Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Ikan baung’

Yupppp.. Pekanbaru (PKU), ibukota dari Propinsi Riau, salah satu propinsi Indonesia yang berada di Pulau Sumatera. Konon kota ini disebut Kota Bertuah (The City of Good Fortune). Perjalanan dari Jakarta menuju Pekanbaru memakan waktu sekitar kurang lebih satu setengah jam. Pagi itu saya mengambil first flight Garuda Indonesia.

catch up my first flight!

catch up my first flight!

Sekitar pukul 08.45 pagi saya sudah tiba di Bandara International Sultan Syarif Kasim II. Bandara di Pekanbaru ini tergolong masih baru, masih bersih dan rapi, dan tidak terlalu besar. Tidak ada garbarata. Kami harus naik dan turun melalui tangga manual. Tak lama kami pun tiba di exit gate. Yang cukup menarik adalah landmark yang terletak di bagian luar airport. Tentu saja saya tak melewatkan kesempatan ini untuk FOTO! 😀

Nice landmark of Sultan Syarif Kasim II International Airport - Pekanbaru

Nice landmark of Sultan Syarif Kasim II International Airport – Pekanbaru

Mobil yang menjemput kami sudah siap. Karena masih pagi dan belum bisa check-in di hotel, jadilah kami berkeliling untuk mencari sarapan. Walaupun sudah dapat breakfast di pesawat, tapiii yaa lupakan lah diet yaaa.. wong saya mau happy-happy mencicipi kuliner Pekanbaru ini..

Tempat pertama yang datangi adalah Rumah Makan Pondok Asam Manis Baung, yang terletak di Jln. Jend. Sudirman, salah satu jalan protokol di Pekanbaru. Begitu masuk ke dalam, tak nampak satu pun pengunjung lain nya, seperti nya rumah makan ini baru saja buka. Begitu kami tanya apakah sudah bisa menyajikan makanan, memang belum semua masakan siap, tetapi sudah ada beberapa masakan yang bisa dihidangkan. Kebetulan menu favorit rumah makan ini sudah bisa disajikan. Masakan khas Pekanbaru adalah Ikan Baung dan Ikan Patin. Jadilah kami memesan gulai ikan baung asam pedas dan ikan baung goreng balado.

my first culinary in Pekanbaru!

my first culinary in Pekanbaru!

Lepas mengisi perut, kami kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini saya diajak berkeliling ke Rumbai dan Minas. Yup, si kangmas memang baru saja diterima di salah satu perusahaan Oil and Gas, dan kunjungan kali ini saya berkesempatan untuk melihat apa saja sih isi di dalam camp tersebut. Rumbai Camp dan Minas Camp adalah camp yang terdekat dengan pusat kota Pekanbaru. Duri dan Dumai yang paling jauh. Pada kunjungan kali ini saya tidak sempat menengok Duri dan Dumai.

Tibalah saya di gerbang utama Rumbai Camp. Dimulai dari sini batas kecepatan maksimum kendaraan roda empat hanyalah 70km/jam. Wooow, saya yang biasanya nyetir kecepatan 100km/jam berasa ngantuk karena lambat bangettt!! Seluruh rambu-rambu lalu lintas yang ada harus dipatuhi. Beda dengan Jakarta, dimana rambu-rambu tersebut hanya dilihat sebagai pajangan pinggir jalan. Disini semua kendaraan yang melintas diawasi, dan apabila ditemukan melanggar batas kecepatan, atau pun melanggar rambu-rambu yang ada, sanksi pun akan diberikan. Perjalanan dari Pekanbaru ke Rumbai memakan waktu sekitar 20 menit. Dari Rumbai ke Minas sekitar 25 menit.

Memasuki kawasan Chevron

Memasuki kawasan PT Chevron Pacific Indonesia

Selesai berkeliling, saya dapat menyimpulkan bahwa camp ini seolah-olah penjara exclusive! Yup.. begitulah saya mengartikan nya.. Camp ini lengkap dengan segala fasilitas yang ada yang diperlukan oleh manusia untuk melakukan aktivitas nya sehari-hari.. Namun camp ini jauh dari lingkungan luar, masih dikelilingi hutan yang amat luas, masih ada palang bertuliskan “perlintasan hewan”, benar-benar back to nature banget!

Puas berkeliling dan berfoto-foto, kami melanjutkan kembali perjalanan menuju kota Pekanbaru. Saat nya check in sudah tiba. Hotel yang kami pilih Grand Tjokro Pekanbaru, salah satu chain hotel dari Kagum groups. Hotel bintang 3 ini berlokasi di jalan protokol, sehingga mudah ditemukan. Untuk review terkait hotel ini langsung saja meluncur ke tripadvisor saya ya.. 😀

Grand Tjokro Pekanbaru

Grand Tjokro Pekanbaru

Overall hotel ini menyenangkan with affordable price tentu nya! Kemarin saya lagi dapat harga promo, jadi cuma bayar 399rb sudah termasuk breakfast for two persons.. Lokasi hotel ini juga strategis di pusat kota. Menu pilihan breakfast nya juga beragam. Saya suka lontong gulai nangka nya! Enaaakk, saya sampai nambah! hehehe..

Di sepanjang jalan kota Pekanbaru, Anda pasti akan dengan mudah menjumpai toko roti dan kue Van Hollano Bakery. Karena hampir dimanapun, kita dapat menemukan nya. Seperti nya ini adalah salah satu toko roti khas Pekanbaru yang terbesar disana. Karena penasaran, saya masuk ke salah satu toko nya yang berada di salah satu mall terkemuka di Pekanbaru. Hanya perlu satu menit bagi saya untuk berkeliling toko tersebut dan menyimpulkan bahwa toko roti sepintas terlihat seperti gabungan antara Holland Bakery, JCo Donuts, Bread Talk dan Kartika Sari *no offense.. hihihi.. Waah, maksud nya gabungan tuh begimana? Naaah, kalau Anda penasaran, langsung saja berkunjung ke Kota Bertuah ini.. 🙂

Cheers,

Regina ❤ Radite

Advertisements

Read Full Post »

the.beauty. secret.of.desi

the secret, power of mind, and financial freedom