Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Austria’

Processed with VSCO

Hello, Vienna!

Bermula saat si airlines impian “Thai Airways” membuka rute baru ke Vienna di akhir 2017 yang lalu dengan memberikan harga promo. Tak disangka rute baru itu kebetulan sekali adalah rute impian saya, yaitu Vienna / Wina, seharga 7,5jt/pp/orang/nett, sudah termasuk meals dan bagasi.. Yeaaay.. Tiket sudah dibeli dari bulan Okt 2017, dan keberangkatan di bulan Mei 2018..

Nah, gimana untuk urusan Visa? Untuk mendapatkan visa kami apply sendiri tanpa melalui calo. Karena rute kami adalah masuk dari Vienna dan keluar dari Roma, dan setelah dihitung, staying duration kami lebih lama di Austria, maka kami memutuskan untuk apply Schengen Visa via Kedutaan Austria (Austria yaa, bukan Australia.. bedaa atuuh!)

Proses pembuatan visa pun terbilang cukup mudah.. Ikuti saja semua prosedur nya dan lengkapi persyaratan nya, niscaya visa kamu approved.. *walau sempet deg-degan siiih.. Untuk details apply Schengen Visa via Austrian Embassy ini saya tulis terpisah yaa.. Sekarang saya mau ceritain dulu kisah ngebolang to Europe ini..

Here we go..

Sunday, 20th May 2018

Sebelum berangkat beberapa persiapan yang kami lengkapi adalah beli Sim Card Euro, seharga Rp 300.000 untuk 2GB, namun sayang nya tidak bisa dijadikan hotspot.. Jadilah karena si kangmas yang lebih perlu koneksi internet biar ga nyasar, saya ngalah dulu deh, ngarep dapet wi-fi gratisan aja nanti di public area..

Perjalanan menuju bandara kami naik taksi, jalanan cukup lancar, dan tak lama tibalah kami di Terminal 3 – Soekarno Hatta Airport. Di sini saya sempat beli souvenir pembatas buku di Batik Keris untuk oleh-oleh para host kita di AirBnb nanti.

Leg pertama yaitu Jakarta – Bangkok yang memakan waktu kurang lebih 3,5 jam, kemudian transit selama 3 jam, lalu dilanjutkan leg berikut nya yaitu Bangkok – Vienna selama kurang lebih 6 jam. 3 jam adalah waktu yang cukup untuk transit di Suvarnabhumi Airport. Tidak terlalu lama, tidak terlalu cepat. Bahkan saya sempat mencicipi mango sticky rice (it’s a must!).

Thai Airways ini airline impian saya.. kursi nya berwarna-warni menjadi daya tarik tersendiri (well, at least for me), dan kebetulan saya dapet kursi warna favorit saya.. pink fuschia.. hehe.. Seneenng banget..

20180520_184311

Flying with Thai Airways (Leg Jakarta – Bangkok) …

20180521_023321

In-flight meals

20180521_010242

Next leg, Bangkok – Vienna

20180520_194509

In-flight meals (dinner)

20180520_201414

Aimee, yang selalu ngikut kalo saya travelling kemana aja.. 😀

20180521_062946

Boeing 787 – Window shading

20180521_084911

In-flight meals (Breakfast)

Monday, 21st May 2018

Waktu menunjukkan pukul 01.20 dini hari. Kami siap melanjutkan leg berikutnya yaitu Bangkok – Vienna. Perjalanan ke Vienna memakan waktu kurang lebih 6 jam. Pukul 07.30 pagi, kami tiba di Vienna International Airport. Lanjut untuk immigration process + baggage collection.

Setelah selesai baggage collection, we found out kalau ternyata roda koper kita jebol.. hiiikssss.. harusnya sih kalau mau ngurus, kita bisa kok mengajukan claim ke AXA (travel insurance yang kita beli), tapi karena jadwal yang tight, dan koper nya masih bisa gerak roda nya, ya udah lah, kita lanjut aja untuk beli 24hours Vienna train ticket.. Ticket ini bisa dipakai dari Vienna Airport to Wien Mitte Station – Stephanplatz.. Yup, tujuan pertama kali adalah Stephanplatz, dan kebetulan AirBnB yang kita pilih berlokasi disitu.

Processed with VSCO

@back of the Stephansdom

Sebelumnya kami menitipkan koper kami di tempat penitipan koper di Wien Mitte Station.. Lokasi nya cukup “ngumpet” hingga bikin kami mondar-mandir, sampai akhirnya kami melihat ada sebuah pintu kecil yang mengarah ke lorong tempat penitipan koper. Ruangan nya tidak terlalu besar, dan kalau sudah siang sedikit bakalan penuh. Untung nya kami sampai di pagi hari, jadi masih banyak loker yang kosong. Harga sewa loker nya EUR 3.5 / loker / 6 jam, bisa diisi dengan 1 koper ukuran L + 1 koper cabin size + 1 backpack Anello saya.

Selesai urusan penitipan koper, kami keliling Stephanplatz dan mengunjungi St. Stephen’s Cathedral dan Katholische Kirche Domherrenhof. Capek berkeliling, saya mau mencicipi Sacher Torte nya Vienna yang terkenal itu di Aida Cafe.. Kami memesan Sacher Torte dan Hot Chocolate.. Total EUR 8 / porsi..

Processed with VSCO with  preset

Sacher Torte and Hot Chocolate – Aida Cafe, Vienna

Rasa Sacher Torte ini klasiiikkk sekaliii.. perpaduan choco and cake nya nge blend bangettt di mulut.. tapi jangan membayangkan kalau Sacher Torte ini adalah cake yang moist yaaa.. Cake nya cenderung bertekstur kasar.. Namun selai apricot sebagai filling nya memberikan kesegaran dan cita rasa yang unik.. Kalau sudah di Vienna, jangan sampai gak nyobain si Sacher Torte ini yaahh.. 🙂

Selesai menikmati Sacher Torte, kami menuju ke penginapan kami di daerah Opera, dengan rate EUR 45.10/malam.. Lokasi nya kami pilih yang strategis dan dekat dengan Stephanplatz, jadi bisa sekalian strolling around historic city centre nya Vienna, seperti Rathaus, Burgtheater, Votivkirche, Hofburg Palace, Vienna National Museum (Maria-Theresien Platz).

2018_0521_15113100

Brandstätte at the Stephansdom

Selesai c/i, kami istirahat sebentar, sebelum melanjutkan perjalanan untuk cari makan siang… Laperrr euy! Daaan pastinya MANDI! karena belum sempet mandi sehari semaleman.. hehehhee.. Selesai bersiap, kita mau lunch di Ribs of Vienna, resto yang punya andalan Pork Ribs sepanjang 1 meter.. Total makan+minum disitu habis EUR 25 for 2 persons..

2018_0521_19530400

Udah mandi, udah siap jalan-jalan lagi.. 😛

Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan ke Rathaus (Town Hall) dan Hofburg Complex. Lokasi nya cukup berdekatan, jalan kaki ga berasa deh, tau-tau dah pegel ajaaa.. Cuaca dan suhu di Vienna lagi bersahabat sekali buat orang tropis macam saya.. Gak terlalu panas, tapi gak terlalu dingin.. Kalau mau main ke Vienna, pilihlah di bulan Mei.. dijamin enaak cuacanya..

2018_0521_20572200.jpg

@Rathauspark Vienna – banyak pohon mawar disiniii.. iyaa.. pohon.. dan bunga nya..

Processed with VSCO

@Alte Burg Place Hofburg

2018_0521_20165500

Hofburg Complex

Puas berkeliling dan udah capek, saya butuh rebahan bangetttt deh buat nyelonjorin kaki yang udah kebasss banget.. Jadilah kami balik ke penginapan, sambil nunggu janjian dinner alias buka puasa sama temen nya si kangmas.. Kebetulan kami pergi di bulan puasa, dan jam buka puasa di Vienna itu sekitar jam 9 malam.. Jadi lumayan lah masih ada waktu buat tiduuur..

Kangmas janjian ketemuan sama temennya di WienerWald Resto, tentu saja sajian khas nya yaitu Wiener Schnitzel.. Tapi kata temen nya si kangmas, rasa Wiener Schnitzel itu std bangettt, cuma ayam goreng tepung dikasih kentang goreng sama saos mayo.. udah gitu doang.. Jadilah kita direkomendasiin menu yang lain.. Gagal deh nyobain si Wiener Schnitzel khas nya Vienna.. hehehe.. Jadinya saya pesen soup sama steak aja (lupa namanya apa, yang pasti ribet lah..)

Processed with VSCO

Wienerwald Restaurant

Selesai makan, sempet jalan-jalan sebentar menikmati malam nya kota Vienna.. Tapi ga lama sih, soalnya besok pagi-pagi kami mesti check out untuk melanjutkan perjalanan ke SALZBURG, yeaaaaayyy!!

2018_0522_03154700

Udah jauh-jauh ke Vienna, masih ada aja temen nya si kangmas.. 😛

Kenyang makan, kami berkeliling sebentar menuju gedung Opera sekedar untuk berfoto aja.. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, kami harus kembali ke penginapan untuk istirahat, karena besok kereta kami pagi banget utk ke Salzburg..

Processed with VSCO

Well, thank you Vienna.. See you.. walau cuma sebentar tetapi sudah cukup memberikan gambaran seperti apa ibukota negara Austria ini.. Semoga bisa diberi kesempatan lagi untuk kembali ke kota klasik ini..

Cheers,

Regina Desi ❤

Advertisements

Read Full Post »