Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Louvre’

Pagi itu kami membuka mata di… yup, Paris! hihihihiiii… Jam 6 pagi kami sudah bangun, mandi, dan bersiap-siap.. Kalau boleh jujur sih, saya pengen banget mengunjungi Istana Versailles.. tapi dengan pertimbangan kalau Versailles itu di pinggiran kota Paris, dan kalau ke sana akan memakan waktu seharian, jadi saya urungkan niat itu.. Mungkin nanti kalau ada kesempatan ketiga saya berkunjung kembali ke kota ini.. hehee.. Karena keterbatasan budget, kami pilih hotel tanpa breakfast.. jadilah kami sarapan mie gelas.. aaahahhaa.. untungnya pihak hotel berbaik hati memberikan air panas mendidih buat kami untuk menyeduh mie gelas.. 

Rute kami hari itu standard nya tour kalo ke Paris.. tapi yang menyenangkan adalah, karena kita jalan sendiri, ga pake tour, jadi kami bebas menentukan sesuka hati kemana kaki ini mau melangkah.. 😛

Tujuan pertama kami adalah Arc de Triomphe.. Bangunan di tengah – tengah kota yang bisa dilihat dari 8 sudut kota.. untuk bisa mendapatkan foto yang oke, kita harus berdiri di tengah-tengah jalanan dengan lalu lintas dua arah.. Dan kami nekat dooong, demi mendapatkan hasil foto yang bagus.. hehee..

Camera 360

We are here.. Arc de Triomphe..

Kami melanjutkan berjalan kaki melintasi Champ d’Ellyses yang terkenal itu.. sepanjang jalan di kiri kanan berjejer rapi toko – toko dari brand – brand ternama.. sebut sama Louis Vuitton, ZARA, Swatch, Sephora, Haagen Dazs, Laduree, dll..

Camera 360 Camera 360

ZARA @Champ d'Ellyses

ZARA @Champ d’Ellyses

Camera 360

Sephora @Champ d’Ellyses

Camera 360

Laduree @Champ d’Ellyses

Kami melanjutkan perjalanan menuju Obelisk dan Grand Palais..

Grand Palais

Grand Palais

Selesai dari situ, kami naik Metro menuju Musee du Louvre..

Musee du Louvre

Musee du Louvre

Photosession @ Louvre

Photosession @ Louvre

Love you so much, my dear husband..

Love you so much, my dear husband..

Selesai dari Musee du Louvre kami melanjutkan perjalanan menuju si jembatan cinta, Pont des Art.. Saya sudah menyiapkan gembok yang dibeli di Jakarta.. biar hemat.. hehe.. 😀

Je t'aime, mon mari..

Je t’aime, mon mari..

Sepanjang jalan Pont des Art ini ada kakek tua yang memainkan akordion.. duuuh, romantis ciamik bangetttt suasana nyaa.. rasa nya ingin berlama-lama disini sambil menikmati senja Sungai Seine.. Tapi kami harus melanjutkan perjalanan menuju Notre Dame.. Tadi nya kami mau naik metro saja, tapi kata kangmas deket kok kalau jalan kaki.. yo wisss, tapi ternyata gempor juga euy jalan dari Louvre ke Notre Dame.. 

Notre Dame

Notre Dame

It's Notre Dame

It’s Notre Dame

Selepas dari Notre Dame, kami langsung buru – buru ke Eifell untuk mengejar lampu kerlap kerlip nya Eifell yang cuma ada tiap menjelang senja.. Dan memang kami sengaja menaruh Eifell di penghujung hari, karena Eifell lebih romantis apabila dilihat di malam hari.. Trust me!

You mean more than anything to me, yes you do!

Eifell and us.. ❤

Dan begitulah, Tuhan mengabulkan doa saya.. untuk bisa kembali lagi mengunjungi kota ini dengan sang kekasih hati.. Thanks Jesus.. I love You, Jesus..

Cheers,

Regina Desi

 

Advertisements

Read Full Post »