Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘My Dreams’ Category

Kali ini saya akan berbagi pengalaman merasakan bertransformasi menjadi Maiko.

Apa itu Maiko? Maiko adalah calon geiko atau seniman perempuan yang mengabdikan hidupnya untuk kebudayaan Jepang dengan hidup melajang. Adapun Geiko adalah sebutan khas untuk para perempuan pengabdi kebudayaan asal Kyoto. Di luar Kyoto, mereka disebut dengan Geisha.

Setelah googling kesana kemari untuk mencari harga yang cocok di kantong dengan hasil memuaskan, akhirnya ketemulah sama Maiko Henshin Shiki Studio ini. Saya sempat lihat Dian Sastro, Andien, BCL foto disini dan hasilnya bagus baguuuss.. Tapi ada harga ada rupa yaa.. Harga aslinyaa muaahaaall bangeett.. Tapi pucuk dicinta ulam tiba, ternyata studio ini lagi bikin program campaign dalam rangka opening new shop mereka.. promo nya discount 50%! Wow, jadi berapa yen? nih, langsung aja mampir ke web mereka –> http://www.maiko-henshin.com

Begitu menginjakkan kaki di Kyoto, saya merasakan Japanese culture yang sangat kental.. Apalagi di daerah Ninenzaka, saya melihat banyak orang berseliweran memakai Kimono / Yukata. Tak sulit untuk menemukan Maiko Henshin Studio. Lokasi studio ini mudah ditemukan, di daerah Ninenzaka, dekat Kiyomizudera Temple.

Sebelumnya saya sudah melakukan reservasi via email. Dan begitu saya datang, saya langsung dilayani dan tidak perlu mengantri. Receptionist yang membantu kami bisa berbahasa english, namun tidak begitu lancar.. kebanyakan akhirnya pakai bahasa tubuh.. ahahha.. that’s why jadinya kita lama banget di meja receptionist.. Karena banyak sekali options yang harus kita pilih di awal, seperti pose apa yang kita inginkan, berapa kali pose, menggunakan full wig atau half wig, paket studio saja atau strolling plan, dll.

Karena saya berdua dengan kangmas, tadinya mau ambil Studio Plan untuk saya, dan Samurai Plan untuk kangmas; tapi ternyata mereka memiliki hidden plan ketika kami tiba disana. Mereka menawarkan kami Couple Plan, yang kalau dihitung ternyata lebih murah. Okelah, kita ambil Couple Plan, dapat 2 photo couple + 1 samurai + 1 maiko, jadi total dapat 4 pose; nah habis itu saya nambah lagi 2 pose @1,000 yen. Mumpung sudah disini, jadi tutup mata aja deh sama harganya.. Belum tentu dua kali lagi difoto beginian.. hehehe..

Jadi berikut paket yang saya ambil : Couple Plan (4 photos) + 2 additional photos for Maiko + Half Wig + tabi (kaus kaki) dan sudah mendapatkan soft file dalam bentuk CD-R, dan juga photo book. CD-R dan photo book nya langsung jadi dan bisa diambil begitu kita selesai melakukan pembayaran. Total payment saya 17,800 yen.

Begitu sudah deal, receptionist akan memberikan kita kunci locker dengan gantungan (biar ga ilang) dan juga keranjang yang berisi tabi, dan kimono tipis berwarna putih untuk dalaman. Kita dipersilahkan untuk melepaskan sepatu, dan berganti pakaian. Untuk make up dan hair do Maiko membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam. Untuk Samurai hanya perlu waktu 15 menit.. Ironis yaa perbedaan nyaa.. hahaha.. Jadi, kangmas boleh muter muter dulu 45 menit, nanti baru balik lagi ke Studio.

Selesai berganti pakaian, saya diantar menuju ruang rias. Nah, disini saya dirias pakai bedak tebal putih, blush pink, bibir merah tipis merona, eyeliner merah, dan alis coklat kemerahan. Selesai rias wajah, saya diantar menuju wig room. Saya mencoba wig sampai menemukan yang cocok dengan kontur kepala saya. Selesai pasang wig, saya diantar menuju ruang memilih Kimono. Ada banyak pilihan, mejikuhibiniu.. tapi saya udah ngincer Kimono ini, terinspirasi dari Andien, dan memang Kimono ini yang motifnya paling cantik menurut saya, warna nya pink pula. Kebetulan Kimono yang saya mau lagi dipakai orang.. Jadi saya mesti nunggu sekitar 10 menit.. It’s okay, saya tunggu daripada nyesel ga pake ini Kimono.. hahahaa.. Dan ternyata ga sampai 5 menit, itu Kimono udah ada.. akhirnya saya diantar menuju ke ruang untuk dipakaikan Kimono beserta assesoris nya.

Ternyata Kimono itu beraat banget yaaa.. Dan tight bangettt.. kenceeenggg bangetttt ngiketnya.. makanya mereka tidak memperbolehkan ibu hamil untuk berfoto pakai Kimono gini.. kebayang kan tuh perut nya dibebet sampe kenceeng.. duuh, saya aja sampe pengaap megap megap kayak mau kehabisan nafas.. Huhhu..

Habis pakai Kimono selesai, saya pilih assesoris rambut. Dan voila, saya sudah berubah menjadi Maiko.. Hehe.. Gimana? Cocok ga jadi Maiko?

13495324_10154266540564137_6048758939691661337_n

My transformation as Maiko

Setelah dandanan lengkap macam begini, saya diantar menuju ke studio foto yang ada di lantai bawah. Dan saya ketemu si kangmas yang takjub ngeliat muka putih semua kayak dipakein tepung.. haaahahaa.. but hello, it’s an art! Kangmas sih takutnya saya disangka Maiko beneran… hahaahhaa… Ternyata untuk si Samurai, cuma dipakein baju Samurai gitu aja, ga dibedakin, hahaha padahal kan mau difoto.. ya udah saya bedakin si kangmas dikit deh biar ga oily tuh muka..

Nah kita dikasih free time untuk foto-foto pakai kamera sendiri selama 10 menit. Langsung lah saya take pose dan kangmas jeprat-jepret pake kamera nya. 10 menit berlalu, tapi kita kok belum dipanggil untuk masuk ke dalam lagi yaa.. kayaknya petugasnya kelupaan.. hahahha.. hampir 20 menit kita dibiarin keliaran di luar foto-foto. Untungnya cuaca saat itu bagus, ga panas, tapi ga hujan juga.. Dingin sih, cuma itu Kimono tebel banget jadi bikin anget..

Akhirnya kita dijemput untuk dipanggil masuk ke dalam studio lagi, dan disana udah ada photographer nya yang siap buat taking photos. Photographer nya perempuan.. Ramah dan kooperatif sekali. Sesi foto berjalan menyenangkan.. 😀

Selesai difoto, saya kembali diantar menuju changing room, untuk melepas assesoris rambut, kimono, dan wig. Kemudian saya dibantu untuk membersihkan bedak putih di bagian punggung dan leher belakang saya. Untuk membersihkan make up, mereka sudah menyediakan peralatan yang lengkap, mulai dari kapas, milk cleanser, face tonic, bahkan shampo dan juga hair dryer.

Fiuuhh akhirnya selesai juga beberes nya, dan saya kembali diantar menuju ke tempat receptionist untuk melakukan pembayaran dan juga mengambil hasil foto. Dan hasilnya bagus sekali.. Tidak mengecewakan.. You get what you paid for.. Penasaran sama hasilnya.. Nih silahkan dilihat sendiri yaa..

10441169_10154007928329137_2338552959034606136_n

Love the details

 

1923844_10154007930529137_4995123883893181181_n

Greetings from Kyoto

12832460_10154007930824137_5455629298137157087_n

Samurai & Maiko

Well, that’s all my story.. Kalau ada yang berminat foto ala Samurai dan Maiko seperti kami, langsung aja dateng ke Maiko Henshin Shiki Studio, Kyoto.

Sayonaraaa..

Cheers,

❤ regina desi

Advertisements

Read Full Post »

Welcome to Wizarding World of Harry Potter!

Saya mengenal Harry Potter dari kelas enam SD! Yupp, saya mengikuti kisah Harry Potter dari Sorcerer’s Stone sampai Deathly Hallows! Saya bisa langsung menghabiskan novel setebal buku kamus itu seharian penuh.. Dan ketika novel ini diangkat ke layar lebar pun saya tak pernah absen untuk menonton nya.

Hari kedua di Osaka ini memang saya khusus-kan untuk pergi mengunjungi Wizarding World of Harry Potter di Universal Studio Osaka. Saya berangkat pagi-pagi benar dengan harapan tidak perlu membeli Express Pass. Sebagai informasi, untuk memasuki wahana Harry Potter, kita diwajibkan untuk mengambil timed ticket. Apa itu timed ticket? Timed ticket adalah ticket yang harus kita miliki sebelum kita dapat memasuki Harry Potter world ini. Timed ticket dapat diambil secara gratis, dan disitu akan ada pilihan jam berapa kita bisa memasuki wahana tersebut. Namun di peak season, timed ticket ini rentan habis. Dan apabila sudah kehabisan free timed ticket, maka kamu tidak akan bisa masuk ke sini. Untuk berjaga-jaga di peak season, kamu harus membeli Express Pass 5 (tidak bisa memakan Express Pass 3), yang tentu harganya agak menguras kantong. Karena kami on tight budget, maka kami memilih untuk datang lebih pagi supaya tidak kehabisan free timed ticket tersebut. Hal ini tidak menjamin kami akan pasti kebagian timed ticket, but at least we try our best, karena dari Universal Studio sendiri juga memberikan kuota khusus untuk pengunjung yang datang on the spot.

Universal Studio dibuka pukul 10 pagi apabila tidak terlalu padat, dan akan dibuka lebih awal 1 jam apabila kondisi padat pengunjung. Saya tiba disana pukul 8 pagi and you can imagine, antrian sudah mengular panjangnyaaa, padahal itu weekdays and low season… Ternyata tidak hanya saya seorang yang berpikiran untuk datang lebih pagi. Ketika turun dari kereta pun, semua orang terlihat bergegas dan bahkan berlari *termasuk saya sih, tapi capek, abis gitu ya jalan aja, pasrah 😛

Namun dengan antrian yang luar biasa itu, masih dikategorikan biasa, karena gerbang US baru dibuka jam 10 pagi.. Singkat cerita kami berhasil masuk ke dalam US berbekal tiket yang sudah kami beli terlebih dahulu dari Jakarta. Saya beli tiket nya di JALAN Tour, saya sudah bandingkan harganya dengan HIS Tour, dan di JALAN Tour ini lebih murah, karena mereka harga nya fluktuatif based on rate Yen pada hari itu. Sedangkan harga tiket di HIS Tour sudah fix karena diambil harga rata-rata. Jadi saran saya apabila kamu mau mendapatkan harga yang lebih murah, belilah di JALAN Tour, tapi syaratnya, kamu harus rajin check kurs Yen tiap hari. Ketika rate nya turun, langsung deh beli 😀

Ketika sudah berada di dalam US, saya langsung minta kangmas buat lari menuju antrian timed ticket untuk mendapatkan tiket masuk Harry Potter world.. Saya menunggu dengan pasrah aja.. dan agak cemas juga sih, soalnya hape ga dapet wifi, saya ga bisa contact kangmas, jadi yaa saya pasrah aja nunggu di depan Harry Potter world.. Fiuuuhh tak lama akhirnya kangmas tiba dengan dua timed ticket di tangan, dan kita dapat giliran masuk jam 11.00! Yipppiiiee! Jadi tidak perlu menunggu terlalu lama.

Kami pun bersiap dengan kostum yang sudah saya siapkan.. sambil menunggu jam 11 kami sempat ke Snoopy World, tapi ternyata itu wahana buat anak kecil banget..sempet lihat-lihat souvenir, tapi ga niat beli, karena harganya bisa bikin kantong kempes.. 😛 Tapi disini kita boleh foto-foto lhooo, bebas, ga bakal diomelin sama petugasnya.. 😀

IMG_20160306_110437

Nyobain Russian Hello Kitty ini… cuma buat foto aja.. kalo beli mahal sisstt!

Giliran kami pun tiba.. Timed ticket dicek oleh petugas *oiya, petugas disini ramah-ramah! And voila! We are here!

IMG_20160314_213451

Welcome to Hogwarts Express!

Kekaguman tersendiri ketika akhirnya berkunjung ke Wizarding World of Harry Potter di Universal Studio Osaka. Dari gerbang awal masuk, saya sudah “tersihir” dengan wizard ambience di Hogsmeade Village.. Saya merasa menjadi salah satu dari murid Hogwarts.. Lengkap dengan kostum, tongkat sihir, dan tak lupa merasakan makan siang di restoran favorit Harry Potter, yaitu di Three Broomstick 😀

10371916_10154007941544137_5128604964016111888_n

Hollaa.. I’m Desi.. and yesss, I’m from Gryffindor!

Hanya bermodalkan sweater hitam lengan panjang, kemeja putih, dasi ala Gryffindor, rok lebar hitam, legging hitam, tongkat dan buku, jadilah saya murid Hogwarts.. 😀

Setiap sudut di dalam HarPot world ini bagus banget untuk photo session.. makanya saya betah banget di dalam sini, dari pagi sampai sore, selain alasan karena kita hanya diperbolehkan masuk ke wahana ini sekali. Jadi begitu kita sudah keluar dari wahana ini, kita tidak bisa masuk lagi.

Rides / permainan yang wajib dicoba disini adalah Harry Potter and The Forbidden Journey, jadi semacam permainan rollercoaster 4D. Wajib banget dicoba.. seolah-olah kita diajak oleh si Harry Potter untuk naik ke sapu terbangnya, mengejar Quidditch, sampai dikejar sama Dementor.. serrruuuuu.. pengen naik lagi, tapi apa daya antri nya puaaannjaaanngg banget.. saya aja menghabiskan waktu 120 menit untuk antri naik rides ini. Selain itu si kangmas mulai deh kumat mual-mual nya.. Jadilah saya mengurungkan niat untuk naik ini lagi. Dan kami pun memutuskan untuk beristirahat sebentar, sambil meredakan mual-mual nya si kangmas. Kebetulan kita juga belum makan siang, jadilah kita menuju ke Three Broomstick.

Harga makanan disini termasuk agak mahal. Satu orang bisa menghabiskan sekitar 2,000 yen. Tapi karena belum tentu setahun sekali kesini, or belum tentu juga bakal kesini lagi, jadi ya gpp, toh memang sudah dibudgetin untuk makan disini. Makanan yang kita pesan adalah pork ribs, lengkap dengan potatoes and corn fiesta. Rasanya? Enak kok, tapi yaa porsi nya ga sebanding sama harga nya.. Porsi nya imut benerrr.. 😀

IMG_20160314_213632

Pork ribs fiesta, with potatoes, chicken and corn

Arsitektur di dalam Three Broomstick ini betul-betul membuat imajinasi saya terbang ke dalam kisah yang ada di novel Harry Potter.. Membayangkan bagaimana Harpot dan teman-teman nya suka ditraktir minum Butterbeer disini oleh Hagrid.. 😀

Selesai makan, masih ada satu agenda lagi di dalam list things to do saya, yaitu cobain Butterbeer.. yuppp penasaran banget sama butterbeer ini, karena konon ini adalah minuman favorit di Hogsmeade Village, dan salah satu minuman kesukaan nya si Harpot juga. Ada dua macam butterbeer, yang panas dan yang dingin. Saat itu cuaca dingin, sekitar 10 derajat Celcius, namun saya tetap memilih butterbeer yang dingin. Kenapa? Karena berdasarkan review yang saya baca, Hot Butterbeer rasanya manis ga karuan.. 😀

Jadilah saya beli Cold Butterbeer seharga 1,100 yen, dengan gelas yang bisa dibawa pulang sebagai souvenir. Bagaimana rasanya? Hmmm… enaaaak.. rasa nya seperti rootbeer dengan campuran creamy soda dan caramel.. saya sukaa..

1918614_10154007939364137_6965634749532339762_n

Enjoying the Hogsmeade’s specialty : Butterbeer!

Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan Butterbeer ini, lalu saya pergi ke toilet untuk mencuci gelas nya supaya tidak lengket dan bisa dibawa pulang. Oiya, di toilet di sini pun persis di design seperti yang ada di dalam novel. Inget kan kisah hantu toilet si Myrtle Merana.. Nah, suara dia tuh ada diseluruh sudut toilet.. tapi sayangnya dia pake bahasa Jepang, jadi nya saya ga ngerti deh dia ngomong apa, jadi nya gagal horor! 😛

Hari sudah sore dan saya sudah sangat lelah.. Tapi si kangmas masih mau nyobain rides nya Spiderman.. okelah.. saya ngikut ajaa.. sampai disana ternyata antrian nya yaa puaaanjjjaannnggg juga.. Akhirnya saya nyerah deh karena ga kuat antri lagi.. Dan saya suruh aja si kangmas lewat yang single rides karena waiting time nya lebih sedikit.. Betul saja, kurang lebih 20 menit si kangmas udah kembali lagi dan kami pun bergegas pulang, karena mau catch up agenda berikutnya yaitu ke Dotonbori.

Namun apa daya, kaki ini udah ga mau diajak kerjasama. Pegeeellll bangettttt… Jadi ya sudahlah, begitu sampe di penginapan, udah ga ada tenaga buat ke Dotonbori.. Belum lagi flu yang menyerang saya tambah parah. Jadilah saya putuskan untuk istirahat saja, ketimbang makin tepar dan akhirnya besok ga bisa jalan-jalan 😀

And that’s all for today.. Besok kita akan siap-siap ke Kyoto buat ketemu Maiko and Geisha.. hehehe.. stay tune for our next stories yaaa..

Cheers,

Regina Desi

 

Read Full Post »

Pagi itu Osaka menyambut kami dengan tiupan angin dinginnya.. Yup, walaupun winter sudah berlalu, namun musim semi belum tiba. Terpaan angin dari celah pintu garbarata seketika membuat saya serasa ada di dalam kulkas. Yup, suhu Osaka di pagi itu adalah 5 derajat Celcius. Dingin sekali untuk ukuran orang tropis macam saya..

Setelah mengambil bagasi, hal pertama yang saya ingin lakukan adalah mandi dan berias diri supaya oke kalo difoto.. hehhee.. Di Kansai Aiport – KIX Lounge disediakan shower and powder room. Lokasi lounge ini ada di lantai 2, dekat McDonalds. Harga untuk sewa shower room nya adalah 510 yen/orang. Nanti kita akan diberikan semacam koin. Waktu yang diberikan adalah 15 menit untuk mandi. Kalau 15 menit sudah habis, maka air akan berhenti mengalir. Namun kita boleh berada di dalam shower and powder room tersebut maksimal 1 jam. Menurut saya ini waktu yang sangat lebih dari cukup untuk mandi dan dandan. 😀

PhotoGrid_1459256231546

Sudah segar kembali dan siap untuk explore Osaka! Saat itu jam menunjukkan pukul 10 pagi. Kami bergegas menuju ke counter tiket untuk membeli ICOCA Card dan Haruka (nanti disuruh pilih kartunya, saya pilih yang gambarnya Hello Kitty). ICOCA Card ini semacam e-money, kalau di Indonesia mungkin semacam flazz or e-toll yang bisa diisi ulang, jadi ketika kita mau naik kereta, cukup tap saja dan saldo di dalam kartu itu akan berkurang sesuai dengan jumlah pemakaian kita.

Dari Kansai Airport kami menuju ke ShinOsaka Station, salah satu station besar di Osaka, dan kebetulan kami mendapatkan penginapan yang lokasi nya dekat dengan stasiun ini, dan harganya cukup murah, yaitu 800rb/malam, bisa diisi max 4 persons.

10157247_10154007922874137_2607296388000598313_n

On my way to go to Shin Osaka Station from Kansai Airport..

Kereta di Jepang sangat sangat sangat ontime.. Jangan disamakan dengan KRL Jabodetabek yang masih jauuuuuuhhhh dari kata ontime (but at least KRL sekarang jauh ada peningkatan). Untuk kalian yang berencana pergi ke Jepang dengan ala backpacker / flashpacker, ada baiknya untuk selalu check jadwal kereta di Jepang melalui hyperdia.com. Jalur kereta di Jepang amatlah banyak dan agak rumit bagi pemula. Bagi saya pribadi, susah sekali untuk memahami jalur kereta di Jepang ini. Jauh lebih mudah jalur kereta di Eropa dibandingkan di Jepang ini. Belum lagi keterbatasan saya yang tidak bisa membaca huruf kanji, jadi mesti betul-betul pay attention sedang berada di stasiun mana, harus turun di stasiun mana, harus naik dari line mana, dll.

Perjalanan ke ShinOsaka memakan waktu kurang lebih 45 menit. Begitu tiba disana, angin dingin kembali menerpa.. huhuhu.. ga nyangka yaa di Jepang bisa sedingin ini.. hehehe.. Dan kesan pertama masuk ke dalam stasiun nyaa… woooww! bersih dan rapi sekali.. banyak juga toko-toko yang menjual makanan yang sedap dipandang mata.. bikin laper mata banget deh!

Karena jam check in penginapan di Jepang rata-rata adalah jam 3 sore, maka kami pun memutuskan untuk pergi mengunjungi Osaka Castle terlebih dulu. Koper pun kami titip di loker penyimpanan yang ada di stasiun. Harga loker untuk penitipan tas/koper ini bervariasi, mulai dari 400-700 yen, tergantung ukuran loker yang dipakai. Saya menyewa satu loker untuk menitipkan 2 buah koper saya seharga 700 yen untuk 24 jam. Selesai menitipkan koper, saya pun mencari makan siang. Banyak pilihan dan bikin bingung hingga kami berputar-putar station.. Dan akhirnya kami memutuskan untuk makan bento saja.. hehehee.. Harga bento juga variatif, antara 700 – 850 yen. Saya cap cip cup aja deh milihnya, yang agak eye catching.. karena ga bisa baca apa artinya.. hehehe.. dan yang paling penting harganya harus on budget..

PhotoGrid_1459258348329

Our oishiiii (yummy) bento..

Yup, lihat deh bento saya.. ditata begitu apik dan cantik.. dan rasanya enaak bangetttt.. tidak salah kalau Osaka dibilang sebagai Japanese kitchen.. bahkan bento siap saji begini pun rasanya enak.. Harganya 850 yen per kotak. Isi nya banyak dan sangat mengenyangkan.. Kami pun menghabiskan bento dengan cepat karena lapeerrr euy! 😀

Selesai isi bensin, kami langsung tancap gas menuju Osaka Castle. Tiba disana ternyata untuk masuk ke dalam Castle nya itu mesti jalan kaki sekitar 15-20 menit.. Jauuuuhh yaaa.. tapi tidak terasa karena disuguhkan pemandangan yang cantik di sepanjang jalan, dan juga sedikit-sedikit berhenti buat pose and take photos!! 😀 😀

Akhirnya tiba juga di depan Osaka Castle yang selama ini hanya bisa saya lihat dari internet saja. Ternyata kalau kita mau masuk ke dalam Museum yang ada di Castle tersebut, kita harus membayar lagi.. karena budget yang amat ketat   waktu yang amat sempit, akhirnya kita memutuskan untuk tidak masuk ke dalam Museum tersebut, dan hanya taking photo di luar nya saja.

10547590_10154007923154137_2406832051464755704_n

Romantic view in Osaka Castle

But anyway karena tidak memprediksikan Osaka Castle yang jarak tempuh nya dengan berjalan kaki itu cukup jauh, maka kami hanya menghabiskan waktu sebentar saja disini.. Bahkan saya tidak sempat mencicipi Takoyaki Osaka yang happening itu, karena waktu itu kondisi nya lagi antri, and we don’t have enough time lagi. Kami harus bergegas check ini ke penginapan dan pergi ke Tsutenkaku Tower untuk mengikuti Cooking Class by Eat Osaka.

Sampai di ShinOsaka Station kami segera mengambil koper kami di penitipan, dan disinilah drama dimulai.. Peta alias google maps yang kami andalkan ga bisa diakses karena batere hp kami dua-dua nya droppp.. hahahahaha.. bahkan batere cadangan saya juga belum sempat di re-charge.. Jadilah kita nanya2 dengan berbekal kertas print out bookingan AirBnB.. Tapi petugas disana juga ga tau pasti karena tulisan nya dalah bahasa latin, bukan bahasa kanji..  *hadoooohhh..

Kalau di Jakarta, pasti yang saya lakukan adalah numpang nge charge hp yaa.. tapiii sodara-sodara, di Jepang ini sangat susah sekali untuk bisa numpang nge charge hp.. walaupun kita udah minta-minta tolong, tetep aja mereka strict to the rules.. tidak ada charging station di public area.. bahkan kita numpang makan di cafe-cafe pun, mereka tidak mau nolongin untuk charge hp..

Yo wes lah, karena waktu habis nyari2 alamat si penginapan ini, kami memutuskan untuk langsung pergi ke Cooking Class saja.. takut telat euy! Emangnye di Jakarta yang bisa dimaklumin kalo telat… Hahahahaa.. Jadilah kami bergegas untuuukkkk naro lagi tuh koper di loker.. hiksss rugi 700 yen lagi deh.. tau gitu kan ga usah diambil dulu tuh koper..

Berbekal nekat si kangmas nanya aja deh tuh Tsutenkaku Tower dimana.. Saya pun akhirnya kehilangan kontak sama temen saya, Machiko yang janjian untuk ketemuan disana. Beruntung ketemu sama petugas station yang bisa bahasa Inggris, akhirnya dikasih tau mesti naik kereta apa di jalur yg mana *karena kita ga bisa ngecek hyperdia.com

Turun kereta celingak celinguk nyari tuh Tsutenkaku Tower. Si kangmas yang super sotoy langsung aja nunjuk satu bangunan yang emang sih mirip Tower.. ya saya dodolnya ngikut aja.. terus nanya orang di pinggir jalan, eh itu orang ngasih arah petunjuk yang lain.. orang ini niat banget ngebantu cuma terkendala di masalah bahasa, dan akhirnya oke oke aja lah kita berdua karena gagal paham itu orang jepang ngomong apa.. yo wis kita ikutin arah yang dia tunjukkin tadi.. trus pas ketemu orang lagi, kita tanya lagi, sambil saya deg-degan karena udah mau jam 4 sore (kurang 5 menit lagi)… untungnya jam disetting dalam jam ala Indonesia, jadi sebenernya masih ada 15 menit yang tersisa… hahahhaa.. Daan akhirnya ketemu juga itu si Tsutenkaku Tower walaupun dengan napas ngos-ngosan karena pake adegan lari, jalan, lari lagi, jalan lagi sambil mikirin kalo telat bakalan nyesel deh ga bisa ikutan cooking class ini, dan gagal deh ketemu Machiko..

Tapi Tuhan baik banget sama kita.. pas kita sampai disana belum ada siapa-siapa.. mau contact temen saya, Machiko, juga ga bisa… mau kabarin host nya kita udah sampe, ga bisa juga.. ya akhirnya kita diem di bawah Tsutenkaku Tower aja deh, sampaaii kemudian kita denger ada 2 orang bule nyebut cooking class gitu.. langsung aja deh ditanya sama si kangmas, and yippie mereka mau ikutan cooking class juga.. dan ga lama, dari kejauhan, datanglah Machikoooo… aarrgghhhh… kangen sekali sama Machiko.. Machiko adalah teman nyanyi saya di Jakarta.. ga nyangka ketemu Machiko lagi, tapi kali ini bukan di Jakarta, melainkan di Osaka! Yeaayeyeyayyy super happy!

PhotoGrid_1459258482835

Cooking Class by Eat Osaka

IMG_20160314_234504

With our Sensei “Aya”.. She’s great teacher..

IMG_20160314_234716

With Machiko Chan 😀

IMG_20160407_230542

One of the best moment in my life.. having cooking class with my dear friend, Macchan.. 😀

Yupp, I love cooking, makanya saya excited banget ketika googling dan nemu si cooking class ini.. Saya pilih untuk belajar Japanese Street Food, yaitu bagaimana cara membuat Kitsune Udon mulai dari tepung, terus belajar bikin Yakitori, dan belajar bikin Chopstick  Okonomiyaki. Dan malam itu sangattt menyenangkan, jadi lupa deh sama drama tadi sore.. hehehee.. Untuk cooking class ini harganya 6,500 yen per orang. Tapi ilmu yang didapat worth it banget! Sekarang saya sudah bisa bikin okonomiyaki dan yakitori sendiri loh.. 😀 *lihat foto di bawah yaa.. dijamin bikin mouth watering..ahaahhaa…

IMG_20160327_212030

Okonomiyaki asli buatan saya ❤

Untuk bikin Okonomiyaki ini gampaang bangett… Cuma telur, terigu, wortel, kubis dan air..Campur semua bahan, lalu tuangkan adonan di atas pan yang sudah diberi minyak.. tambahkan saus okonomiyaki, mayonaise, dan dried konbu 😀

IMG_20160403_100449

My homemade “Yakitori”

Yakitori di Jepang enak bangettt yaaa.. karena ternyata mereka pakai sake dan wiski.. ahahaa.. pantesan harum nya beda.. wkwkwk.. nah buatan saya ini ga pake wiski, tapi pake sake aja.. pakai daging ayam tanpa tulang bagian paha atas, dan juga pakai octopus.. hehehe.. Cara membuat nya juga mudah sekali.. Pakai soya sauce, mirin, sedikit dashi, air dan jangan lupa “Sake”.. Selamat mencoba..

Oiya, Macchan sempat membawakan saya kue Baumkuchen yang amat terkenal di sana, yaitu buatan Club Harie, yang berasal dari Shiga Perfecture, tempat Macchan tinggal. Rasanya enaaak sekaliiii.. Ini Baumkuchen terlezat yang pernah saya coba.. Baumkuchen di Jakarta kalaaaahhh jauhhh… Ini penampakan nya.. Dan kue-kue di Jepang rata-rata tidak bertahan lama, paling lama 1 minggu, karena mereka tidak menggunakan pengawet..

IMG_20160308_204011

Baumkuchen by Club Harie.. Rasanya lezat sekali ❤

Oiyaa, belum selesai ceritanya.. selesai dari Cooking Class, Macchan yang baik hati menawarkan untuk mengantarkan kami ke Station ShinOsaka, dan dia juga menawarkan untuk mengantarkan dua bule australi tadi ke stasiun terdekat.

Domou Arigatou, Macchan.. See you in Kyoto..

Cheers,

Regina Desi

 

Read Full Post »

Yupppp.. Pekanbaru (PKU), ibukota dari Propinsi Riau, salah satu propinsi Indonesia yang berada di Pulau Sumatera. Konon kota ini disebut Kota Bertuah (The City of Good Fortune). Perjalanan dari Jakarta menuju Pekanbaru memakan waktu sekitar kurang lebih satu setengah jam. Pagi itu saya mengambil first flight Garuda Indonesia.

catch up my first flight!

catch up my first flight!

Sekitar pukul 08.45 pagi saya sudah tiba di Bandara International Sultan Syarif Kasim II. Bandara di Pekanbaru ini tergolong masih baru, masih bersih dan rapi, dan tidak terlalu besar. Tidak ada garbarata. Kami harus naik dan turun melalui tangga manual. Tak lama kami pun tiba di exit gate. Yang cukup menarik adalah landmark yang terletak di bagian luar airport. Tentu saja saya tak melewatkan kesempatan ini untuk FOTO! 😀

Nice landmark of Sultan Syarif Kasim II International Airport - Pekanbaru

Nice landmark of Sultan Syarif Kasim II International Airport – Pekanbaru

Mobil yang menjemput kami sudah siap. Karena masih pagi dan belum bisa check-in di hotel, jadilah kami berkeliling untuk mencari sarapan. Walaupun sudah dapat breakfast di pesawat, tapiii yaa lupakan lah diet yaaa.. wong saya mau happy-happy mencicipi kuliner Pekanbaru ini..

Tempat pertama yang datangi adalah Rumah Makan Pondok Asam Manis Baung, yang terletak di Jln. Jend. Sudirman, salah satu jalan protokol di Pekanbaru. Begitu masuk ke dalam, tak nampak satu pun pengunjung lain nya, seperti nya rumah makan ini baru saja buka. Begitu kami tanya apakah sudah bisa menyajikan makanan, memang belum semua masakan siap, tetapi sudah ada beberapa masakan yang bisa dihidangkan. Kebetulan menu favorit rumah makan ini sudah bisa disajikan. Masakan khas Pekanbaru adalah Ikan Baung dan Ikan Patin. Jadilah kami memesan gulai ikan baung asam pedas dan ikan baung goreng balado.

my first culinary in Pekanbaru!

my first culinary in Pekanbaru!

Lepas mengisi perut, kami kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini saya diajak berkeliling ke Rumbai dan Minas. Yup, si kangmas memang baru saja diterima di salah satu perusahaan Oil and Gas, dan kunjungan kali ini saya berkesempatan untuk melihat apa saja sih isi di dalam camp tersebut. Rumbai Camp dan Minas Camp adalah camp yang terdekat dengan pusat kota Pekanbaru. Duri dan Dumai yang paling jauh. Pada kunjungan kali ini saya tidak sempat menengok Duri dan Dumai.

Tibalah saya di gerbang utama Rumbai Camp. Dimulai dari sini batas kecepatan maksimum kendaraan roda empat hanyalah 70km/jam. Wooow, saya yang biasanya nyetir kecepatan 100km/jam berasa ngantuk karena lambat bangettt!! Seluruh rambu-rambu lalu lintas yang ada harus dipatuhi. Beda dengan Jakarta, dimana rambu-rambu tersebut hanya dilihat sebagai pajangan pinggir jalan. Disini semua kendaraan yang melintas diawasi, dan apabila ditemukan melanggar batas kecepatan, atau pun melanggar rambu-rambu yang ada, sanksi pun akan diberikan. Perjalanan dari Pekanbaru ke Rumbai memakan waktu sekitar 20 menit. Dari Rumbai ke Minas sekitar 25 menit.

Memasuki kawasan Chevron

Memasuki kawasan PT Chevron Pacific Indonesia

Selesai berkeliling, saya dapat menyimpulkan bahwa camp ini seolah-olah penjara exclusive! Yup.. begitulah saya mengartikan nya.. Camp ini lengkap dengan segala fasilitas yang ada yang diperlukan oleh manusia untuk melakukan aktivitas nya sehari-hari.. Namun camp ini jauh dari lingkungan luar, masih dikelilingi hutan yang amat luas, masih ada palang bertuliskan “perlintasan hewan”, benar-benar back to nature banget!

Puas berkeliling dan berfoto-foto, kami melanjutkan kembali perjalanan menuju kota Pekanbaru. Saat nya check in sudah tiba. Hotel yang kami pilih Grand Tjokro Pekanbaru, salah satu chain hotel dari Kagum groups. Hotel bintang 3 ini berlokasi di jalan protokol, sehingga mudah ditemukan. Untuk review terkait hotel ini langsung saja meluncur ke tripadvisor saya ya.. 😀

Grand Tjokro Pekanbaru

Grand Tjokro Pekanbaru

Overall hotel ini menyenangkan with affordable price tentu nya! Kemarin saya lagi dapat harga promo, jadi cuma bayar 399rb sudah termasuk breakfast for two persons.. Lokasi hotel ini juga strategis di pusat kota. Menu pilihan breakfast nya juga beragam. Saya suka lontong gulai nangka nya! Enaaakk, saya sampai nambah! hehehe..

Di sepanjang jalan kota Pekanbaru, Anda pasti akan dengan mudah menjumpai toko roti dan kue Van Hollano Bakery. Karena hampir dimanapun, kita dapat menemukan nya. Seperti nya ini adalah salah satu toko roti khas Pekanbaru yang terbesar disana. Karena penasaran, saya masuk ke salah satu toko nya yang berada di salah satu mall terkemuka di Pekanbaru. Hanya perlu satu menit bagi saya untuk berkeliling toko tersebut dan menyimpulkan bahwa toko roti sepintas terlihat seperti gabungan antara Holland Bakery, JCo Donuts, Bread Talk dan Kartika Sari *no offense.. hihihi.. Waah, maksud nya gabungan tuh begimana? Naaah, kalau Anda penasaran, langsung saja berkunjung ke Kota Bertuah ini.. 🙂

Cheers,

Regina ❤ Radite

Read Full Post »

Pagi itu kami membuka mata di… yup, Paris! hihihihiiii… Jam 6 pagi kami sudah bangun, mandi, dan bersiap-siap.. Kalau boleh jujur sih, saya pengen banget mengunjungi Istana Versailles.. tapi dengan pertimbangan kalau Versailles itu di pinggiran kota Paris, dan kalau ke sana akan memakan waktu seharian, jadi saya urungkan niat itu.. Mungkin nanti kalau ada kesempatan ketiga saya berkunjung kembali ke kota ini.. hehee.. Karena keterbatasan budget, kami pilih hotel tanpa breakfast.. jadilah kami sarapan mie gelas.. aaahahhaa.. untungnya pihak hotel berbaik hati memberikan air panas mendidih buat kami untuk menyeduh mie gelas.. 

Rute kami hari itu standard nya tour kalo ke Paris.. tapi yang menyenangkan adalah, karena kita jalan sendiri, ga pake tour, jadi kami bebas menentukan sesuka hati kemana kaki ini mau melangkah.. 😛

Tujuan pertama kami adalah Arc de Triomphe.. Bangunan di tengah – tengah kota yang bisa dilihat dari 8 sudut kota.. untuk bisa mendapatkan foto yang oke, kita harus berdiri di tengah-tengah jalanan dengan lalu lintas dua arah.. Dan kami nekat dooong, demi mendapatkan hasil foto yang bagus.. hehee..

Camera 360

We are here.. Arc de Triomphe..

Kami melanjutkan berjalan kaki melintasi Champ d’Ellyses yang terkenal itu.. sepanjang jalan di kiri kanan berjejer rapi toko – toko dari brand – brand ternama.. sebut sama Louis Vuitton, ZARA, Swatch, Sephora, Haagen Dazs, Laduree, dll..

Camera 360 Camera 360

ZARA @Champ d'Ellyses

ZARA @Champ d’Ellyses

Camera 360

Sephora @Champ d’Ellyses

Camera 360

Laduree @Champ d’Ellyses

Kami melanjutkan perjalanan menuju Obelisk dan Grand Palais..

Grand Palais

Grand Palais

Selesai dari situ, kami naik Metro menuju Musee du Louvre..

Musee du Louvre

Musee du Louvre

Photosession @ Louvre

Photosession @ Louvre

Love you so much, my dear husband..

Love you so much, my dear husband..

Selesai dari Musee du Louvre kami melanjutkan perjalanan menuju si jembatan cinta, Pont des Art.. Saya sudah menyiapkan gembok yang dibeli di Jakarta.. biar hemat.. hehe.. 😀

Je t'aime, mon mari..

Je t’aime, mon mari..

Sepanjang jalan Pont des Art ini ada kakek tua yang memainkan akordion.. duuuh, romantis ciamik bangetttt suasana nyaa.. rasa nya ingin berlama-lama disini sambil menikmati senja Sungai Seine.. Tapi kami harus melanjutkan perjalanan menuju Notre Dame.. Tadi nya kami mau naik metro saja, tapi kata kangmas deket kok kalau jalan kaki.. yo wisss, tapi ternyata gempor juga euy jalan dari Louvre ke Notre Dame.. 

Notre Dame

Notre Dame

It's Notre Dame

It’s Notre Dame

Selepas dari Notre Dame, kami langsung buru – buru ke Eifell untuk mengejar lampu kerlap kerlip nya Eifell yang cuma ada tiap menjelang senja.. Dan memang kami sengaja menaruh Eifell di penghujung hari, karena Eifell lebih romantis apabila dilihat di malam hari.. Trust me!

You mean more than anything to me, yes you do!

Eifell and us.. ❤

Dan begitulah, Tuhan mengabulkan doa saya.. untuk bisa kembali lagi mengunjungi kota ini dengan sang kekasih hati.. Thanks Jesus.. I love You, Jesus..

Cheers,

Regina Desi

 

Read Full Post »

Setiba nya di Charles de Gaulle, langsung deh jadi fakir wifi, biar bisa update di Path.. hahahaaa… *iyah, Path and any other socmed emang buat pamer.. 😛 Biarkan si kangmas sibuk dengan si tablet yang baru ketemu untuk cari info gimana cara nya menuju ke hotel kita di Paris dari Airport.. Untunglah suami saya ini biarpun ceroboh tapi pinter.. ahahhaaa.. Saya serahkan semua urusan transportasi sama dia.. Si kangmas udah sibuk di depan vending machine untuk beli tiket RER B.. Saya keliling mau cari toko yang jual minuman.. setelah ketemu toko nya, eeeh kok saya ga rela ngeluarin Euro saya buat beli minuman yang harga nya Eur 5 alias 75rb hanya untuk sebotol kecil air mineral.. duhh saya tahan aja deh dahaga ini.. maklum turis pelit  hemat .. 😛

Ticket t+ sudah di tangan, sekarang tinggal mencari platform yang dituju, dari Charles de Gaulle Aeroport menuju Gare du Nord.. sekali lagi saya serahkan sama si kangmas deh dalam urusan baca membaca peta.. hohoho.. Ga berapa lama, datanglah si RER, untungnya kosong, dan dapet tempat duduk… *ya jangan dibandingin sama KRL Ekonomi sini lah yaaaa..

Paris menyambut kami dengan gemericik hujan kecil.. Seketika hawa dingin menyergap.. Yah, karena saat itu sudah mulai masuk musim gugur.. sejauh mata memandang, pohon-pohon mulai nampak meranggas dan menggugurkan daun nya.. pemandangan yang cantik dan romantis buat saya.. Tapi dingin yang tidak bisa saya tahan, maklum, saya lahir dan besar di negara tropis. Cuaca yang terlalu dingin bisa seketika membuat hidung saya merah..

Setelah 45 menit, tibalah kami di Gare du Nord.. yup.. Gare du Nord yang selama ini hanya saya lihat dan sebut-sebut di tempat saya kursus bahasa Perancis, salah satu stasiun terbesar dan tersibuk di kota Paris. Pada kunjungan pertama saya ke Paris tahun lalu, saya belum sempat singgah di Gare du Nord ini.. Banyak platform disini, dan banyak metro line yang terhubung ke sini.

Hotel yang kami pilih untuk stay di Paris adalah hotel bintang ** Garden St. Martin di 35 Rue Yves Toudic, Paris.. ulasan lengkap tentang hotel nya ada disini.. Untuk menuju ke hotel ini, kami harus naik metro line 5 arah ke Place d’Italie dan turun di Metro Jacques Bonsergent.. Letak hotel ini cukup strategis, tidak terlalu jauh dari metro.. Dengan mudah kami menemukan nya.. sambil menarik 2 koper besar ditemani rintihan hujan dan dingin nya angin.. memori yang ga bakal saya lupain deh.. sambil ngetik cerita ini saja, memori tersebut sudah datang menyergap kembali.. 😀

Selesai check-in, kami pun beristirahat sebentar.. yakk sebentar aja yaah, ga pake lama, karena udah ga sabar untuk get lost.. ahahahaa.. walaupun kaki masih senut-senut, dan hidung masih merah, tapi yaa paksain ajaaa.. hello, kita ini lagi di Paris loooh, masa mau tiduran aja di kamar hotel??  Bergegas deh kami ganti busana, pake coat ZARA baru yang kemaren dibeli di Spanyol (kalo di Indonesia saya mah ga bakalan beli ZARA, secara mahal bangettt!)

Lokasi pertama yang saya tuju pasti nya : Sacre Coeur.. kenapa? Ya karena saya merasa Tuhan Yesus sudah sangat baik kepada saya, sehingga Ia mengabulkan doa saya, untuk kembali lagi ke Paris.. Saya pernah berjanji dan berdoa di Sacre Coeur, bahwa suatu saat saya akan kembali lagi dengan orang yang saya cintai.. Yaaa, dan disini lah saya sekarang, di Sacre Coeur, dengan si kangmas, my lovely husband.. ❤ *di dalam Sacre Coeur tidak diperbolehkan mengambil gambar, dan saya sangat menghormati aturan ini.. jadi tidak ada foto nya yaaa.. walaupun pengen banget foto.. hehe..

Sacre Coeur for 2nd time..

Sacre Coeur for 2nd time..

1st time for him..

1st time for him..

Saya punya pengalaman batin khusus ketika berdoa di Sacre Coeur ini.. Rasanya Tuhan tuh sayaaang sekali ya sama saya.. hikss.. I love You, Jesus.. ❤ Spirit nya berasa bangetttt disini, seolah Tuhan menyapa saya langsung.. I will always remember it..

Tahun lalu ketika kesini, saya berniat untuk membeli kalung rosario untuk pemberkatan pernikahan saya.. tapi yaaa karena mahal bangettt yaaa, jadi saya urungkan niat, eh terus nyesel kenapa ga beli aja.. kali ini saya masuk lagi ke toko yang sama, niat nya sih pengen beli kalung rosario itu lagi, sambil nunjukkin ke kangmas, ini loh kalung rosario yang waktu itu saya ceritain, dan hampir saya beli tapi ga jadi.. Daaaan tetep aja dong, akhirnya ga jadi beli kalung rosario itu.. ahhahahaa.. haduuh nasib gaji masih rupiah begini deeeehh.. hehehee..

Puas berkeliling Sacre Coeur, kami melanjutkan perjalanan menuju Montmartre.. Yaah, Montmartre memang selalu memanjakan hati.. Hujan rintik belum juga reda.. kami terpaksa membuka payung, khususnya sih payungnya buat saya yang gampang banget terserang flu kalo kena hujan.. Kami menyusuri Montmarte, berjalan di atas cobbled-stone nya itu.. di kanan kiri tampak bangunan-bangunan vintage dari cafe – cafe.. Kali itu saya tidak  menemukan pelukis pelukis jalanan yang biasa nya ada disitu.. karena hari hujan.. ouch sayang sekali.. karena perut lapar dan matahari juga sudah mulai terbenam, kami pun harus segera memutuskan mau makan malam di mana..

Montmartre <3

Montmartre ❤

Montmartre..

Montmartre..

Selfie selfie.. belom ada tongsis.. :P

Selfie selfie.. belom ada tongsis.. 😛

Beautiful scenery..

Beautiful scenery of Montmartre..

Kami berputar-berputar keliling Resto dan akhirnya menemukan satu resto yang terlihat cukup nyaman, dengan pemanas di atas nya, jadi walaupun kami duduk di luar, kami tetap hangat.. kami makan malam di Le Chinon.. menu yang kami pesan Poullet et Pomme de terre, dan tak lupa segelas wine.. Wine Perancis memang tidak pernah mengecewakan.. selalu enak untuk ukuran lidah bukan penggermar wine seperti saya ini..

Cheers, mon amour..

Cheers, mon amour..

Bon appetite!

Bon appetite!

Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Moulin Rouge.. Di kiri kanan banyak toko-toko, mulai dari jual baju hangat sampai boots.. Karena sepatu crocs saya sangat tidak bersahabat di cuaca yang super dingin ini, saya memutuskan untuk mencari boots yang sesuai dengan kantong saya.. Sebetul nya saya udah nyari boots mulai dari di Zarautz, San Sebastian, Barcelona, cuma belom ada yang cocok (harganya… *hehehe) . Dan akhirnya jodoh boots saya emang ada di Paris.. setujulah si kangmas untuk beliin saya boots yang kalo di rupiahin seharga 600rb-an.. dooh mahal amat sih nih boots.. tapi yaaa gimana lagi.. daripada telapak kaki saya beku.. ahahahaa..

Langsung deh itu boots saya pake menyusuri jalan Pigalle untuk sampai ke Moulin Rouge.. Ini adalah kali kedua saya ke Moulin Rouge, walaupun cuma mampir untuk photo stop aja, ga pernah masuk ke dalem nyaa..

Moulin Rouge, voulez vous?

Moulin Rouge, voulez vous?

Tak lupa saya mampir ke Monoprix, semacam toserba untuk beli sabun kesukaan saya.. hahaha.. harganya lebih murah di sini.. Saya pernah lihat di Ranch Market, harga nya 2x lipaattt.. Sabun kesukaan saya ini brand nya Cottage, yang wangi nya vanilla lait aka milk vanilla.. Selesai belanja di Monoprix, kami pun bergegas pulang kembali menuju hotel untuk beristirahat.. Tak lupa juga, sebelum sampai ke hotel, kami mampir ke satu warung, untuk beli Evian, air mineral yang kalo di Indonesia harga nya selangit, tapi kalo di Paris mah si Evian itu macam VIT kali yakk.. oiya, lebih murah beli air mineral di warung begini, ketimbang beli di dalam Metro.. 😀

Cheers,

Regina Desi

Read Full Post »

29th May 2014 – Day 2

Yakk hari kedua kita akan Island Hopping.. 😀 Jadi kita akan mengunjungi pulau -pulau cantik di Belitung.. Pagi itu selesai sarapan, Pak Kusumah udah standby sambil ngupi ngupi cantik sama GM nya Hotel Grand Hatika.. 😀

Yup karena ini private tour, jadi boat nya cuma isi 4 orang.. Saya, kangmas, Pak Kusumah, sama si akang nakhoda.. ciyeee.. Hari itu cuaca di pelabuhan Tanjung Kelayang agak mendung.. tapi syukurlah, pas tiba di pulau – pulau yang dituju, matahari mendadak muncul.. duhh legaaa deh..

ready for island hopping!

ready for island hopping!

Pulau pertama yang kami kunjungi adalah Batu Balayar.. Batu – batu granit nan cantik, megah dan gagah, dibalut jernih nya air duuuuhhh berasa pengen berlama – lama..

Batu Balayar

Batu Balayar

Perhentian kedua adalah Pulau Pasir.. naah kalau air sedang surut, kita akan dengan mudah menemui bintang laut.. Duuuh saya udah kepengen banget photo session sama si bintang laut iniiih.. Dan akhirnya kesampaian jugaa… eh, tapi jangan kelamaan yaaah naruh bintang laut nya di atas pasir.. mesti buru-buru balikin ke dalam air.. kalo engga nanti mereka stresss dan bisa mati.. hiksss.. Awalnya saya ngeri ga mau pegang takut digigit.. ahahhaaa, eh tapi akhirnya diberaniin megang juga.. *demi photosession..

me and starfishes!

me and starfishes!

Dan si kangmas ga mau ketinggalan jugaaa dong foto sama si bintang laut cantik ini.. 😀

 

hey! look at these cute starfishes!

hey! look at these cute starfishes!

Puas foto foto sama si bintang laut, kami melanjutkan Island Hopping kami.. perhentian ketiga yaitu Pulau Lengkuas.. nah, di dekat Pulau Lengkuas inilah terdapat spot untuk snorkeling.. saya dan kangmas tentu saja nyeburrr dong.. pemandangan bawah laut nya cantik.. oiya, saya bawa roti untuk ngasih  makan ikan.. ikannya pada nyamperin, eeehh tapi begitu disamperin ikan nya saya malah ketakutan.. *duuh macan kok takut sama ikan??

Selesai snorkeling, tak terasa sudah tengah hari, kami pun singgah di Pulau Lengkuas untuk istirahat dan makan siang. Menu makan siang nya berupa nasi box dengan lauk yang cukup nendang, ditemani dengan es kelapa muda.. oiya, kalau disini, yang dibilang es kelapa muda tuh kelapa nya bener-bener masih muda.. pokoknya suegeeerr tenan..

Nah, Pulau Lengkuas ini cantiiiik banget, tapi sayang nya banyak karang-karang, sehingga kurang nyaman untuk berenang.. telapak kaki saya yang ringkih berhasil terkena guratan si karang dan alhasil periih bangetttt hingga ga bisa main main di pantai nya deh..

Icon di Pulau Lengkuas ini yaitu Lighthouse atau Mercusuar.. Konon pemandangan dari atas Mercusuar itu indaaaahhh bangettt.. awal nya saya ga mau naik.. tapi dibujuk-bujuk sama kangmas.. oke deh saya mau naik.. tapi ternyata untuk masuk ke dalam nya kita mesti lepas alas kaki.. duuuh saya pikir di dalem nya bersih yaaakk.. eh tapi karatan begitu.. secara telapak kaki saya lagi lecet kena karang, yowis saya jadi ogah deh, takut kena tetanus.. mana pula itu ada 18 lantai bookk.. ga pake lift.. hahahaa.. duh jadi biar aja deh tuh kangmas naik sendiri , foto foto sendiri.. saya nunggu di bawah aja, ngobrol sama akang-akang sambil menikmati popmie seduh hangat.. 😛

the Lighthouse in Lengkuas Island

the Lighthouse in Lengkuas Island

Tak terasa hari sudah sore, kami pun kembali ke Tanjung Kelayang.. capeeekkk.. naik boat serasa jauuhh banget kok ga nyampe nyampe yaaah.. mana hujan turun, jadi nya angin nya kencengggg pisan.. Tiba di Tanjung Kelayang kami melanjutkan perjalanan ke Bukit Berahu untuk dinner.. eeehhh tapi pas udah nyampe Bukit Berahu, ternyata venue untuk dinner kami tuh bukan di situ, tapi di Berage.. ya sudahlah, kami cuss balik ke Hotel untuk istirahat sejenak sebelum makan malam..

Makan malam kali ini di Berage.. menu yang disajikan juga mantap.. untuk soal kuliner, Belitung memang nyemiiii pisan.. duh karena saya lagi males di foto, lagi jelek, belom hair do, belom make up.. beginilah jadinya.. abaikan wajah saya yaakk.. liat aja menu makanannya.. hahahhaaaaa..

Dinner dinner

Dinner dinner

Nah selesai makan malam, kami minta diantarkan untuk beli oleh – oleh.. Duuuh kalap deh.. beliin oleh – oleh buat sodara2 sebangsa dan setanah air.. mulai dari t-shirt, gantungan kunci, tempelan kulkas, sampe sirop jerok kunci.. Pak Kusumah memang top deh.. beliau tau loh tempat tempat yang recommended untuk beli oleh-oleh.. Ga berasa udah jam 9 malem, dan saya jadi last customer nyaaa.. hahhaaa.. *kalap beli oleh2.. Okeh, bayar di kasir dan langsung cuss menuju hotel untuk istirahat dan packing, siap-siap kembali ke Jakarta esok pagi nya.. 😀

Xoxo,

ReginaRadite

Read Full Post »

Older Posts »

the.beauty. secret.of.desi

the secret, power of mind, and financial freedom