Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Power of Mind’ Category

Kali ini saya akan berbagi pengalaman merasakan bertransformasi menjadi Maiko.

Apa itu Maiko? Maiko adalah calon geiko atau seniman perempuan yang mengabdikan hidupnya untuk kebudayaan Jepang dengan hidup melajang. Adapun Geiko adalah sebutan khas untuk para perempuan pengabdi kebudayaan asal Kyoto. Di luar Kyoto, mereka disebut dengan Geisha.

Setelah googling kesana kemari untuk mencari harga yang cocok di kantong dengan hasil memuaskan, akhirnya ketemulah sama Maiko Henshin Shiki Studio ini. Saya sempat lihat Dian Sastro, Andien, BCL foto disini dan hasilnya bagus baguuuss.. Tapi ada harga ada rupa yaa.. Harga aslinyaa muaahaaall bangeett.. Tapi pucuk dicinta ulam tiba, ternyata studio ini lagi bikin program campaign dalam rangka opening new shop mereka.. promo nya discount 50%! Wow, jadi berapa yen? nih, langsung aja mampir ke web mereka –> http://www.maiko-henshin.com

Begitu menginjakkan kaki di Kyoto, saya merasakan Japanese culture yang sangat kental.. Apalagi di daerah Ninenzaka, saya melihat banyak orang berseliweran memakai Kimono / Yukata. Tak sulit untuk menemukan Maiko Henshin Studio. Lokasi studio ini mudah ditemukan, di daerah Ninenzaka, dekat Kiyomizudera Temple.

Sebelumnya saya sudah melakukan reservasi via email. Dan begitu saya datang, saya langsung dilayani dan tidak perlu mengantri. Receptionist yang membantu kami bisa berbahasa english, namun tidak begitu lancar.. kebanyakan akhirnya pakai bahasa tubuh.. ahahha.. that’s why jadinya kita lama banget di meja receptionist.. Karena banyak sekali options yang harus kita pilih di awal, seperti pose apa yang kita inginkan, berapa kali pose, menggunakan full wig atau half wig, paket studio saja atau strolling plan, dll.

Karena saya berdua dengan kangmas, tadinya mau ambil Studio Plan untuk saya, dan Samurai Plan untuk kangmas; tapi ternyata mereka memiliki hidden plan ketika kami tiba disana. Mereka menawarkan kami Couple Plan, yang kalau dihitung ternyata lebih murah. Okelah, kita ambil Couple Plan, dapat 2 photo couple + 1 samurai + 1 maiko, jadi total dapat 4 pose; nah habis itu saya nambah lagi 2 pose @1,000 yen. Mumpung sudah disini, jadi tutup mata aja deh sama harganya.. Belum tentu dua kali lagi difoto beginian.. hehehe..

Jadi berikut paket yang saya ambil : Couple Plan (4 photos) + 2 additional photos for Maiko + Half Wig + tabi (kaus kaki) dan sudah mendapatkan soft file dalam bentuk CD-R, dan juga photo book. CD-R dan photo book nya langsung jadi dan bisa diambil begitu kita selesai melakukan pembayaran. Total payment saya 17,800 yen.

Begitu sudah deal, receptionist akan memberikan kita kunci locker dengan gantungan (biar ga ilang) dan juga keranjang yang berisi tabi, dan kimono tipis berwarna putih untuk dalaman. Kita dipersilahkan untuk melepaskan sepatu, dan berganti pakaian. Untuk make up dan hair do Maiko membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam. Untuk Samurai hanya perlu waktu 15 menit.. Ironis yaa perbedaan nyaa.. hahaha.. Jadi, kangmas boleh muter muter dulu 45 menit, nanti baru balik lagi ke Studio.

Selesai berganti pakaian, saya diantar menuju ruang rias. Nah, disini saya dirias pakai bedak tebal putih, blush pink, bibir merah tipis merona, eyeliner merah, dan alis coklat kemerahan. Selesai rias wajah, saya diantar menuju wig room. Saya mencoba wig sampai menemukan yang cocok dengan kontur kepala saya. Selesai pasang wig, saya diantar menuju ruang memilih Kimono. Ada banyak pilihan, mejikuhibiniu.. tapi saya udah ngincer Kimono ini, terinspirasi dari Andien, dan memang Kimono ini yang motifnya paling cantik menurut saya, warna nya pink pula. Kebetulan Kimono yang saya mau lagi dipakai orang.. Jadi saya mesti nunggu sekitar 10 menit.. It’s okay, saya tunggu daripada nyesel ga pake ini Kimono.. hahahaa.. Dan ternyata ga sampai 5 menit, itu Kimono udah ada.. akhirnya saya diantar menuju ke ruang untuk dipakaikan Kimono beserta assesoris nya.

Ternyata Kimono itu beraat banget yaaa.. Dan tight bangettt.. kenceeenggg bangetttt ngiketnya.. makanya mereka tidak memperbolehkan ibu hamil untuk berfoto pakai Kimono gini.. kebayang kan tuh perut nya dibebet sampe kenceeng.. duuh, saya aja sampe pengaap megap megap kayak mau kehabisan nafas.. Huhhu..

Habis pakai Kimono selesai, saya pilih assesoris rambut. Dan voila, saya sudah berubah menjadi Maiko.. Hehe.. Gimana? Cocok ga jadi Maiko?

13495324_10154266540564137_6048758939691661337_n

My transformation as Maiko

Setelah dandanan lengkap macam begini, saya diantar menuju ke studio foto yang ada di lantai bawah. Dan saya ketemu si kangmas yang takjub ngeliat muka putih semua kayak dipakein tepung.. haaahahaa.. but hello, it’s an art! Kangmas sih takutnya saya disangka Maiko beneran… hahaahhaa… Ternyata untuk si Samurai, cuma dipakein baju Samurai gitu aja, ga dibedakin, hahaha padahal kan mau difoto.. ya udah saya bedakin si kangmas dikit deh biar ga oily tuh muka..

Nah kita dikasih free time untuk foto-foto pakai kamera sendiri selama 10 menit. Langsung lah saya take pose dan kangmas jeprat-jepret pake kamera nya. 10 menit berlalu, tapi kita kok belum dipanggil untuk masuk ke dalam lagi yaa.. kayaknya petugasnya kelupaan.. hahahha.. hampir 20 menit kita dibiarin keliaran di luar foto-foto. Untungnya cuaca saat itu bagus, ga panas, tapi ga hujan juga.. Dingin sih, cuma itu Kimono tebel banget jadi bikin anget..

Akhirnya kita dijemput untuk dipanggil masuk ke dalam studio lagi, dan disana udah ada photographer nya yang siap buat taking photos. Photographer nya perempuan.. Ramah dan kooperatif sekali. Sesi foto berjalan menyenangkan.. 😀

Selesai difoto, saya kembali diantar menuju changing room, untuk melepas assesoris rambut, kimono, dan wig. Kemudian saya dibantu untuk membersihkan bedak putih di bagian punggung dan leher belakang saya. Untuk membersihkan make up, mereka sudah menyediakan peralatan yang lengkap, mulai dari kapas, milk cleanser, face tonic, bahkan shampo dan juga hair dryer.

Fiuuhh akhirnya selesai juga beberes nya, dan saya kembali diantar menuju ke tempat receptionist untuk melakukan pembayaran dan juga mengambil hasil foto. Dan hasilnya bagus sekali.. Tidak mengecewakan.. You get what you paid for.. Penasaran sama hasilnya.. Nih silahkan dilihat sendiri yaa..

10441169_10154007928329137_2338552959034606136_n

Love the details

 

1923844_10154007930529137_4995123883893181181_n

Greetings from Kyoto

12832460_10154007930824137_5455629298137157087_n

Samurai & Maiko

Well, that’s all my story.. Kalau ada yang berminat foto ala Samurai dan Maiko seperti kami, langsung aja dateng ke Maiko Henshin Shiki Studio, Kyoto.

Sayonaraaa..

Cheers,

❤ regina desi

Advertisements

Read Full Post »

Finally, I can make my Papa’s dream come true.. I saved my  money month by month, year by year to pursue Papa’s dream, to visit his parents hometown.. It’s ok for me not to spend all my money for my own leisure, for not giving extra budget on  my shopping agenda, for keep straight with my monthly expenses.. And now, as the result, I can present this honeyday trip as a gift for their 31st Wedding Anniversary..

Love your parents, and treat them with loving care, for you will only know how precious they are, when you see their empty chair

Begitulah sepenggal kalimat yang saya tulis di status social media saya.. Ada rasa bangga dan haru karena saya berhasil mewujudkan mimpi Papa saya.. Beliau bercita-cita untuk bisa mengunjungi kampung halaman tempat Akung dan Apo berasal.. Persiapan yang cukup lama, kurang lebih satu tahun untuk mempersiapkan hadiah perjalanan ini. Mulai dari mencari musim yang tepat hingga mencari tour travel yang harganya kompetitif (dan MENABUNG tentunya)..

The greatest power of mind… begitulah saya selalu yakin dan percaya akan kekuatan positif yang ada di dalam diri saya.. Hingga akhirnya, semesta pun mendukung.. Papa dan mama mendapatkan trip dengan timing yang sangat baik.. Low season and low price.. 😀 *Thanks Jesus..

Hari yang dinantikan pun tiba.. Saya mengantar papa dan mama ke Airport.. Flights ke China menggunakan Cathay Pacific dan transit di Hongkong.. Selesai mempertemukan papa mama dengan sang tour guide, dan menunggu mereka sampai masuk ke boarding gate, saya pun pulang dan berdoa semoga perjalanan mereka lancar sampai tujuan.

PhotoGrid_1440041084165

Keesokan pagi nya mendapat kabar via Whatssap dari papa kalau mereka sudah sampai di Beijing dengan selamat.. Syukurlah.. Papa bilang hotelnya mewah sekali dan makanan nya enak-enak.. Yipppieee.. ga salah deh pilih tour travel nya.. 😀

IMG_20150427_095636

Trip ke China kali ini, mereka akan mengunjungi beberapa kota seperti Beijing, Nanjing, Wuxi, Suzhou, Hangzhou dan berakhir di Shanghai.. Berbeda dengan perjalanan saya ke China beberapa tahun lalu yang hanya mampir ke dua kota, yaitu Beijing dan Jilin..*maklum trip gratisan sambil nyanyi..  Berikut itinerary perjalanan mereka:

HARI 01 : JAKARTA – HONGKONG

Hari ini berkumpul di bandara Soekarno – Hatta untuk memulai perjalanan tour dengan Golden Rama menuju ibukota China – Beijing dengan transit di Hongkong.

HARI 02 : HONGKONG – BEIJING

Setibanya di Beijing Anda akan diajak mengunjungi. Kemudian Anda akan diajak ke lapangan terluas di dunia, yaitu Lapangan Tian An Men yang juga dikenal dengan sebutan Lapangan Merah dan merupakan pintu gerbang ke istana kaisar pada saat dinasti Qing dan Ming. Kemudian dilanjutkan ke Kota Terlarang (Forbidden City) – komplek istana kaisar dimana sejumlah 242 kaisar dari dinasti Ming dan Qing memerintah dari Istana ini. Malam ini Anda bisa menyaksikan Acrobatic Show yang menakjubkan dan Peking Roast Duck tersedia sebagai santap malam Anda. (MS box/MM)

HARI 03 : BEIJING

Setelah santap pagi Anda akan diajak untuk mengunjungi Istana Musim Panas (Summer Palace) untuk melihat danau pribadi permaisuri Tze Shih yaitu Danau Kunming yang merupakan replica Danau Xi Hu di kota Hangzhou. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi salah satu keajaiban dunia yaitu Tembok Raksasa yang juga dikenal dengan The Greatwall yang dibangun pada abad ke 5 sebelum masehi, kemudian diperluas dan diperbaiki pada jaman dinasti Ming dengan panjang mencapai 6.360 Km. Anda juga akan diajak berfoto dengan latar belakang stadium olimpiade yang disebut Bird’s Nest. Anda juga bisa berbelanja di Yaxiu Market.

HARI 04 : BEIJING – NANJING (by bullet train) // NANJING – WUXI 

Pagi hari perjalanan akan dilanjutkan menuju kota Nanjing dengan menggunakan kereta api cepat. Setibanya di Nanjing, Anda akan diajak mengunjungi Yangtze River Bridge. Kemudian perjalanan akan dilanjutkan ke kota Wuxi untuk bermalam disana.

HARI 05 : WUXI – SUZHOU                  

Setelah santap pagi Anda akan diajak untuk mengunjungi Three Kingdom City . Kemudian Anda akan diajak melanjutkan perjalanan menuju Suzhou. Setibanya di Suzhou Anda akan diajak mengunjungi Lotus Garden yang dibangun pada masa dinasti Qing.

 HARI 06 : SUZHOU – HANGZHOU      

Pada pagi hari, Anda akan diajak mengunjungi pabrik sutera yang terkenal. Kemudian Anda diantar ke kota Hangzhou yang terkenal dengan gadisnya yang cantik dan merupakan kota terindah di dunia menurut Marcopolo. Setibanya disana, Anda diajak untuk berkeliling menikmati keindahan danau Xi Hu yang terkenal dengan cerita legenda ular putih dengan menggunakan kapal cruise. Anda juga akan diajak mengunjungi Huagang Guanyu Garden.

HARI 07 : HANGZHOU – SHANGHAI

Setelah santap pagi perjalanan dilanjutkan menuju kota Shanghai – Manhattan of Asia yang merupakan kota dengan arsitektur modern dengan bangunan – bangunan pencakar langit. Anda akan diajak untuk mengunjungi Cheng Huang Miao Market yang mempunyai arsitektur unik seperti kota kecil di atas air, serta mengunjungi The Bund (Shanghai Tan) yang bersebelahan dengan sungai Huang Pu dan sering dijadikan lokasi shooting film. Anda juga bisa berfoto dengan latar belakang Oriental TV Tower yang merupakan lambang kota Shanghai.

HARI 08 : SHANGHAI – HONGKONG // HONGKONG – JAKARTA

Setelah santap pagi Anda akan diantar menuju airport untuk penerbangan kembali ke tanah air dengan transit di Hongkong untuk berganti pesawat.

IMG_20150530_203421

Posing at The Great Wall, Beijing – China

IMG_20150426_133609

Hari ke-8 perjalanan berakhir untuk kembali ke Indonesia. Saya pun menjemput papa dan mama di Airport dan tak sabar untuk mendengar serunya cerita perjalanan keluar negeri mereka pertama kali.. 🙂

Sampai dengan tulisan ini saya buat, saya masih merasakan betapa bangganya bisa memberikan sesuatu kepada orang tua kita.. Meskipun sebanyak apapun harta yang saya punya tidak akan mampu untuk membalas cinta dan kasih mereka kepada saya selama ini.. Saya bersyukur memiliki orang tua seperti mama dan papa, yang terus memberikan semangat kepada saya untuk meraih mimpi saya, untuk tidak pernah berhenti berjuang, dan untuk selalu percaya pada kekuatan pikiran..

Saya bangga di umur saya yang masih muda ini, saya justru sudah bisa memberikan apa yang orang tua saya butuhkan, bukan sebaliknya seperti kebanyakan orang yang seusia saya yang masih menadahkan tangan ke orang tua mereka.. Walaupun sudah menikah, saya memilih untuk tetap bekerja, karena saya masih memiliki kedua orang tua yang memerlukan saya.. Hanya bergantung pada suami dan menghamburkan uang nya hanya untuk shopping dan mengejar gengsi adalah tindakan yang sangat tidak bijakasana.. Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan kepada saya, sehingga saya bisa terus berjuang untuk kebahagiaan orang-orang yang saya cintai.. Amin..

Xoxo,

 

/desialto

Read Full Post »

Yupppp.. Pekanbaru (PKU), ibukota dari Propinsi Riau, salah satu propinsi Indonesia yang berada di Pulau Sumatera. Konon kota ini disebut Kota Bertuah (The City of Good Fortune). Perjalanan dari Jakarta menuju Pekanbaru memakan waktu sekitar kurang lebih satu setengah jam. Pagi itu saya mengambil first flight Garuda Indonesia.

catch up my first flight!

catch up my first flight!

Sekitar pukul 08.45 pagi saya sudah tiba di Bandara International Sultan Syarif Kasim II. Bandara di Pekanbaru ini tergolong masih baru, masih bersih dan rapi, dan tidak terlalu besar. Tidak ada garbarata. Kami harus naik dan turun melalui tangga manual. Tak lama kami pun tiba di exit gate. Yang cukup menarik adalah landmark yang terletak di bagian luar airport. Tentu saja saya tak melewatkan kesempatan ini untuk FOTO! 😀

Nice landmark of Sultan Syarif Kasim II International Airport - Pekanbaru

Nice landmark of Sultan Syarif Kasim II International Airport – Pekanbaru

Mobil yang menjemput kami sudah siap. Karena masih pagi dan belum bisa check-in di hotel, jadilah kami berkeliling untuk mencari sarapan. Walaupun sudah dapat breakfast di pesawat, tapiii yaa lupakan lah diet yaaa.. wong saya mau happy-happy mencicipi kuliner Pekanbaru ini..

Tempat pertama yang datangi adalah Rumah Makan Pondok Asam Manis Baung, yang terletak di Jln. Jend. Sudirman, salah satu jalan protokol di Pekanbaru. Begitu masuk ke dalam, tak nampak satu pun pengunjung lain nya, seperti nya rumah makan ini baru saja buka. Begitu kami tanya apakah sudah bisa menyajikan makanan, memang belum semua masakan siap, tetapi sudah ada beberapa masakan yang bisa dihidangkan. Kebetulan menu favorit rumah makan ini sudah bisa disajikan. Masakan khas Pekanbaru adalah Ikan Baung dan Ikan Patin. Jadilah kami memesan gulai ikan baung asam pedas dan ikan baung goreng balado.

my first culinary in Pekanbaru!

my first culinary in Pekanbaru!

Lepas mengisi perut, kami kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini saya diajak berkeliling ke Rumbai dan Minas. Yup, si kangmas memang baru saja diterima di salah satu perusahaan Oil and Gas, dan kunjungan kali ini saya berkesempatan untuk melihat apa saja sih isi di dalam camp tersebut. Rumbai Camp dan Minas Camp adalah camp yang terdekat dengan pusat kota Pekanbaru. Duri dan Dumai yang paling jauh. Pada kunjungan kali ini saya tidak sempat menengok Duri dan Dumai.

Tibalah saya di gerbang utama Rumbai Camp. Dimulai dari sini batas kecepatan maksimum kendaraan roda empat hanyalah 70km/jam. Wooow, saya yang biasanya nyetir kecepatan 100km/jam berasa ngantuk karena lambat bangettt!! Seluruh rambu-rambu lalu lintas yang ada harus dipatuhi. Beda dengan Jakarta, dimana rambu-rambu tersebut hanya dilihat sebagai pajangan pinggir jalan. Disini semua kendaraan yang melintas diawasi, dan apabila ditemukan melanggar batas kecepatan, atau pun melanggar rambu-rambu yang ada, sanksi pun akan diberikan. Perjalanan dari Pekanbaru ke Rumbai memakan waktu sekitar 20 menit. Dari Rumbai ke Minas sekitar 25 menit.

Memasuki kawasan Chevron

Memasuki kawasan PT Chevron Pacific Indonesia

Selesai berkeliling, saya dapat menyimpulkan bahwa camp ini seolah-olah penjara exclusive! Yup.. begitulah saya mengartikan nya.. Camp ini lengkap dengan segala fasilitas yang ada yang diperlukan oleh manusia untuk melakukan aktivitas nya sehari-hari.. Namun camp ini jauh dari lingkungan luar, masih dikelilingi hutan yang amat luas, masih ada palang bertuliskan “perlintasan hewan”, benar-benar back to nature banget!

Puas berkeliling dan berfoto-foto, kami melanjutkan kembali perjalanan menuju kota Pekanbaru. Saat nya check in sudah tiba. Hotel yang kami pilih Grand Tjokro Pekanbaru, salah satu chain hotel dari Kagum groups. Hotel bintang 3 ini berlokasi di jalan protokol, sehingga mudah ditemukan. Untuk review terkait hotel ini langsung saja meluncur ke tripadvisor saya ya.. 😀

Grand Tjokro Pekanbaru

Grand Tjokro Pekanbaru

Overall hotel ini menyenangkan with affordable price tentu nya! Kemarin saya lagi dapat harga promo, jadi cuma bayar 399rb sudah termasuk breakfast for two persons.. Lokasi hotel ini juga strategis di pusat kota. Menu pilihan breakfast nya juga beragam. Saya suka lontong gulai nangka nya! Enaaakk, saya sampai nambah! hehehe..

Di sepanjang jalan kota Pekanbaru, Anda pasti akan dengan mudah menjumpai toko roti dan kue Van Hollano Bakery. Karena hampir dimanapun, kita dapat menemukan nya. Seperti nya ini adalah salah satu toko roti khas Pekanbaru yang terbesar disana. Karena penasaran, saya masuk ke salah satu toko nya yang berada di salah satu mall terkemuka di Pekanbaru. Hanya perlu satu menit bagi saya untuk berkeliling toko tersebut dan menyimpulkan bahwa toko roti sepintas terlihat seperti gabungan antara Holland Bakery, JCo Donuts, Bread Talk dan Kartika Sari *no offense.. hihihi.. Waah, maksud nya gabungan tuh begimana? Naaah, kalau Anda penasaran, langsung saja berkunjung ke Kota Bertuah ini.. 🙂

Cheers,

Regina ❤ Radite

Read Full Post »

Setiba nya di Charles de Gaulle, langsung deh jadi fakir wifi, biar bisa update di Path.. hahahaaa… *iyah, Path and any other socmed emang buat pamer.. 😛 Biarkan si kangmas sibuk dengan si tablet yang baru ketemu untuk cari info gimana cara nya menuju ke hotel kita di Paris dari Airport.. Untunglah suami saya ini biarpun ceroboh tapi pinter.. ahahhaaa.. Saya serahkan semua urusan transportasi sama dia.. Si kangmas udah sibuk di depan vending machine untuk beli tiket RER B.. Saya keliling mau cari toko yang jual minuman.. setelah ketemu toko nya, eeeh kok saya ga rela ngeluarin Euro saya buat beli minuman yang harga nya Eur 5 alias 75rb hanya untuk sebotol kecil air mineral.. duhh saya tahan aja deh dahaga ini.. maklum turis pelit  hemat .. 😛

Ticket t+ sudah di tangan, sekarang tinggal mencari platform yang dituju, dari Charles de Gaulle Aeroport menuju Gare du Nord.. sekali lagi saya serahkan sama si kangmas deh dalam urusan baca membaca peta.. hohoho.. Ga berapa lama, datanglah si RER, untungnya kosong, dan dapet tempat duduk… *ya jangan dibandingin sama KRL Ekonomi sini lah yaaaa..

Paris menyambut kami dengan gemericik hujan kecil.. Seketika hawa dingin menyergap.. Yah, karena saat itu sudah mulai masuk musim gugur.. sejauh mata memandang, pohon-pohon mulai nampak meranggas dan menggugurkan daun nya.. pemandangan yang cantik dan romantis buat saya.. Tapi dingin yang tidak bisa saya tahan, maklum, saya lahir dan besar di negara tropis. Cuaca yang terlalu dingin bisa seketika membuat hidung saya merah..

Setelah 45 menit, tibalah kami di Gare du Nord.. yup.. Gare du Nord yang selama ini hanya saya lihat dan sebut-sebut di tempat saya kursus bahasa Perancis, salah satu stasiun terbesar dan tersibuk di kota Paris. Pada kunjungan pertama saya ke Paris tahun lalu, saya belum sempat singgah di Gare du Nord ini.. Banyak platform disini, dan banyak metro line yang terhubung ke sini.

Hotel yang kami pilih untuk stay di Paris adalah hotel bintang ** Garden St. Martin di 35 Rue Yves Toudic, Paris.. ulasan lengkap tentang hotel nya ada disini.. Untuk menuju ke hotel ini, kami harus naik metro line 5 arah ke Place d’Italie dan turun di Metro Jacques Bonsergent.. Letak hotel ini cukup strategis, tidak terlalu jauh dari metro.. Dengan mudah kami menemukan nya.. sambil menarik 2 koper besar ditemani rintihan hujan dan dingin nya angin.. memori yang ga bakal saya lupain deh.. sambil ngetik cerita ini saja, memori tersebut sudah datang menyergap kembali.. 😀

Selesai check-in, kami pun beristirahat sebentar.. yakk sebentar aja yaah, ga pake lama, karena udah ga sabar untuk get lost.. ahahahaa.. walaupun kaki masih senut-senut, dan hidung masih merah, tapi yaa paksain ajaaa.. hello, kita ini lagi di Paris loooh, masa mau tiduran aja di kamar hotel??  Bergegas deh kami ganti busana, pake coat ZARA baru yang kemaren dibeli di Spanyol (kalo di Indonesia saya mah ga bakalan beli ZARA, secara mahal bangettt!)

Lokasi pertama yang saya tuju pasti nya : Sacre Coeur.. kenapa? Ya karena saya merasa Tuhan Yesus sudah sangat baik kepada saya, sehingga Ia mengabulkan doa saya, untuk kembali lagi ke Paris.. Saya pernah berjanji dan berdoa di Sacre Coeur, bahwa suatu saat saya akan kembali lagi dengan orang yang saya cintai.. Yaaa, dan disini lah saya sekarang, di Sacre Coeur, dengan si kangmas, my lovely husband.. ❤ *di dalam Sacre Coeur tidak diperbolehkan mengambil gambar, dan saya sangat menghormati aturan ini.. jadi tidak ada foto nya yaaa.. walaupun pengen banget foto.. hehe..

Sacre Coeur for 2nd time..

Sacre Coeur for 2nd time..

1st time for him..

1st time for him..

Saya punya pengalaman batin khusus ketika berdoa di Sacre Coeur ini.. Rasanya Tuhan tuh sayaaang sekali ya sama saya.. hikss.. I love You, Jesus.. ❤ Spirit nya berasa bangetttt disini, seolah Tuhan menyapa saya langsung.. I will always remember it..

Tahun lalu ketika kesini, saya berniat untuk membeli kalung rosario untuk pemberkatan pernikahan saya.. tapi yaaa karena mahal bangettt yaaa, jadi saya urungkan niat, eh terus nyesel kenapa ga beli aja.. kali ini saya masuk lagi ke toko yang sama, niat nya sih pengen beli kalung rosario itu lagi, sambil nunjukkin ke kangmas, ini loh kalung rosario yang waktu itu saya ceritain, dan hampir saya beli tapi ga jadi.. Daaaan tetep aja dong, akhirnya ga jadi beli kalung rosario itu.. ahhahahaa.. haduuh nasib gaji masih rupiah begini deeeehh.. hehehee..

Puas berkeliling Sacre Coeur, kami melanjutkan perjalanan menuju Montmartre.. Yaah, Montmartre memang selalu memanjakan hati.. Hujan rintik belum juga reda.. kami terpaksa membuka payung, khususnya sih payungnya buat saya yang gampang banget terserang flu kalo kena hujan.. Kami menyusuri Montmarte, berjalan di atas cobbled-stone nya itu.. di kanan kiri tampak bangunan-bangunan vintage dari cafe – cafe.. Kali itu saya tidak  menemukan pelukis pelukis jalanan yang biasa nya ada disitu.. karena hari hujan.. ouch sayang sekali.. karena perut lapar dan matahari juga sudah mulai terbenam, kami pun harus segera memutuskan mau makan malam di mana..

Montmartre <3

Montmartre ❤

Montmartre..

Montmartre..

Selfie selfie.. belom ada tongsis.. :P

Selfie selfie.. belom ada tongsis.. 😛

Beautiful scenery..

Beautiful scenery of Montmartre..

Kami berputar-berputar keliling Resto dan akhirnya menemukan satu resto yang terlihat cukup nyaman, dengan pemanas di atas nya, jadi walaupun kami duduk di luar, kami tetap hangat.. kami makan malam di Le Chinon.. menu yang kami pesan Poullet et Pomme de terre, dan tak lupa segelas wine.. Wine Perancis memang tidak pernah mengecewakan.. selalu enak untuk ukuran lidah bukan penggermar wine seperti saya ini..

Cheers, mon amour..

Cheers, mon amour..

Bon appetite!

Bon appetite!

Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Moulin Rouge.. Di kiri kanan banyak toko-toko, mulai dari jual baju hangat sampai boots.. Karena sepatu crocs saya sangat tidak bersahabat di cuaca yang super dingin ini, saya memutuskan untuk mencari boots yang sesuai dengan kantong saya.. Sebetul nya saya udah nyari boots mulai dari di Zarautz, San Sebastian, Barcelona, cuma belom ada yang cocok (harganya… *hehehe) . Dan akhirnya jodoh boots saya emang ada di Paris.. setujulah si kangmas untuk beliin saya boots yang kalo di rupiahin seharga 600rb-an.. dooh mahal amat sih nih boots.. tapi yaaa gimana lagi.. daripada telapak kaki saya beku.. ahahahaa..

Langsung deh itu boots saya pake menyusuri jalan Pigalle untuk sampai ke Moulin Rouge.. Ini adalah kali kedua saya ke Moulin Rouge, walaupun cuma mampir untuk photo stop aja, ga pernah masuk ke dalem nyaa..

Moulin Rouge, voulez vous?

Moulin Rouge, voulez vous?

Tak lupa saya mampir ke Monoprix, semacam toserba untuk beli sabun kesukaan saya.. hahaha.. harganya lebih murah di sini.. Saya pernah lihat di Ranch Market, harga nya 2x lipaattt.. Sabun kesukaan saya ini brand nya Cottage, yang wangi nya vanilla lait aka milk vanilla.. Selesai belanja di Monoprix, kami pun bergegas pulang kembali menuju hotel untuk beristirahat.. Tak lupa juga, sebelum sampai ke hotel, kami mampir ke satu warung, untuk beli Evian, air mineral yang kalo di Indonesia harga nya selangit, tapi kalo di Paris mah si Evian itu macam VIT kali yakk.. oiya, lebih murah beli air mineral di warung begini, ketimbang beli di dalam Metro.. 😀

Cheers,

Regina Desi

Read Full Post »

Thursday, 31 October 2013

Hari ini bangun agak kesiangan.. hehe.. sekitar jam 06.00 baru bangun.. si kangmas ngajakin jalan-jalan pagi dan foto-foto lagi.. Baiklah.. Dengan mata sepet dan ga pake mandi *again! , saya pun siap-siap.. perlengkapan perang kumplit dari kaos kaki, sarung tangan, kupluk, shawl, coat, longjohn.. Pagi itu hujan soalnya.. saya ga mau beku ga di jalan.. Tapi untunglah hujan berhenti, dan matahari sempat menyembul sedikit.. pas banget nih buat foto.. 😛

Camera 360

Perlengkapan perang komplit!

Berjalan-jalan di pemukiman sekitar Zarautz.. mengamati bangunan-bangunan yang ada serta tingkah laku penduduk sekitar.. Pandangan saya tertuju pada pohon-pohon yang mulai meranggas.. Yes, it’s autumn! Foto lagi deh, walaupun hidung merah! 😦

Camera 360

Pohon yang meranggas dan si hidung merah

Tak sengaja melewati tembok besar, dengan tulisan bahasa Basque yang ga saya ngerti sama sekali artinya.. hmmm lucu juga buat background foto.. baiklah, pose! 😛 Ga ketinggalan si crocs tercinta menghiasi frame lagi.. hahahaa… cinta banget deh sama si crocs ini.. walaupun harus saya akui, pakai crocs ga bikin angettt, dingin booo!

Camera 360

Tembok bertuliskan bahasa Basque..

Di perjalanan, saya menemukan toko roti.. harum bakingan roti nya nyeeemmm sekali.. bikin saya berhenti dan masuk ke toko roti Lanbora.. dan hohohoo mata saya tertambat sama si pretzel love! Tapi kok bentuk nya kecil yaaa?? beda sama yang saya makan di Paris tahun lalu.. yo wis lah, gpp, tetep coba beli pretzel ini plus satu roti croissant..

Camera 360

Love Pretzel in mini size..

Camera 360

the gourmets..

Camera 360

Pose sama si pretzel love at Lanbora Boulangerie..

Si Pretzel saya take away dan saya makan sambil berjalan kembali menuju ke hotel.. Tiba di hotel, seperti biasa langsung menuju ke ruang breakfast.. Setelah itu ga sempet mandi dan bersiap untuk latihan nyanyi.. Kali ini latihannya di tengah hutan gitu.. Wiii, one new experience for me.. Bernyanyi di udara terbuka seperti ini untuk melatih sonoritas vokal kita 😀 Dan karena latihannya di tengah-tengah hutan, habis hujan pula, kebayang dong dinginnya..

Camera 360

Singing at the forest

Selesai latihan, saya bersiap-siap untuk konser di kota kedua, yaitu San Sebastian.. Detail acara nyanyi nya akan saya sharing nanti.. Yang pasti seru, dan respon dari audience sangatlah membuat saya terharu..

Selesai konser, kami dijamu makan malam di restoran setempat.. Seperti biasa, menu appetizer nya adalah salad mix.. Kali ini salad tuna dengan asparagus, tomat dan buah zaitun.. Orang Spain itu demen banget deh sama yang namanya Zaitun ya sodara-sodara.. sedangkan saya ga doyan sama sekaliiii..

Camera 360

appetizer menu : salad tuna with asparagus, olive, and tomato

Menu main course nya adalah steam ikan dory yang sangat lezaaattt!!! Yummy banget dehh.. dan bikin kenyaanggg..

Steam ikan dory

Steam ikan dory

Karena udah kekenyangan, saya sampe ga sanggup untuk menghabiskan dessert Chiffon Lemon Cake.. sempet nyicip sedikit siiih, enaaakk, tapi si perut udah kekenyangan.. huhuhu.. ya sudah, dibungkus aja, lumayan buat snack besok pagi.. hehe.. 😀

Cheers,

Regina Desi

Camera 360

 

Read Full Post »

Wednesday, 30 October 2013

Morning all.. Pagi ini saya bangun pagi.. walaupun badan rentek plus pegel abis dan mata sepet karena jetlag.. tapi bermalas-malasan while you’re on travelling sangatlah tidak bijaksana.. 😛 , jadilah saya bangun, ga pake mandi, cuci muka aja, dan bangunin si kangmas.. kangmas yg lagi bobok pules pun langsung bangun berdiri karena shock ngeliat saya yang udah rapi jali siap buat foto session.. wakakakak.. Pagi itu kita pengen jalan-jalan menuju pantai.. cieeehhh..

Kita keluar hotel sekitar jam 06.00 pagi.. jalanan masih sepi plus masih gelappp dan hujaaan.. matahari belum ada.. matahari nya nanti keluar nya, sekitar jam 9-an.. sepanjang jalan menuju pantai Zarautz kita foto-foto dong.. menikmati dingin nya udara yang bikin tangan beku dan hidung merah. Hidung saya sensitif sekali dengan udara dingin.. langsung merah bok! alhasil agak kurang bagus kalo difoto.. 😦 Hanya 10 menit berjalan kaki, kami tiba di pantai Zarautz.. Selasar pantai berhiaskan lampu taman bikin suasana tambah romantis.. jangan harap ada pohon kelapa yeee.. Pasir pantai nya juga biasa saja.. warna air laut nya juga standar aja.. saya masih lebih cinta Gili Trawangan.. ❤

Gelap gelap udah nyampe pantai..

Gelap gelap udah nyampe pantai..

Hello morning!

Hello morning!

Puas foto-foto, matahari ga muncul-muncul juga.. saya udah kedinginaaan.. belum lagi sedikit kehujanan.. doooh, saya ga mau sakit dong yaa.. secara kan saya mau kompetisi nyanyi, mesti jaga stamina biar suara tetep ok.. akhirnya saya menyerah balik ke hotel.. sepanjang perjalanan balik ke hotel, ya tetep sih foto-foto *padahal difoto sambil menggigil!

nice building behind me!

nice building behind me! ada Bunda Maria nya..

males keluarin tripod, foto pakai notes aja..

males keluarin tripod, foto pakai notes aja..

 

toko-toko nya lucu.. padahal Zarautz ini kota kecil loh..

toko-toko nya lucu.. padahal Zarautz ini kota kecil loh..

Sampai di hotel, kami langsung sarapan.. menu sarapan pagi itu salad selada dan tomat, susu, roti baguette *hiksss, dan berbagai sereal macam corn flakes gitu.. pingsan deh eikeee.. mana doyan eikeee sama susu.. untunglah penyelamat si mie gelas sudah siap sedia.. langsung deh diseduh tuh mie gelas plus ditambahin dendeng pork yg kita beli di Sinjiapao! hehehe..

Kelar breakfast, saya mandi dan langsung bersiap untuk latihan nyanyi untuk persiapan konser malam hari nya di kota Getzko.. Latihannya outdoor bo! duh, baru kali ini latihan nyanyi lengkap pake coat, kupluk, sarung tangan plus shawl! udah kaya beruang kutub deh, semua perlengkapan perang anti dingin dipake.. huhuhu, untunglah suara saya baik-baik saja.. karena saya ini rentan dingin.. tiap hari ga pernah absen deh tuh minum vitamin C selama disana..

Selesai latihan, kita makan siang dulu.. kali ini menu nya rebusan sayur as appetizer, dan semacam steak untuk main course nya.. naaah, kalo sayuran begini mah saya doyan.. plus ga ketinggalan si saos sambel! 😛

sayuran rebus as appetizer

sayuran rebus as appetizer

Dan tebak dessert nya apaaa?? es krim conello nya walls dooonggg.. pliss deh yaaa.. udara dingin begini kok dikasih dessert nya es krim.. waduh waduhh.. tapi menggoda banget tuh es krimmmm!!! yo wis lah icip sedikit ajaaa  akhirnya diabisin sendiri (nekat), karena es krim nya ga dingin kok. *alasan! Tapi rasa es krim nya ga terlalu manis.. entah es krim yg di Indo terlalu banyak dikasih pemanis buatan kali yah??

dingin - dingin makan es krim..

NEKAT : dingin – dingin makan es krim..

Kelar lunch, saya siap-siap make up buat konser nanti malam di Getzko.. Cerita tentang konser nya akan diceritakan terpisah yaaa.. 😀

Sekitar jam 11 malam saya balik ke hotel selepas konser.. ngantuukk rasanyaa.. tapi masih sempet apdet status sebentar di lobby room *karena cuma di lobby ini yang sinyal wifi nya bagus.. Daaaan langsung nyari kasur, ga pake mandi, tapi bersihin make up dulu.. Dan tidur nyenyaaaakkk.. Good nite all.. 😀

Cheers,

Regina Desi

Read Full Post »

Tuesday, 29 October 2013

Setelah menempuh perjalanan hampir 14 jam, sampai juga kita di Frankfurt.. tapi perjalanan belum berakhir.. karena kita cuma transit aja di Frankfurt.. masih ada connecting flight to Bilbao.. 😀

safely landed at Frankfurt, Germany

safely landed at Frankfurt, Germany

Transit di Frankfurt sekitar 3,5 jam.. Cukup lama.. Jadi nya kita cari tempat nongkrong buat nge-charge si notes plus nyari wifi gratisan.. *fakir wifi 😛 , kita akhirnya pesan hot chocolate di COA (Cafe of Asiana).

Camera 360

Terus keliling-keliling sekitar bandara, kita ngeliat toko roti Traditional Bakery ini.. Yang ngantri banyaaak banget.. hmmm, kepengen nyobain deh.. walaupun harga per pc nya bikin sakit hati, hanya sekitar EUR 3 / IDR 45,000 sajaaa.. *njleeebbbbb! Saya nyobain si Cronutz yg lagi hits ituu.. enak rasanya! 😀

Camera 360

Camera 360

Setiap pembelian roti apapun di Traditional Bakery ini, kita bisa dapetin medali yang bernilai EUR 2 yang bisa digunakan untuk pembelanjaan selanjut nya di toko duty free Heinemans yang ada di Airport Frankfurt.. Tapi saya suka sama medali nya, jadi sayaaang, ga usah dibeliin produk duty free deh! 😛

medali for EUR 2

medali for EUR 2

3 jam ga berasa.. padahal lagi seru-seru nya apdet status via path en mukebuku.. hehe.. oke saat nya boarding flight to Tolosa.. kita mesti naik bus transfer dulu, karena ini Frankfurt isi nya Lufthansa semuaaa, dan kayaknya untuk penerbangan lokal ga dipakein garbarata, jadi semacam naik pesawat AirAsia gitu, yang naik nya pake tangga.. Masih sempet foto di dalem Transfer Bus.. 😛

in transfer bus.. :D

in transfer bus.. 😀

Tiba di dalam pesawat dikasih snack pagi lagi doong.. ihiiiyy asikk bener dehhh nih Lufhtansaaa.. okeei, sarapan nya buat Aimee aja deh.. saya udah kenyang.. 😛 . Snack pagi nya Sandwich with Bacon and Tomato Mozarella.. Saya nyicipin punya kangmas aja, sandwich punya saya disimpen buat nanti yaaa.. *penghematan dimulai.. sayang seribu sayang, lagi-lagi saos sambal tak ada.. jadi itu sandwich rasanya hambar pisan.. T___T

Breakfast for Aimee

Breakfast for Aimee

Jarak tempuh Frankfurt – Bilbao sekitar 1,5 jam.. Tak lama akhirnya, finally, eventually, we safely landed at Bilbao Airport . Setelah ini kita mesti naik bus lagi sekitar 25 menit menuju penginapan kami di Zarautz, kota kecil di bagian utara Spanyol, yang termasuk dalam Basque Country.. 😀

Bus to Tolosa..

Bus to Tolosa..

Sepanjang perjalanan menuju Zarautz, terlihat hamparan bukit nan hijau, padang rumput segar lengkap dengan shaun the sheep nyaa… uuuhh cantiiik sekaliiiii kota ini.. Ga nyesel deh.. Sampai tak terasa, kami tiba di penginapan kami di Albergue Igerain Aterpetxea..

our hotel at Zarautz..

our hotel at Zarautz..

Sampai di hotel, saya cuma taruh koper, terus lanjut pengen jalan-jalan ke neighbourhood sekitar.. Jalan-jalan sore ceritanya.. Kota Zarautz terlihat rapi, bersih dan teratur.. Kalau mau nyebrang jalan ga boleh sembarangan, mesti lihat dulu lampu tanda penyebrang jalan berwarna merah.. Dan enak nya disini, mobil itu ngalah banget sama pejalan kaki. kalau lihat pejalan kaki mau nyebrang, dari jarak 50m mereka udah memperlambat laju  kendaraan nya.. coba kalo di Jakarta, pada males nginjek rem semua orang-orangnya!

Sore itu Zarautz nampak sepi.. banyak toko-toko tutup.. saya pun bergumam, kenapa yaaa ini toko pada tutup.. ternyata oh ternyataaa.. di Spanyol punya tradisi Siesta alias bobok siang.. Jadi kalau bobok siang ini, mereka akan tutup toko mereka, dari jam 2 – 5 sore, terus nanti jam 5 sore, toko-toko ini akan buka lagi.. omigoddd.. enak sekali ada agenda bobok siang.. manalah Zarautz ini kota kecil, jadi tambah sepi deh.. tapi gpp lah, malah enak buat foto-foto.. 😛

Around Zarautz.. sepiiii..

Around Zarautz.. sepiiii..

the neighborhood of Zarautz..

the neighborhood of Zarautz..

crossing the street..

crossing the street..

Ga berapa lama hujan turun.. hiksss.. mana lupa ga bawa payung.. jadilah buru buru balik ke hotel, udah kehujanan pula, udara dingin.. takut sakitttt… besok lagi aja yaa dilanjut jalan-jalannya..

Malamnya kita dinner di hotel.. menu nya sup labu as appetizer *baru tau orang Spain tuh sehat bangettt yaaa, makanannya sayur mulu, terus fish and chips as main course nya..

Kenyang makan kita cuzzz bobok.. kegiatan esok hari masih menanti..

Cheers,

Regina Desi

Read Full Post »

Older Posts »

the.beauty. secret.of.desi

the secret, power of mind, and financial freedom