekali.. Jadi tiap 10  menit, berapapun jumlahnya yaaa diangkut.. Akhirnya bus segitu gede isinya cuma saya dan kangmas doang.. wkwkwkwk.. Sebelum ke Disneyland Hollywood Hotel, bus nya ini mampir dulu di Hong Kong Disneyland Hotel. Nah, disitu ada beberapa tamu yang naik ke bis untuk ke theme park nya.

PhotoGrid_1446092838919

Bis serasa milik berdua 😛

Tak lama sampailah kita di Disneyland Hollywood Hotel.. Langsung aja deh pasang tampang super pede bak tamu hotel! (confidence is the key word!) Masuk ke dalam hotel dan langsung nyari tuh restoran Chef Mickey.. Ga susah kok nyarinya, karena resto nya ada di Ground floor.. Konfirmasi reservasi sama receptionist nya, trus kita dikasih kupon untuk ditukar dengan foto bersama Chef Mickey… yeaaaayay!

Langsung saja kami diarahkan menuju table for 2 persons.. Daaan, langsung deh saya cuss nyari waffle yang bentuk Mickey iniiii.. udah paling diincer deeeh.. Saya ngambil breakfast nya pelan-pelan dan ditata cantik biar instagramable.. *hehehe.. *niat

Tampak di gambar, menu saya pagi itu : Mickey’s Waffle with Maple Syrup, Pork Buns (enaaakkk bangettt!!!, bisa ambil sepuasnya!), Mickey’s Banana Cake, a little cheese and salad bar.. Selain itu saya juga ambil Dimsum (enaaaak, banyaaak pula ngambilnya, makanya ga difoto :P) , sushi, soup, steam boat, etc.. Pokoknya makan yang banyak, karena dijamin abis ini ga bakal ada agenda makan siang.. 😛 (turis hemat pangkal kaya!)

IMG_20151022_094709

Cuteness to the max!

Sembari menikmati hidangan sarapan yang enaaak-enak ituuu, antrian foto bersama Chef Mickey pun dimulai.. Sengaja saya ngantri belakangan, malu sama anak kecil.. *hahaha.. Ketika antrian sudah mulai sepi, barulah saya berani maju untuk foto sama Chef Mickey.. GR pisan lah dibilang beautiful sama si Mickey.. hahahhahahahhahaa.. Naaah, disini kita bisa foto pake kamera sendiri, tapi tetep aja ada photographer dari  mereka.. Sangat disarankan untuk ga usah beli foto yang dicetak sama photographer official nya kalo ga mau sakit hati sama harganya.. hahaa.. Memang sih, hasil foto dari mereka lebih bagus (kayaknya sengaja banget, spot foto nya dibuat backlighted, jadi kalau kamera hp nya gak mumpuni ya ga bakal dapet foto yang OKE!). Saya pun sudah sangat puas dengan hasil foto yang diambil dari kamera HP 😀

IMG_20151022_093224

With Chef Mickey

Puas sarapan dan foto-foto, kami pun beranjak menuju Disneyland Theme Park.. Untuk menuju kesana, kita naik bis lagi.. waiting time nya sebentar kok.. karena sudah agak siang, bis terisi lebih penuh ketimbang tadi pagi-pagi buta.. 😛

And here we are.. Disneyland Hongkong..

 

PhotoGrid_1445560144325

Minnie me..

PhotoGrid_1445523432772

Regina & Radite

Kali ini kita cuma foto-foto di depan Disneyland ajaaaa.. selain hemat budget, review yang saya baca menyebutkan kalau kastil di dalam sini masih kalah cantik dibandingkan kastil di Disneyland Tokyo.. Okelaah, nanti ke Disneyland Tokyo aja yaah.. 😀

PhotoGrid_1446088764029

Disney train with its cute ornament!

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Citygate Outlet, yang konon banyak menjual branded stuff dengan harga miring.. Kenyataan nyaaa sih iiihh sami mawon  yeee.. mahal-mahal jugaaa.. dadah bubyeee.. makin gag suka sama Hongkong.. sama aja kaya Singapore.. Wisata belanja bukan saya banget lah pokoknya!

Hanya sebentar aja di Citygate, numpang beli air minum doang, karena kita akan melanjutkan perjalanan ke Ngongping Village.. Kangmas sibuk dengan peta-nya untuk cari terminal bis, saya mah nurut aja tau beres.. 😀

Ketemulah kita dengan antrian super panjang kayak uler, ya ampuunn ternyata itu antrian orang-orang yang sedang mengantri untuk naik Cable Car ke Ngong Ping..  Buset deh, kalo naik tuh Cable Car kapan nyampe nya coba?? Akhirnya kita cari alternatif lain, naik bus aja.. Pas banget begitu kita naik, bus nya langsung berangkat.. Yang suka mabok darat mending persiapan minum antimo deh, karena perjalanan nya berkelok-kelok dan abang supirnya nyetirnya ga nyantai.. kalo saya sih kemaren ketiduran sepanjang perjalanan karena ngantuk banget soalnya kan bangun nya pagi banget tadi.. 😛

PhotoGrid_1446092411060

Tujuan wisata yang paling dicari di Ngong Ping Village ini adalah The Big  Buddha, saya cuma liat dari bawah aja sih, karena nyimpen tenaga untuk mendaki bukit menuju Wisdom Path.. Membutuhkan waktu sekitar 25 menit berjalan kaki untuk mencapai the Wisdom Path, dimana kita bisa menemukan 38 buah papan tegak terbuat dari kayu yang konon berisi ayat-ayat kebajikan dari Kitab Sutra. Saya sendiri tidak dapat membaca tulisan tersebut, jadi tidak tahu makna nya. Sempat bertemu dengan seorang ibu paruh baya, yang berkata kepada saya, untuk mengelilingi ke-38 papan kayu tersebut sambil menyentuh papan tersebut, sambil menyebutkan permintaan dalam hati, konon katanya permohonan kita akan terkabul..

Puncak Wisdom Path sangatlah indah.. sejauh mata memandang hanya ada hamparan pepohonan nan hijau, kicauan burung, dan semilir angin.. What a beauty of the earth!

mtf_tQOts_211.jpg

Wisdom Path, the beauty of the Earth!

Puas berkeliling Ngong Ping, kami pun kelaparan (sudah sore ternyataaa!).. Disini agak susah cari tempat makan, jadinya kita putuskan untuk cari makan di Citygate saja.. Jadilah kita nyari bus untuk kembali ke Citygate terminal, tapi yaaa ampun, antriannya banyaaak.. hiksss.. ketika satu bus datang, langsung terisi penuh.. tapiii untung tak dapat ditolak.. ada sisa 2 seat lagi, dan karena orang-orang yang antri lain nya kebanyakan rombongan, jadilah mereka dengan senep hati merelakan seat nya itu untuk kami, bekpeker hemat budget yang cuma jalan berduaan.. 😀

Sepanjang jalan saya ketiduran karena capek, dan memang memilih tidur biar lupa sama perut yang lagi kelaperan.. *hikssss… Perjalanan 45 menit itu tak terasa, kayak sebentar banget, padahal baru ajaa mau pules tidur.. 😛

Begitu nyampe, saya liat ada toko roti rame banget di deket stasiun, okelah walaupun harganya 2x lipat daripada roti di sini, saya beli aja lah buat ganjel perut, daripada ntar maag nya kumat.. wkkwkwkw.. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke daerah Mongkok, yang terkenal dengan pasar malam nya.. Disini banyak jajanan (yang tetep aja ga murah-murah amat), tapi lumayan lah buat ganjel perut karena ternyata warung makanan yang mau kita datengin ternyata udah pindah alamat dong.. hahahhaha.. Jadilah kita asal cap cip cup aja deh, mampir ke warung-warung yang keliatan nya ngejual pork.. Jangan berharap pelayan-pelayan di sini ramah yeee.. siap-siap aja dilayani dengan muka judes bin ketus.. (sumpaah saya gak suka Hongkong!!)

Babi panggang dan bebek panggang sudah tersedia, siap untuk disantap.. Di dalam otak sudah terbayang-bayang nikmatnya tuh daging babi sama bebek… Tapi lagi-lagi kami kecewa sodara-sodara… Masakannya jauh dari standar ekspektasi kami.. tidak terlalu sedap, untungnya yang saya pesan itu pork, yang ibaratnya mau diapain aja juga udah pasti enak.. Tapi si kangmas pesen bebek, blaahhh bebeknya ga enak, keras, dan bumbu nya aneh.. Walau begitu, tetap saja kami habiskan semuanya dengan lahap karena kami laper berat dan ga mau rugi! 😛

PhotoGrid_1446091410085

Well, selesai makan langsung deh bawaan nya pengen balik ke hotel kita nan imut ituuu.. capek bangetttt.. sepanjang perjalanan menuju Stasiun Mongkok banyak yang jual souvenir buat oleh-oleh.. Dasar cewe, walaupun udah pegel bin capek, tetep aja masih punya sedikit tenaga buat nawar! Alhasil harusnya udah bisa langsung cuss naik kereta, kita masih ngiterin satu blok lagi buat nyari oleh-oleh.. 😀
Well, at least today menyenangkaaaan.. Time for sleep, kumpulin tenaga lagi buat besok, masih ada setengah hari sebelum cusss back to Indonesia tercintaaaa…

Cheeriiioooo,

 

~desialto~

Read Full Post »

Karena kasur di Grand Lapa yang keterlaluan nyaman, akhirnya kami sukses bangun siang!! Tak apalah, setidaknya lelah terbayar sudah, and we are ready for next agenda.. 😀

Karena ga dapet breakfast *sedih, tak masalah karena kita udah nyiapin mie gelas! Uhuuuyyy, sedap and mursidaaahh! 😛 Selesai menyantap mie gelas, kita langsung packing, karena hari ini kita akan meninggalkan Macao *akhirnyaa..ga betah di Macao!

Selesai check out dan simpen koper, kita masih sempat keliling sebentar ke Fisherman’s Wharf yang kebetulan lokasi nya tak jauh dari Grand Lapa. Fisherman’s Wharf ini semacam wahana bermain, namun ketika kita berkunjung, wahana tersebut sedang ditutup untuk di renovasi.. Baguslah, jadi kita bisa foto-foto sepuasnya karena sepiii.. Tema bangunan disini ala-ala Roma, ada Colloseum jadi-jadian *hahaha.. pas kita kesana lagi ada yang foto pre-wedding di sini..

Macao Fisherman's Wharf

Macao Fisherman’s Wharf

Lokasi nya recommended buat photo-session.. sekilas mirip lah sama colloseum.. Mumpung lagi renovasi, jadi kita bisa manfaatin buat photo session gratis.. Check out my photos below! Anyway, waktu kita kesana cuaca lagi puaanaaass poooll! Jadi ga tahan buat lama-lama foto disini dan langsung balik ke hotel.

When in Rome

When in Rome

 

Collosseum wanna be :P

Collosseum wanna be 😛

Begitu balik ke Grand Lapa, kita langsung ambil koper, siap-siap berangkat ke Ferry Terminal. Dari Grand Lapa kita naik shuttle.. Ternyata jalanan di Macao ini kebanyakan satu arah.. Jadilah jarak hotel ke ferry terminal yang harusnya dekettt banget jadi jauh deh karena harus muter! Begitu sampai ferry terminal, buru-buru beli tiket, karena kita udah telaaat banget.. syukurlah masih kedapetan tiket, dan ga nunggu lama, kapalnya berangkat. Kali ini dari Macao kita menuju ke Kowloon, dan ternyata harga tiket nya lebih murah ketimbang dari Bandara… 😛

Tiba di Kowloon Ferry Terminal, langsung deh menuju internet corner *maklum fakir wifi.. Tapi apa daya, si mbah google ga mau di setting jadi bahasa inggris.. Apa lah daya ku ini baca tulisan-tulisan dewa.. Akhirnya berbekal peta offline, cuss aja lah jalan keluar.. *ini baru traveller, bukan tourist 😀

Sampe di luar terminal, si kangmas sibuk baca-baca peta, saya mah asik mengamati pemandangan sekitar. Yak, ini lah kota Hongkong, yang jalanan-nya sempit, manusia-nya lalu-lalang banyak banget, gedung-nya kurus-kurus tapi langsing macem kutilang *kurus.tinggi.langsing-red! ,bus-bus tingkat-nya yang bagus (dibanding Jakarta), tapi tetep ga bebas dari asep rokok! Damn!

Yak, akhirnya si kangmas dengan pedenya bilang, ayook kita ke arah utara sana.. udah nyebrang ke utara, dia ragu, eh kita salah jalan, balik lagi yook ke selatan.. udah balik ke selatan, eeh…, ternyata udah bener arah nya ke utara.. T_T! Untung travelling light yaa, cuma bawa koper kecil! *hmpphhh.. seru sih bolak-balik gitu, cumaaa perut laper euyy, ga bisa diajak kompromi, belom makan siang, sarapan cuma mie gelas pula!

Lokasi tujuan kita yaitu si Bed & Breakfast Fortune Inn yang murah meriah mursidah (iya, buat ukuran HK ini murah, tapi kalo di Indonesia maaah, harga segini udah dapet hotel bintang 4 *hiksss!). B&B ini kita dapetin di Air B&B. Ini pertama kalinya kita nyoba pake AirB&B karena hopeless ga ada satupun hotel bersih dan nyaman di HK yang sesuai sama kantong kita. Sejujurnya saya lebih suka reservasi hotel di booking.com, karena ga pake deposit, dan pembayaran langsung di hotel nya. Sedangkan di Air B&B ini, begitu kita order, naah langsung deh kartu kredit kita di charge seharga total payment! Namun payment ini tidak akan langsung diberikan kepada host. Pihak AirB&B baru akan membayarkan payment ini kepada host begitu kita sudah selesai check out. Nah, ga enaknya nih, kalau kita mau cancel reservasi nya, kita tetap dipotong services fee nya AirB&B sekitar 200rb *ga rela! Ya tapi bagaimanapun, bagaiman kita bisa tahu kalau ga pernah mencoba kaan? So I decided to give it a try!

Setelah berjalan kaki 15 menit, sampailah kita di Greenville Building, gedung yang imut-imut namun berada di pusat kota Tsim Sha Tsui (TST). Gedung nya masih baru, itu terlihat di lift nya yang masih baru… *hehee.. Naaah, disini ada kisah lucu lagi.. Karena keterbatasan koneksi internet, maka saya ga bisa mengabarkan ke si host kalau kita akan datang terlambat. Ketika sampai di depan pintu, ada notes yang ditempel di pintu, tapi sekali lagiiii, karena keterbatasan kemampuan membaca tulisan dewa tersebut, akhirnya saya dan si kangmas gagal paham..

Puter otak, gimana kalo kita minta tolong aja security yang ada di lantai bawah untuk telponin si host.. kebetulan security nya ibu-ibu.. Okeh, kita udah bersiap mau turun ke lantai bawah lagi, udah mencet lift, eeeh ternyata si Ibu security nyamperin kita, dan nolongin kita *terharu.. Dia bantuin kita nelpon si host nya, dan singkat cerita, berhasil lah kita masuk ke dalam Fortune Inn tersebut 😀

Ternyata, memo di depan pintu tadi kalau diterjemahkan isi nya adalah informasi tentang koneksi wifi, sehingga kita bisa contact si host.. Ya kaliiii, dikira nya semua orang bisa baca tuh huruf dewa-dewi?? Well, at least kita udah berhasil masuk ke kamar imut kita yang bikin shock karena saking imut nya.. Hahahhahaa 😀 😀

Ini penampakan kamar kita. Walaupun imut, Fortune Inn menyediakan semua yang traveller perlukan.. Kasur yang empuk dan nyaman, WIFI yang koneksi nya super kenceng, AC, TV, water heater, kettle, soap & shampoo, toot paste & brush, bath sandals, towel, refrigerator, microwave, security lock, baggage deposit. Cuma satu sih kurangnya, disini ga disediain keset, yaa jadilah kita pake aja tuh handuk buat keset! Dan yang paling penting, Fortune Inn ini super bersiiiih dan bebas bau rokok!!! Yang mau coba nginep disini, untuk dapetin promo nya (up to Rp 270.000), langsung aja klik disini..

Fortune Inn Bed & Breakfast

Fortune Inn Bed & Breakfast

Karena perut udah laperr bangettt, kita pun lekas mandi trus cari dinner deh.. *ya ampun mak, puasa setengah hari ini mah.. lunch nya dirapel sekalian dinner.. Hasil browsing di mbah Google, sepakatlah kita untuk nyobain masakan khas HK yang tak lain dan tak bukan adalah Mie Ayam Pangsit alias Wonton Noodle. Nama resto nya Tsim Chai Kee. Menu favorit disini Fresh Sliced Beef Noodle and King Prawn Wonton Noodle. Harganya? Cukup bersahabat, sekitar HKD 27 – HKD 37.. *please jangan dikurs ke Rupiah kalo gag mau susah nelen itu mie ayam pangsit!

Selain noodles, kita juga pesen Vegetable with Oyster Sauce. Untuk minumnya saya pilih Lemon Tea *yang ternyata lemon tea dalam kotak kemasan! hiks!, dan kangmas pilih Soybean milk alias susu kedelai. Harga minuman dipukul rata yaitu HKD 9! *tips dari saya, mungkin temen-temen bisa bawa botol minum deh kalo ke resto-resto, biar hemat!

Dinner at Tsim Chai Kee

Dinner at Tsim Chai Kee

Bagaimana rasanya? Hhmmm, soal selera itu subjektif banget kan yaaa.. Kalau menurut saya, rasa kuah nya biasa aja.. nothing special.. kenapa?? Yaa karena below expectations saya aja.. Saya udah ngebayangin wonton noodles yang kuahnya sedep karena pake kaldu babi.. tapi ternyataaa, saya baca blog orang yang nyari makanan halal.. wkwkwkwk.. Makanya di blog nya dia tulis ini noodles sedep bangetttt.. Jadi buat kamu-kamu yang biasa makan bakmi pangsit non halal, siap-siap kecewa deh, karena rasanya under expectation banget.. Tapiiiii, shrimp wonton nya itu sedeeep bangettt! Udangnya seger, terbukti dari si kangmas yang ga langsung biduran begitu selesai menyantap shrimp wonton ini..

Saya suka tekstur dan kekenyalan noodles nya.. mie nya tipis, berwarna kuning, dan agak kenyal.. tapi saya tidak suka kuah nya yang cenderung manis ketimbang gurih, yupp manisss, karena sepertinya kuah nya dibuat menggunakan kaldu udang, bukan daging sapi, apalagi daging babi.. hehehe..

Rasa sayur with oyster sauce nya gimana? Hmmm, rasanya sih ga cocok ya sama lidah saya. Saus nya masam, seperti makan saus basi.. hueksss.. tapi karena entah laper atau karena ga rela udah bayar tuh sayur tapi ga dimakan, terpaksa deh dihabisin aja.. :P! Tapi kalo disuruh milih sih, saya ga bakalan pesen lagi deh!

The Wonton Noodle

The Wonton Noodle

Selesai makan, perut kenyang, kaki pegeeeuuul, saya pun mulai meracau minta balik ke Fortune Inn (FI) karenaaaa saya ga terlalu suka kota Hong Kong.. Padat, penuh, sesak, sumpek, sempit.. Jadi ga betah deh.. Sebelum sampe ke FI, kita mampir dulu di Bonjour, semacam toserba gitu.. Beli cemilan sekalian beli oleh-oleh snack buat temen2, trus cusss menuju FI.. Istirahat cepet, karena besok bakalan bangun pagi-pagi! Apa agenda kita berikutnyaaa?? Stay tunned yaa my dearly readers!!

Cheeriooo,

/desialto

Read Full Post »

Finally, I can make my Papa’s dream come true.. I saved my  money month by month, year by year to pursue Papa’s dream, to visit his parents hometown.. It’s ok for me not to spend all my money for my own leisure, for not giving extra budget on  my shopping agenda, for keep straight with my monthly expenses.. And now, as the result, I can present this honeyday trip as a gift for their 31st Wedding Anniversary..

Love your parents, and treat them with loving care, for you will only know how precious they are, when you see their empty chair

Begitulah sepenggal kalimat yang saya tulis di status social media saya.. Ada rasa bangga dan haru karena saya berhasil mewujudkan mimpi Papa saya.. Beliau bercita-cita untuk bisa mengunjungi kampung halaman tempat Akung dan Apo berasal.. Persiapan yang cukup lama, kurang lebih satu tahun untuk mempersiapkan hadiah perjalanan ini. Mulai dari mencari musim yang tepat hingga mencari tour travel yang harganya kompetitif (dan MENABUNG tentunya)..

The greatest power of mind… begitulah saya selalu yakin dan percaya akan kekuatan positif yang ada di dalam diri saya.. Hingga akhirnya, semesta pun mendukung.. Papa dan mama mendapatkan trip dengan timing yang sangat baik.. Low season and low price.. 😀 *Thanks Jesus..

Hari yang dinantikan pun tiba.. Saya mengantar papa dan mama ke Airport.. Flights ke China menggunakan Cathay Pacific dan transit di Hongkong.. Selesai mempertemukan papa mama dengan sang tour guide, dan menunggu mereka sampai masuk ke boarding gate, saya pun pulang dan berdoa semoga perjalanan mereka lancar sampai tujuan.

PhotoGrid_1440041084165

Keesokan pagi nya mendapat kabar via Whatssap dari papa kalau mereka sudah sampai di Beijing dengan selamat.. Syukurlah.. Papa bilang hotelnya mewah sekali dan makanan nya enak-enak.. Yipppieee.. ga salah deh pilih tour travel nya.. 😀

IMG_20150427_095636

Trip ke China kali ini, mereka akan mengunjungi beberapa kota seperti Beijing, Nanjing, Wuxi, Suzhou, Hangzhou dan berakhir di Shanghai.. Berbeda dengan perjalanan saya ke China beberapa tahun lalu yang hanya mampir ke dua kota, yaitu Beijing dan Jilin..*maklum trip gratisan sambil nyanyi..  Berikut itinerary perjalanan mereka:

HARI 01 : JAKARTA – HONGKONG

Hari ini berkumpul di bandara Soekarno – Hatta untuk memulai perjalanan tour dengan Golden Rama menuju ibukota China – Beijing dengan transit di Hongkong.

HARI 02 : HONGKONG – BEIJING

Setibanya di Beijing Anda akan diajak mengunjungi. Kemudian Anda akan diajak ke lapangan terluas di dunia, yaitu Lapangan Tian An Men yang juga dikenal dengan sebutan Lapangan Merah dan merupakan pintu gerbang ke istana kaisar pada saat dinasti Qing dan Ming. Kemudian dilanjutkan ke Kota Terlarang (Forbidden City) – komplek istana kaisar dimana sejumlah 242 kaisar dari dinasti Ming dan Qing memerintah dari Istana ini. Malam ini Anda bisa menyaksikan Acrobatic Show yang menakjubkan dan Peking Roast Duck tersedia sebagai santap malam Anda. (MS box/MM)

HARI 03 : BEIJING

Setelah santap pagi Anda akan diajak untuk mengunjungi Istana Musim Panas (Summer Palace) untuk melihat danau pribadi permaisuri Tze Shih yaitu Danau Kunming yang merupakan replica Danau Xi Hu di kota Hangzhou. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi salah satu keajaiban dunia yaitu Tembok Raksasa yang juga dikenal dengan The Greatwall yang dibangun pada abad ke 5 sebelum masehi, kemudian diperluas dan diperbaiki pada jaman dinasti Ming dengan panjang mencapai 6.360 Km. Anda juga akan diajak berfoto dengan latar belakang stadium olimpiade yang disebut Bird’s Nest. Anda juga bisa berbelanja di Yaxiu Market.

HARI 04 : BEIJING – NANJING (by bullet train) // NANJING – WUXI 

Pagi hari perjalanan akan dilanjutkan menuju kota Nanjing dengan menggunakan kereta api cepat. Setibanya di Nanjing, Anda akan diajak mengunjungi Yangtze River Bridge. Kemudian perjalanan akan dilanjutkan ke kota Wuxi untuk bermalam disana.

HARI 05 : WUXI – SUZHOU                  

Setelah santap pagi Anda akan diajak untuk mengunjungi Three Kingdom City . Kemudian Anda akan diajak melanjutkan perjalanan menuju Suzhou. Setibanya di Suzhou Anda akan diajak mengunjungi Lotus Garden yang dibangun pada masa dinasti Qing.

 HARI 06 : SUZHOU – HANGZHOU      

Pada pagi hari, Anda akan diajak mengunjungi pabrik sutera yang terkenal. Kemudian Anda diantar ke kota Hangzhou yang terkenal dengan gadisnya yang cantik dan merupakan kota terindah di dunia menurut Marcopolo. Setibanya disana, Anda diajak untuk berkeliling menikmati keindahan danau Xi Hu yang terkenal dengan cerita legenda ular putih dengan menggunakan kapal cruise. Anda juga akan diajak mengunjungi Huagang Guanyu Garden.

HARI 07 : HANGZHOU – SHANGHAI

Setelah santap pagi perjalanan dilanjutkan menuju kota Shanghai – Manhattan of Asia yang merupakan kota dengan arsitektur modern dengan bangunan – bangunan pencakar langit. Anda akan diajak untuk mengunjungi Cheng Huang Miao Market yang mempunyai arsitektur unik seperti kota kecil di atas air, serta mengunjungi The Bund (Shanghai Tan) yang bersebelahan dengan sungai Huang Pu dan sering dijadikan lokasi shooting film. Anda juga bisa berfoto dengan latar belakang Oriental TV Tower yang merupakan lambang kota Shanghai.

HARI 08 : SHANGHAI – HONGKONG // HONGKONG – JAKARTA

Setelah santap pagi Anda akan diantar menuju airport untuk penerbangan kembali ke tanah air dengan transit di Hongkong untuk berganti pesawat.

IMG_20150530_203421

Posing at The Great Wall, Beijing – China

IMG_20150426_133609

Hari ke-8 perjalanan berakhir untuk kembali ke Indonesia. Saya pun menjemput papa dan mama di Airport dan tak sabar untuk mendengar serunya cerita perjalanan keluar negeri mereka pertama kali.. 🙂

Sampai dengan tulisan ini saya buat, saya masih merasakan betapa bangganya bisa memberikan sesuatu kepada orang tua kita.. Meskipun sebanyak apapun harta yang saya punya tidak akan mampu untuk membalas cinta dan kasih mereka kepada saya selama ini.. Saya bersyukur memiliki orang tua seperti mama dan papa, yang terus memberikan semangat kepada saya untuk meraih mimpi saya, untuk tidak pernah berhenti berjuang, dan untuk selalu percaya pada kekuatan pikiran..

Saya bangga di umur saya yang masih muda ini, saya justru sudah bisa memberikan apa yang orang tua saya butuhkan, bukan sebaliknya seperti kebanyakan orang yang seusia saya yang masih menadahkan tangan ke orang tua mereka.. Walaupun sudah menikah, saya memilih untuk tetap bekerja, karena saya masih memiliki kedua orang tua yang memerlukan saya.. Hanya bergantung pada suami dan menghamburkan uang nya hanya untuk shopping dan mengejar gengsi adalah tindakan yang sangat tidak bijakasana.. Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan kepada saya, sehingga saya bisa terus berjuang untuk kebahagiaan orang-orang yang saya cintai.. Amin..

Xoxo,

 

/desialto

Read Full Post »

Yupppp.. Pekanbaru (PKU), ibukota dari Propinsi Riau, salah satu propinsi Indonesia yang berada di Pulau Sumatera. Konon kota ini disebut Kota Bertuah (The City of Good Fortune). Perjalanan dari Jakarta menuju Pekanbaru memakan waktu sekitar kurang lebih satu setengah jam. Pagi itu saya mengambil first flight Garuda Indonesia.

catch up my first flight!

catch up my first flight!

Sekitar pukul 08.45 pagi saya sudah tiba di Bandara International Sultan Syarif Kasim II. Bandara di Pekanbaru ini tergolong masih baru, masih bersih dan rapi, dan tidak terlalu besar. Tidak ada garbarata. Kami harus naik dan turun melalui tangga manual. Tak lama kami pun tiba di exit gate. Yang cukup menarik adalah landmark yang terletak di bagian luar airport. Tentu saja saya tak melewatkan kesempatan ini untuk FOTO! 😀

Nice landmark of Sultan Syarif Kasim II International Airport - Pekanbaru

Nice landmark of Sultan Syarif Kasim II International Airport – Pekanbaru

Mobil yang menjemput kami sudah siap. Karena masih pagi dan belum bisa check-in di hotel, jadilah kami berkeliling untuk mencari sarapan. Walaupun sudah dapat breakfast di pesawat, tapiii yaa lupakan lah diet yaaa.. wong saya mau happy-happy mencicipi kuliner Pekanbaru ini..

Tempat pertama yang datangi adalah Rumah Makan Pondok Asam Manis Baung, yang terletak di Jln. Jend. Sudirman, salah satu jalan protokol di Pekanbaru. Begitu masuk ke dalam, tak nampak satu pun pengunjung lain nya, seperti nya rumah makan ini baru saja buka. Begitu kami tanya apakah sudah bisa menyajikan makanan, memang belum semua masakan siap, tetapi sudah ada beberapa masakan yang bisa dihidangkan. Kebetulan menu favorit rumah makan ini sudah bisa disajikan. Masakan khas Pekanbaru adalah Ikan Baung dan Ikan Patin. Jadilah kami memesan gulai ikan baung asam pedas dan ikan baung goreng balado.

my first culinary in Pekanbaru!

my first culinary in Pekanbaru!

Lepas mengisi perut, kami kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini saya diajak berkeliling ke Rumbai dan Minas. Yup, si kangmas memang baru saja diterima di salah satu perusahaan Oil and Gas, dan kunjungan kali ini saya berkesempatan untuk melihat apa saja sih isi di dalam camp tersebut. Rumbai Camp dan Minas Camp adalah camp yang terdekat dengan pusat kota Pekanbaru. Duri dan Dumai yang paling jauh. Pada kunjungan kali ini saya tidak sempat menengok Duri dan Dumai.

Tibalah saya di gerbang utama Rumbai Camp. Dimulai dari sini batas kecepatan maksimum kendaraan roda empat hanyalah 70km/jam. Wooow, saya yang biasanya nyetir kecepatan 100km/jam berasa ngantuk karena lambat bangettt!! Seluruh rambu-rambu lalu lintas yang ada harus dipatuhi. Beda dengan Jakarta, dimana rambu-rambu tersebut hanya dilihat sebagai pajangan pinggir jalan. Disini semua kendaraan yang melintas diawasi, dan apabila ditemukan melanggar batas kecepatan, atau pun melanggar rambu-rambu yang ada, sanksi pun akan diberikan. Perjalanan dari Pekanbaru ke Rumbai memakan waktu sekitar 20 menit. Dari Rumbai ke Minas sekitar 25 menit.

Memasuki kawasan Chevron

Memasuki kawasan PT Chevron Pacific Indonesia

Selesai berkeliling, saya dapat menyimpulkan bahwa camp ini seolah-olah penjara exclusive! Yup.. begitulah saya mengartikan nya.. Camp ini lengkap dengan segala fasilitas yang ada yang diperlukan oleh manusia untuk melakukan aktivitas nya sehari-hari.. Namun camp ini jauh dari lingkungan luar, masih dikelilingi hutan yang amat luas, masih ada palang bertuliskan “perlintasan hewan”, benar-benar back to nature banget!

Puas berkeliling dan berfoto-foto, kami melanjutkan kembali perjalanan menuju kota Pekanbaru. Saat nya check in sudah tiba. Hotel yang kami pilih Grand Tjokro Pekanbaru, salah satu chain hotel dari Kagum groups. Hotel bintang 3 ini berlokasi di jalan protokol, sehingga mudah ditemukan. Untuk review terkait hotel ini langsung saja meluncur ke tripadvisor saya ya.. 😀

Grand Tjokro Pekanbaru

Grand Tjokro Pekanbaru

Overall hotel ini menyenangkan with affordable price tentu nya! Kemarin saya lagi dapat harga promo, jadi cuma bayar 399rb sudah termasuk breakfast for two persons.. Lokasi hotel ini juga strategis di pusat kota. Menu pilihan breakfast nya juga beragam. Saya suka lontong gulai nangka nya! Enaaakk, saya sampai nambah! hehehe..

Di sepanjang jalan kota Pekanbaru, Anda pasti akan dengan mudah menjumpai toko roti dan kue Van Hollano Bakery. Karena hampir dimanapun, kita dapat menemukan nya. Seperti nya ini adalah salah satu toko roti khas Pekanbaru yang terbesar disana. Karena penasaran, saya masuk ke salah satu toko nya yang berada di salah satu mall terkemuka di Pekanbaru. Hanya perlu satu menit bagi saya untuk berkeliling toko tersebut dan menyimpulkan bahwa toko roti sepintas terlihat seperti gabungan antara Holland Bakery, JCo Donuts, Bread Talk dan Kartika Sari *no offense.. hihihi.. Waah, maksud nya gabungan tuh begimana? Naaah, kalau Anda penasaran, langsung saja berkunjung ke Kota Bertuah ini.. 🙂

Cheers,

Regina ❤ Radite

Read Full Post »

Pagi itu kami membuka mata di… yup, Paris! hihihihiiii… Jam 6 pagi kami sudah bangun, mandi, dan bersiap-siap.. Kalau boleh jujur sih, saya pengen banget mengunjungi Istana Versailles.. tapi dengan pertimbangan kalau Versailles itu di pinggiran kota Paris, dan kalau ke sana akan memakan waktu seharian, jadi saya urungkan niat itu.. Mungkin nanti kalau ada kesempatan ketiga saya berkunjung kembali ke kota ini.. hehee.. Karena keterbatasan budget, kami pilih hotel tanpa breakfast.. jadilah kami sarapan mie gelas.. aaahahhaa.. untungnya pihak hotel berbaik hati memberikan air panas mendidih buat kami untuk menyeduh mie gelas.. 

Rute kami hari itu standard nya tour kalo ke Paris.. tapi yang menyenangkan adalah, karena kita jalan sendiri, ga pake tour, jadi kami bebas menentukan sesuka hati kemana kaki ini mau melangkah.. 😛

Tujuan pertama kami adalah Arc de Triomphe.. Bangunan di tengah – tengah kota yang bisa dilihat dari 8 sudut kota.. untuk bisa mendapatkan foto yang oke, kita harus berdiri di tengah-tengah jalanan dengan lalu lintas dua arah.. Dan kami nekat dooong, demi mendapatkan hasil foto yang bagus.. hehee..

Camera 360

We are here.. Arc de Triomphe..

Kami melanjutkan berjalan kaki melintasi Champ d’Ellyses yang terkenal itu.. sepanjang jalan di kiri kanan berjejer rapi toko – toko dari brand – brand ternama.. sebut sama Louis Vuitton, ZARA, Swatch, Sephora, Haagen Dazs, Laduree, dll..

Camera 360 Camera 360

ZARA @Champ d'Ellyses

ZARA @Champ d’Ellyses

Camera 360

Sephora @Champ d’Ellyses

Camera 360

Laduree @Champ d’Ellyses

Kami melanjutkan perjalanan menuju Obelisk dan Grand Palais..

Grand Palais

Grand Palais

Selesai dari situ, kami naik Metro menuju Musee du Louvre..

Musee du Louvre

Musee du Louvre

Photosession @ Louvre

Photosession @ Louvre

Love you so much, my dear husband..

Love you so much, my dear husband..

Selesai dari Musee du Louvre kami melanjutkan perjalanan menuju si jembatan cinta, Pont des Art.. Saya sudah menyiapkan gembok yang dibeli di Jakarta.. biar hemat.. hehe.. 😀

Je t'aime, mon mari..

Je t’aime, mon mari..

Sepanjang jalan Pont des Art ini ada kakek tua yang memainkan akordion.. duuuh, romantis ciamik bangetttt suasana nyaa.. rasa nya ingin berlama-lama disini sambil menikmati senja Sungai Seine.. Tapi kami harus melanjutkan perjalanan menuju Notre Dame.. Tadi nya kami mau naik metro saja, tapi kata kangmas deket kok kalau jalan kaki.. yo wisss, tapi ternyata gempor juga euy jalan dari Louvre ke Notre Dame.. 

Notre Dame

Notre Dame

It's Notre Dame

It’s Notre Dame

Selepas dari Notre Dame, kami langsung buru – buru ke Eifell untuk mengejar lampu kerlap kerlip nya Eifell yang cuma ada tiap menjelang senja.. Dan memang kami sengaja menaruh Eifell di penghujung hari, karena Eifell lebih romantis apabila dilihat di malam hari.. Trust me!

You mean more than anything to me, yes you do!

Eifell and us.. ❤

Dan begitulah, Tuhan mengabulkan doa saya.. untuk bisa kembali lagi mengunjungi kota ini dengan sang kekasih hati.. Thanks Jesus.. I love You, Jesus..

Cheers,

Regina Desi

 

Read Full Post »

Wednesday, 30 October 2013

Morning all.. Pagi ini saya bangun pagi.. walaupun badan rentek plus pegel abis dan mata sepet karena jetlag.. tapi bermalas-malasan while you’re on travelling sangatlah tidak bijaksana.. 😛 , jadilah saya bangun, ga pake mandi, cuci muka aja, dan bangunin si kangmas.. kangmas yg lagi bobok pules pun langsung bangun berdiri karena shock ngeliat saya yang udah rapi jali siap buat foto session.. wakakakak.. Pagi itu kita pengen jalan-jalan menuju pantai.. cieeehhh..

Kita keluar hotel sekitar jam 06.00 pagi.. jalanan masih sepi plus masih gelappp dan hujaaan.. matahari belum ada.. matahari nya nanti keluar nya, sekitar jam 9-an.. sepanjang jalan menuju pantai Zarautz kita foto-foto dong.. menikmati dingin nya udara yang bikin tangan beku dan hidung merah. Hidung saya sensitif sekali dengan udara dingin.. langsung merah bok! alhasil agak kurang bagus kalo difoto.. 😦 Hanya 10 menit berjalan kaki, kami tiba di pantai Zarautz.. Selasar pantai berhiaskan lampu taman bikin suasana tambah romantis.. jangan harap ada pohon kelapa yeee.. Pasir pantai nya juga biasa saja.. warna air laut nya juga standar aja.. saya masih lebih cinta Gili Trawangan.. ❤

Gelap gelap udah nyampe pantai..

Gelap gelap udah nyampe pantai..

Hello morning!

Hello morning!

Puas foto-foto, matahari ga muncul-muncul juga.. saya udah kedinginaaan.. belum lagi sedikit kehujanan.. doooh, saya ga mau sakit dong yaa.. secara kan saya mau kompetisi nyanyi, mesti jaga stamina biar suara tetep ok.. akhirnya saya menyerah balik ke hotel.. sepanjang perjalanan balik ke hotel, ya tetep sih foto-foto *padahal difoto sambil menggigil!

nice building behind me!

nice building behind me! ada Bunda Maria nya..

males keluarin tripod, foto pakai notes aja..

males keluarin tripod, foto pakai notes aja..

 

toko-toko nya lucu.. padahal Zarautz ini kota kecil loh..

toko-toko nya lucu.. padahal Zarautz ini kota kecil loh..

Sampai di hotel, kami langsung sarapan.. menu sarapan pagi itu salad selada dan tomat, susu, roti baguette *hiksss, dan berbagai sereal macam corn flakes gitu.. pingsan deh eikeee.. mana doyan eikeee sama susu.. untunglah penyelamat si mie gelas sudah siap sedia.. langsung deh diseduh tuh mie gelas plus ditambahin dendeng pork yg kita beli di Sinjiapao! hehehe..

Kelar breakfast, saya mandi dan langsung bersiap untuk latihan nyanyi untuk persiapan konser malam hari nya di kota Getzko.. Latihannya outdoor bo! duh, baru kali ini latihan nyanyi lengkap pake coat, kupluk, sarung tangan plus shawl! udah kaya beruang kutub deh, semua perlengkapan perang anti dingin dipake.. huhuhu, untunglah suara saya baik-baik saja.. karena saya ini rentan dingin.. tiap hari ga pernah absen deh tuh minum vitamin C selama disana..

Selesai latihan, kita makan siang dulu.. kali ini menu nya rebusan sayur as appetizer, dan semacam steak untuk main course nya.. naaah, kalo sayuran begini mah saya doyan.. plus ga ketinggalan si saos sambel! 😛

sayuran rebus as appetizer

sayuran rebus as appetizer

Dan tebak dessert nya apaaa?? es krim conello nya walls dooonggg.. pliss deh yaaa.. udara dingin begini kok dikasih dessert nya es krim.. waduh waduhh.. tapi menggoda banget tuh es krimmmm!!! yo wis lah icip sedikit ajaaa  akhirnya diabisin sendiri (nekat), karena es krim nya ga dingin kok. *alasan! Tapi rasa es krim nya ga terlalu manis.. entah es krim yg di Indo terlalu banyak dikasih pemanis buatan kali yah??

dingin - dingin makan es krim..

NEKAT : dingin – dingin makan es krim..

Kelar lunch, saya siap-siap make up buat konser nanti malam di Getzko.. Cerita tentang konser nya akan diceritakan terpisah yaaa.. 😀

Sekitar jam 11 malam saya balik ke hotel selepas konser.. ngantuukk rasanyaa.. tapi masih sempet apdet status sebentar di lobby room *karena cuma di lobby ini yang sinyal wifi nya bagus.. Daaaan langsung nyari kasur, ga pake mandi, tapi bersihin make up dulu.. Dan tidur nyenyaaaakkk.. Good nite all.. 😀

Cheers,

Regina Desi

Read Full Post »

Older Posts »

the.beauty. secret.of.desi

the secret, power of mind, and financial freedom