Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘the indonesia choir’

Friday, 01 November 2013

Welcome November.. Memasuki bulan November di kota Zarautz ditemani dengan hujan di pagi hari.. Yak, Zarautz gerimis lagi pagi ini, dan rasanya saya pengen narik selimut lagi..

Hari ini adalah hari The Indonesia Choir berkompetisi dalam 45th Tolosa Choral Contest. Pagi-pagi benar saya sudah mempersiapkan diri.. Makeup, pasang bulu mata, pasang bunga, sippp udah cantik mirip gadis Spanyol.. 😛

Kompetisi akan diadakan di kota Tolosa. Perjalanan kesana sekitar kurang lebih 1 jam dari kota Zarautz.

Camera 360

with kangmas yang setia menemani ❤

Camera 360

make-up sendiri..

TIC akan mengikuti 2 kategori perlombaan,  yaitu Polyphony dan Folklore.. Nah, ini dia foto saat kita mengikuti perlombaan Polyphony.. Pakai seragam gaun longdress warna merah plus bolero putih dengan sentuhan motif dari kain Bali.. Represent warna Indonesia sekali yaaah.. Merah Putih!

Merah Putih!

Merah Putih!

Dan untuk kategori Folklore, kami memakai baju yang terinspirasi dari baju adat Dayak, Kalimantan Timur..

udah mirip gadis Dayak belum?

udah mirip gadis Dayak belum?

Naah, kalau yang cowo diberi tato boongan di lengan nya biar lebih macho.. hehehe.. saya bantuin bikin tato nya.. 😛

Bantuin bikin tato nya Ojan..

Bantuin bikin tato nya Ojan..

tak ada cat, spidol pun jadi..

tak ada cat, spidol pun jadi..

with Inigo, our LO!

with Inigo, our LO after competition!

Choral Contest ini diikuti oleh 7 negara dari seluruh dunia, dan TIC terpilih dalam seleksi untuk mengikuti kompetisi ini. TIC merupakan wakil dari Indonesia, dan satu-satu nya wakil dari Asia. Saya sangat bangga bisa terpilih dalam seleksi TIC untuk bergabung bersama tim TIC Goes to Tolosa.  Saya sangat bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan yang boleh diberikan kepada saya. Thanks Lord Jesus! Cerita tentang kompetisi selengkapnya akan saya ceritakan di thread terpisah yaa.. stay tuned! 😀

Tolosako

45 Tolosako Abesbatza Lehiaketa

Selesai berkompetisi, kami akan makan malam bersama dengan seluruh peserta. Karena Indonesia penampil nomor dua, maka kita harus menunggu 5 peserta lainnya selesai berkompetisi. Sekitar jam 7 malam, kompetisi selesai, dan kami menuju ke ruang makan. Hasil kompetisi akan diumumkan besok.

this is our dinner! 3 potong paha ayam donggg! ndut deh!

this is our dinner! 3 potong paha ayam donggg! ndut deh!

with kangmas..

everyday is baguette day..

Selesai makan malam, kami kembali ke hotel untuk beristirahat. Besok pagi kami akan jalan-jalan ke kota San Sebastian.. Yeaaay! Good nite everybody! Sleep tight!

Cheers,

Regina Desi

Advertisements

Read Full Post »

The 2nd Pre-Competition Concert for TIC Goes to Tolosa.. 😀

Beruntung masih berhasil dapat 5 tiket.. tiket nya laris manis tanjung kimpul!

Beruntung masih berhasil dapat 5 tiket.. tiket nya laris manis tanjung kimpul!

Yaakk, tepat 22 Oktober 2013 kemarin, TIC kembali menggelar konser Pra-Kompetisi bertajuk “Jakarta Punya Cerita”.. Ini konser pre-kom kedua setelah sebulan yang lalu TIC juga menyelenggarakan konser pre-kom bertajuk “Nyanyian Tanah Merdeka”.

Konser JPC ini diselenggarakan berkat dukungan dari Pemprov DKI Jakarta – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (*big thanks for them).. Dan perjalanan TIC ke Tolosa, Spanyol nanti juga sepenuhnya disponsori oleh Dinas Pariwisata & Kebudayaan DKI Jakarta..

Di konser JPC kami membawakan 2 lagu betawi yang baru saja kami pelajari dengan amat sangat the flassshh yaaa.. belom lagi belajar koreo nya.. Tapi alhamdulilah semua lancaaarrr… Kami membawakan Ondel-Ondel dan Keroncong Kemayoran.. Selebihnya lagu-lagu yang dibawakan sama dengan konser Nyanyian Tanah Merdeka, yaitu lagu-lagu yang akan kita bawakan nanti pada saat berkompetisi di Tolosa, Spanyol.

Konser dibuka dengan lagu Sik Sik Si Batumanikam.. Seperti biasanya, saya langganan jadi solis di lagu ini.. 😛 Tapi kali ini pasangan solis nya bersama Jhorlin dan kak Nancy.. Lagu pertama dibawakan dengan aman.. fiuuh legaaaa.. *kalau sampe lagu ini nyanyiin nya salah mah kebangetan bangetttt!!! 3 tahun di TIC booo!

Walaupun lagu nye lagu Batak, tetep doong baju nye baju none Jakarte.. Niihhh baju konser kite kemaren.. *diperagain sama ALTO

None none Jakarte

None none Jakarte

Kostum ini dipakai untuk 3 lagu, yaitu Sik Sik , Ondel – ondel, dan Keroncong Kemayoran.. Abis ituuuu kita cusss langsung ngibrit buat ganti kostum untuk lagu kategori Folklore.. Sayang foto nya ga ada karena belom sempet foto udah harus ngacir lagiii untuk ganti kostum ketiga, untuk lagu kategori Polyphony.. Dan aku sukaa deh sama kostum yg terakhir ini.. Originally designed by our Kak Christine ALTO.. Perpaduan Espanola – Endonesia yaakkk.. Merah putih ahahahhaay.. ini penampakannya.. keceeee banget yaaa… ❤

ALTO in Red and White

ALTO in Red and White

 

Sketched by Kak Christine..

Sketched by Kak Christine..

Di konser kemaren kita kedatangan Pak Raden juga lohhh.. inget kan film si Unyil.. 😛 Baru kemaren ngeliat Pak Raden langsung.. Itu kumisnya tempelan ternyata *yaiyalahdesssss!

Lagu demi lagu bergulir, dan tanpa terasa selesai sudah lagu terakhir dinyanyikan.. Doakan kami yaaa saat berkompetisi nanti di Tolosa, Spanyol.. God bless us.. Semua indah pada waktunya.. 😀 *ngarep.bisa.tetiba.hafal.salve.regina.

 

Cheers,

Regina

Read Full Post »

Huta Siallagan, berada di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Pulau Samosir, Kabupaten Samosir, terletak 150 m dari pinggiran Danau Toba, Pulau Samosir bagian Timur, berjarak 3 km dari Tuktuksiadong (pusat perhotelan) atau 5 km dari huta/kampung Tomok (dermaga Ferry) sementara melalui danau berjarak 12 km dari kota Parapat. Luas huta Siallagan diperkirakan 2.400 m persegi, dengan sebuah pintu gerbang masuk dari sebelah Barat Daya dan pintu keluar dari arah Timur. Huta ini dikelilingi dengan tembok batu alam dengan ketinggian 1,5 – 2,00 meter yang disusun dengan rapi. Pada masa lampau sebagaimana disebutkan tadi, tembok dengan lebar 1-2 meter ini ditanami dengan bambu untuk menjaga huta dari gangguan binatang buas maupun penjahat. Dari pintu masuk terdapat patung batu besar yang diyakini sebagai penjaga dan mengusir roh jahat yang ingin masuk kedalam huta, patung ini disebut Pangulubalang. Dimasa lalu orang-orang yang tinggal di huta Siallagan termasuk Raja Siallagan masih menganut agama asli Batak (agama Parmalim) http://scalatoba.blogspot.sg/2010/07/legenda-batu-kursi-persidangan.html

Yupp.. sore itu kami menuju ke salah satu objek wisata yang ada di Samosir, yaitu Huta Siallagan atau Kampung Adat Siallagan. Kami disambut ramah, dan ditemani oleh tour guide yang tak lain adalah Raja Siallagan. Woow, kebetulan sekali.. 😀

Oleh Raja Siallagan kami diceritakan banyak hal mengenai sejarah dan tradisi Batak, sampai cerita yang membuat kami penasaran, yaitu cerita ‘Orang Batak makan orang’… hiiii syereemmm.. konon dahulu kala, orang Batak dikenal dengan kanibalisme nya.. Seperti apa ceritanya, nah, ini saya ambil dari internet, rangkuman ceritanya, persis seperti apa yang diceritakan oleh Raja Siallagan..

Sebelum eksekusi dilaksanakan, atas perintah Raja, Eksekutor yang juga Datu (memiliki ilmu gaib) menanyakan keinginan permintaan terakhir dari sang penjahat. Bila tidak ada lagi, selanjutnya eksekutor menanggalkan semua pakaian dari tubuh penjahat dan mengikat tangannya ke belakang. Menurut yang empunya cerita, ditanggalkannya pakaian penjahat adalah untuk mengetahui dan menghilangkan bilamana kekuatan gaib yang dimiliki oleh penjahat. Kemudian tubuh penjahat disayat dengan pisau tajam, sampai darah keluar dari tubuhnya. Bila sang penjahat yang disayat tidak juga mengeluarkan darah, maka penjahat dibuat telanjang dan diletakkan diatas meja batu, kemudian disayat-sayat kembali bahkan air jeruk purut diteteskan kedalam luka sayatan, sehingga eksekutor yakin sang penjahat tidak lagi memiliki kekuatan gaib di tubuhnya. Eksekutor harus memastikan bahwa sang penjahat sungguh-sungguh tidak memiliki kekuatan apapun, jauh dari segala sesuatu yang berbau kekuatan magis.

Selanjutnya tubuh sang penjahat diangkat dan diletakkan ke atas batu pancungan telungkup dengan posisi leher persis berada disisi batu, sehingga kelak bila dilakukan eksekusi, sekali tebas kepala terpisah dari tubuhnya. Selanjutnya Sang Datu, dengan membacakan mantra-mantra kemudian mengambil pedang yang sudah tersedia, dengan sekali tebas, kepala penjahat dipenggal hingga terpisah dari tubuhnya. Untuk mengetahui apakah benar penjahat sudah mati, sang Datu kemudian menancapkan kayu “Tunggal Panaluan” ke jantung penjahat, lalu jantung dan hati dikeluarkan dari tubuh penjahat dan darahnya ditampung dengan cawan. Hati dan jantung penjahat dicincang dan kemudian dimakan oleh Raja dan semua yang hadir, darahnya juga diminum bersama.

Masih menurut cerita, Bagian Kepala dibungkus dan dikubur ditempat yang jauh dari huta Siallagan, biasanya tempat yang tidak pernah disentuh oleh manusia, sementara bagian badannya dibuang ke danau. Menurut kepercayaan mereka dahulu, bahwa memakan bagian tubuh penjahat adalah menambah kekuatan dari mereka yang memakannya. Percaya atau tidak, ini hanya cerita yang terjadi masa dulu, hingga diawal abad ke 19. Dalam suasana seperti itu Sang Raja memerintahkan agar masyarakat tidak boleh menyentuh air danau selama satu sampai dua minggu, karena air masih najis dan berisi setan.

Beberapa waktu kemudian zaman kegelapan berakhir, hingga masuknya agama Kristen ke tanah Batak oleh Pendeta Jerman Dr.I.L.Nommensen, penerapan hukuman pancung seperti diceritakan tidak lagi dilaksanakan bahkan sudah dihapuskan termasuk ilmu-ilmu gaib/kebathinan semakin ditinggalkan, karena masyarakat sudah memeluk Agama, dan bila terjadi kejahatan dan kriminal, selain mempergunakan hukum adat juga dipergunakan hukum Negara (hukum pidana, hukum perdata)

Bilamana cerita ini dimasa kini kemudian dianggap sebagai sebuah cerita yang menimbulkan opini bahwa orang Batak adalah kanibalisme, boleh saja demikian karena zaman dahulu ratusan tahun yang lalu kehidupan primitif Batak sudah pasti sangat berbeda dengan Batak zaman modern sekarang ini. Namun cerita itu tidak perlu ditutup-tutupi agar kedepan dapat ditarik hikmah, makna dan arti positif masa lalu. Sejarah, adalah masa lalu yang dijadikan cermin bagi masa depan. http://scalatoba.blogspot.sg/2010/07/legenda-batu-kursi-persidangan.html

Hiihiii, untungnya sekarang udah bukan jaman animisme yaah sodara-sodara.. ogah banget yeee makan daging penjahat *amit-amit.ngusep.perut.. Ini foto kami *fotobayangandoangtepatnya.. hihi..

Huta Siallagan

Huta Siallagan

Read Full Post »

Horas! Horas! Horas!

I'm ready to go..

I’m ready to go..

Yaaak, tanggal 22 Juni 2013 yang lalu, choir saya “The Indonesia Choir” kembali menggelar konser persahabatan yang diberi judul “Menyusur Toba”.. ihiiiyyy catchy banget yaaak judulnya.. Konser diadakan di Medan.. di Toba nya mah kita jalan-jalan.. 😛

Flights Jakarta – Medan, jam 05.20 by Mandala Air siap membawa saya dan teman-teman.. Ini pertama kali nya saya ke Medan loh.. *so excited.. Setelah sempat batal menjejakkan kaki di Medan (dinas kantor batal), akhirnya kesampaian juga.. Kalau udah rejeki sih ga bakal kemana ya sodara-sodara..

Pagi itu saya cuma tidur 1 jam. Itupun udah nitip sama temen-temen untuk nelpon saya ke rumah kalau mau bangunin, jangan lewat henpon, karena khawatir ga diangkat.. Jam 2 pagi, Papa bangunin saya, dan jam 3 pagi, teman barengan saya geng Depok mengabarkan kalau dia sudah dapat taksi dan siap menuju Lenteng..

Sampai di Bandara Soetta jam 4.15, masih ngantuk tapi mata udah pasang softlens.. jadi ga bisa tidur-tiduran.. Group kami keliatannya komplit sampai akhirnya menyadari satu teman kami (baca: Kak Linda) tak bisa dihubungi, dan dengan sangat menyesal ketinggalan pesawat.. hiks!

Pesawat siap take-off, dalam waktu 2 jam ke depan kami akan tiba di Medan! Yeay!

bring me to Medan, please..

bring me to Medan, please..

Sekitar jam 7.30 pagi kami tiba di Polonia Airport – Medan.. Bang Wenk dan Kak Christine sudah datang untuk menjemput.. *thanks a lot! Dari Airport kita dibagi menjadi 3 kloter.. saya ikut kloter kak Christine dan Bang Wenk, bersama Om Jay dan Aksa.. Kita ke rumah Kak Christine dulu untuk jemput Jason and Ethan 😀

Pagi ini wisata kuliner dimulai dengan sarapan Soto Medan dan Sop Medan. Saya pilih Sop Medan.. Citarasa nya manis ketimbang gurih, potongan dagingnya empuk.. tapi menurut saya tidak ada yang istimewa dengan Sop Medan ini.. Yang excellent pelayanan nya super cepat.. dan warung Soto Sop Medan ini selalu penuh.. Untuk harga, lumayan mahal yaaak.. 25rb per porsi..

Sop Medan...

Sop Medan…

Selesai sarapan, waktu nya kita check-in.. Kita stay di Weslys House di daerah Sei Sisirah.. Guest house ini terbilang baru, jadi masih bersih.. nice place to stay.. namun sayangnya ga ada water heater nya.. Oiya sepanjang jalan menuju Guest House ini ada karangan bunga dukacita *tetangga guest house ini ada yang meninggal.. Yang unik adalah, papan bunga tidak disusun dari bunga, melainkan dari material kain / kertas yang disusun mirip bunga.. konon, bunga segar di Medan mahal harganya, lebih mahal daripada harga duren.. *ga mau ambil gambar nya, soal nya tulisan nya duka cita..

Setelah check in kita capcusss lagi untuk latihan gabungan.. kita akan latihan bareng dengan choir El Shadda dari Univ. Sumatera Utara. Latihannya di rumah temannya kak Christine. Setibanya disana, wow… rumah nya cantikk sekali.. so vintage.. klasik banget.. berada di dalam rumahnya membuat saya berimajinasi ke jaman kerajaan Versailles..

Vintage House...

Vintage House…

Di sana pula kita dijamu makan siang.. nyeeemm deh menu nya.. ada ikan bakar sambal tombur, sup tahu *kuahnya lejattt, es buah *campuran buah jeruk dan delima, kue-kue *jajanan pasar, buah anggur, dll *tapi ga semua nya saya cobain mengingat kapasitas perut.. bisa-bisa berat badan bertambah niiihhh..

Selesai latian gabungan, kita langsung capcus balik ke guest house untuk istirahat.. karena hampir semuanya kurang tidur, kita disuruh untuk tidur, karena kondisi pita suara lelah, sehingga produksi suara ga bisa maksimal kalau badan kecapean.. saya sendiri memilih tidak tidur.. sesampai nya di guest house, langsung mandi dan dandan! yak! karena perlu waktu untuk dandan.. apa saja produk-produk andalan saya untuk make-up wajah? yang pasti, kebanyakan produk dari Oriflame.. 😀 Favourite saya Gold Radiance blush-on nya..

Jam 4 sore kita sudah bersiap untuk Gladi Resik di Gereja HKBP Sudirman – Medan.. Tadinya siiih, GR nya cukup sejam aja, jadi jam 5 sudah bisa dandan.. tapi ya sodara-sodara, ternyata melesetttt dan kita baru bisa mulai dandan jam 7 kurang 15, sedangkan acara dimulai jam 7.30! Oow, untung saya udah dandan duluan, jadi tinggal ganti kostum, pasang lipstik merah semerbak, pakai hi-heels gold, trus cusssss bantuin temen-temen yang belum make up sama sekali.. 😀

And finally, it’s show time! Lagu-lagu bergulir dengan indah.. Penonton pun terpukau.. Om Jay pun dengan gaya khas nya membawakan konser dengan interaktif.. Ada satu lagu yang tidak jadi dinyanyikan.. itu pun secara spontan tidak jadi dinyanyikan, karena sudah malam alasannya.. hehehee.. konser persahabatan berlangsung dengan lancar.. konser kali ini, lagu favorit saya : Segalariak >> sukses berat karena teriakannya Nandus di akhir lagu, Keraben Sape >> sukses dengan kerincingan sapi nyaaa, Twa Tan Bou >> selamet selamet berhasil dinyanyiin dengan baik.. Konser malam itu ditutup dengan lagu Sin Sin Si Batumanikam.. 😀

ALTO after concert..

ALTO after concert.. *kika : K’ Christine, K’ Wae, K’ Luci, Desi, K’ Linda

Selesai konser, agenda berikutnya yaituuuuu cari duren!!! yaaak, ga apdol kalo ke Medan ga makan duren.. langsung meluncur ke Ucok Durian.. semacam warung kaki lima, tapi menu nya cuma duren.. rameee banget, padahal udah jam 11 malem.. ga berasa udah abis 10 biji duren deh.. disini tuh enaknya, kalo duren nya busuk, boleh minta ganti..

Ucok Durian..

Ucok Durian..

Puas makan duren, langsung cusss menuju guest house untuk istirahat.. secara besok nya kita mesti bangun pagi, untuk melanjutkan perjalanan ke Samosir.. *can’t wait.. seperti apa lanjutan ceritanya? nantikan di Menyusur Toba part II yaaah 😀

Cheers,

Regina Desi 😀

Read Full Post »

Our wedding choir

Our wedding choir

God loves me when I’m singing…

Our blessed wedding choir..

Bisa dibilang wedding choir ini adalah project spesial saya.. Setiap detilnya saya yang tentukan.. Mulai dari pemilihan lagu, jadwal latihan, fotokopi teks lagu, sampai milih binder file untuk teks lagu yang warnanya sesuai tema..  *sumpah.ini.penting.banget.. 😛 Tapi ga bisa ngasih seragam karena budget oh budget… maaf ya teman-teman.. 😦

Singkat cerita, saya berhasil menghubungi rekan-rekan choir saya, mulai dari choir gereja: OMK & Paroki, Gita Bahana Nusantara, dan The Indonesia Choir.. Untuk pianist-nya, kangmas minta tolong sama temen SMA nya. Untuk violinist-nya, saya minta tolong sama teman orkes GBN.. dan untuk conductor-nya sudah pasti minta bantuan sama pelatih choir saya pertama kali.. 😀 Oh iyaaaa, baru ngeh kalo susyeeeh yaaa nyari Alto.. secara saya kan Alto tuh.. nah pas giliran saya yang married, ga ada Alto yg exist deh.. jadilah cari sana sini.. dari temen gereja baru ada Mb’ Kris.. Untunglah Kak Christine dari TIC dan Kak Yohana dari TC confirm.. Legaaa deh..

Berikut Choir Formation nya:

  • Conductor : Pak Bambang Eko
  • Pianist : Mb’ Petra A. Paramitha
  • Violinist : Bang Malvinas Pinem
  • Guest Solist : Om Jay Wijayanto
  • Sopran : Kak Tyas, Henny, Kak Fani, Mb’ Sisil Cia, Mb’ Ayu
  • Alto : Kak Linda, Kak Christine, Mb’ Kris, Kak Yohana
  • Tenor : Gerson, Bro Bram, Alex, Bang Wenk, Bang Rayckar
  • Bass : Vidy, Evan, Markus

Kita latihan hanyaaaaaa #jrengjreng 2 (dua) kali saja sodara-sodara.. yaaah, karena mengingat teman-teman ini tingkat kesibukannya sangattt tinggi, jadi nya bisa latihan 2x itu udah syukur puji Tuhan banget!! Violinist nya pun ga bisa ikut di hari latihan tsb. Tapi saya percaya aja deh, secara jam terbang nya Bang Pinem udah ga diragukan lagi.. 😀

Teks koor sudah saya siapkan, teman-teman sudah saya kabari latihan, gereja sudah saya booking untuk tempat latihan, snack sudah siap.. Pak Bambang tinggal ngelatih dan conduct saja.. saya ga mau ngerepotin Pak Bambang  😀

Oiya, awalnya sempat deg-degan karena belum semua teman-teman yang dimintai tolong ini bisa confirm.. yaaa secara kan ini juga “thank-you project” yaaa, jadi saya ga bisa maksa mereka.. wong saya minta tolong je!.. beda kalau saya “membayar” mereka dengan professional.. kalau disuruh mbayar yaaaa gag mampu… wong mereka2 itu jam terbangnya udah kelas kakap.. hehehe..

Bahkan ada beberapa kejadian yang tidak bisa diprediksi jelang hari H, seperti misalnya: bang Malvin sang violinist, istrinya baru saja melahirkan tgl 1 Feb.. naaahh jelas bikin saya ketar-ketir dan sungkan nanya, apakah si bang Malvin tetap confirm di hari H saya nanti.. Dan sempat ada kabar duka pula, sahabat TIC kami meninggal dunia, dan dimakamkan di Surabaya.. Om Jay pun melayat kesana tanggal 2 Feb, dan ketar-ketir juga apa Om Jay bisa hadir di hari H tanggal 3 Feb..

And as always.. God is good all the time! bang Malvin bilang : “confirm, Des abang kan sudah janji main di wedding kamu..” sedangkan Om Jay bilang : “confirm, saya pulang last flight..” Oh… thanks thanks thanks God..  Malam harinya pas ibadat sabda, masuk sms dari kak Christine yang sepaket sama bang Wenk ngabarin kalau mereka bisa ikutan bantu nyanyi..  Thankssss kakak.. Bang Rayckar yang juga super sibukkk nyanyi sana sini ternyata confirm juga.. Mb Sisil Cia yang tadinya mau pergi sama kantornya ternyata batal dan bisa dimintain tolong jadi mazmur.. Kak Tyas yang jadwal ngajar nya padet bisa bela-belain untuk datang latihan solis Ave Maria.. Mb’ Fani yang rumahnya sempat kena banjir juga bela-belain dateng ke gereja buat latihan.. Henny yang lagi hamil besar juga mau ngebantuin nyanyi jadi solis, plus Alex, Mb’ Mita yang bela-belain belajar Nocturne, Mb’ Ayu, Mb’ Kris, Kak Linda, Kak Yohana, Vidy, Markus, bro Bram and Mb’ Ratih… Thanks so much guys!

Nah, berikut song-list di wedding saya..

songlist..

songlist..

  • The Wedding
  • Kyrie JA Korman
  • Gloria JA Korman
  • Mazmur : Aku hendak memuji nama-Mu ya Tuhan
  • Alleluya
  • Berkatilah
  • Instrumental : Chopin Nocturne No. 9
  • Instrumental : Air in G
  • Kasih
  • Sanctus JA Korman
  • Bapa Kami Putut
  • Salam Damai
  • Agnus Dei JA Korman
  • Panis Angelicus
  • Ave Maria JS Bach
  • A Clare Benediction
  • Rejoice in the Lord Always
  • How Did You Know

Khusus di wedding saya, saya juga kepengen nyanyi..Dengan seijin Romo Adi, saya dan kangmas akhirnya dibolehin nyanyiin satu lagu “Berkatilah” . Sebelumnya saya sering nyanyiin lagu ini untuk wedding orang lain.. tapi ada yang spesial di lagu Berkatilah di wedding saya ini.. yang spesial itu aransemen nya.. pas intro nya itu loh.. alunan biola nya bang Pinem bikin melted, ditambah dentingan piano nya Mb Mita.. alamaaakkkk.. saya sampe speechless dengernyaa.. *secara kan itu si bang biola sama mba piano baru ketemu di hari H, H mines 1 jam! Sumpah bagus banget aransemen iringannya, bikin merinding!

singing "Berkatilah"

singing “Berkatilah”

Wiii liat ituuh partitur not balok nya mb’ Mita sampe panjaaang kaya kereta yaa.. *btw ini pas lagu apa yaah?

the great pianist, violinist, and conductor :D

the great pianist, violinist, and conductor 😀

Yang pakai baju merah itu Kak Linda – alto, yang pakai baju batik itu Bang Wenk – tenor 😀

the wedding choir tampak samping :P

the wedding choir tampak samping 😛

Panis Angelicus dibawakan dengan ciamik oleh om Jay Wijayanto, pelatih saya di The Indonesia Choir.. Dreams come true deh! Om Jay nyanyi di misa wedding saya.. hihiii.. happy happy happy! *padahal saya bandel yaah om Jay, kabur dari latihan terus ga ngasih kabar.. maaf ya om.. 😦

Panis Angelicus by Jay Wijayanto

Panis Angelicus by Jay Wijayanto

Dan yang sedihnya, saya dan kangmas ga sempet foto bareng sama wedding choir kami ini.. Hikssss 😥 #beneran loh ini sedih, ga ada fotonya!

Anyway, I’m feel so blessed.. Thanks my blessed wedding choir..

Blessed-alto-bride,

Regina Desi

Read Full Post »

Alto.. Kalau di paduan suara (padus), saya masuk ke jenis suara Alto.. kenapa? ya karena suara saya berat dan jangkauan nada saya ga tinggi-tinggi amat.. hehee.. awal nya saya ikut padus mulai dari kelas 2 SD.. dan sudah sejak itulah saya disuruh nyanyi yang bagian alto-nya.. yaaah mungkin karena kecerdasan saya membaca not kali yaa *hihihiiii.. soalnya kan kalo suara sopran kebanyakan hafalan *no offense..

Saya bangga jadi Alto.. karena nada-nada alto bisa bikin lagu jadi terdengar indah.. *ini subjektif banget sihhh.. hahahaa.. Yaah yang pasti, sampai detik ini, saya juga masih Alto di The Indonesia Choir http://theindonesiachoir.com/

The Indonesia Choir adalah paduan suara pimpinan Jay Wijayanto. Sudah kurang lebih 3 tahun  yang lalu saya tergabung di choir ini.. Masuk TIC ini ada cerita tersendiri.. TIC ini masuk ke dalam power of mind saya..

Awalnya saya kepengen banget cari paduan suara yang bawain lagu-lagu daerah Indonesia, seperti padus saya sebelumnya, Gita Bahana Nusantara.. Saya browsing di internet, dan bagai pucuk dicinta ulam tiba, mbah gugel mengantarkan saya pada The Indonesia Choir.. Wiii keren bangettt yaaa.. saat itu TIC sudah 2x konser, Bunga Rampai Tanah Air dan Sirih Pinang Melayu.. Kepengenlah saya join, tapi ga tau gimana cara nya, kapan ada audisi nya, siapa contact person nya, etc..

Terus saya cerita deh ke si kangmas, pengen ikutan TIC.. entah darimana datengnya jalurnya yaaah, ternyata si om Jay itu temen ayah nya si kangmas.. yowislaaah.. dibantuin sama si kangmas hingga saya berhasil audisi.. saya audisi sama kangmas.. yang nge-audisi langsung om Jay.. saya bawain lagu Joyful joyful… dari situ langsung dibenerin teknik nyanyi saya selama ini yang kata om Jay gerejawi bangettt dan menekan pangkal lidah.. kangmas nyanyi Lead me Lord.. singkat cerita, kita berdua lolos dooong.. saya as usual Alto, dan kangmas Tenor *agak meragukan sih.. 😛 #kaboooorr

Berikut rekap konser – konser / event TIC yang  pernah saya ikuti dari awal hingga sekarang.. (2010 – 2013) :

1. Menjadi Indonesia adalah konser TIC pertama saya.. Ciri khas TIC adalah menyanyikan lagu sambil bergerak / menari, jadi kudu mesti harus HAPAL TEKS yaaa sodara sodara… Awalnya lumayan keteteran mengejar ketinggalan , karena lagunya baru semua, saya belom pernah tahu.. tapi karena semangat dan tekad yang kuatttt *cieee, saya berhasil juga tuuhhh hafal semua lagu nya dan siyapp untuk konser. Oiya, di konser ini saya seneng banget looh, disuruh sama om Jay jadi solis alto untuk lagu Sin Sin Si Batumanikam (baca: Sik Sik Si Batumanikam) 😀

15

Menjadi Indonesia – Goethe Haus, 2010

2. Nyanyi di acara nya AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia) – Usmar Ismail.. Disini ngebawain 3 lagu.. Keraben Sape, Indang, sama Sin Sin Si Batumanikam *yeaay jadi solis lagi.. hehee.

AJI - Usmar Ismail, 2010

AJI – Usmar Ismail, 2010

3. Diundang di acara off air nya Kick Andy – Metro TV.. Rasanya tahun ini favorit banget yaaa nyanyi lagu Sin Sin Si Batumanikam.. hehee.. *banci solis

di acara Kick Andy - Metro TV, 2010

di acara Kick Andy – Metro TV, 2010

4. Nusa Silang Budaya adalah konser kedua saya dengan TIC.. Lagu yang saya suka di konser ini : Jali-jali.. di konser ini,  saya kebagian jadi solis lagi, nyanyi lagu Andai Bulan, bareng sama alto bersuara merdu lainnya, yaitu kak Riri.. 😀

Nusa Silang Budaya

Nusa Silang Budaya – Goethe Haus, 2011

Solis Andai Bulan

Solis : Andai Bulan

5. Dua Kisah Nusantara, 2011. Konsernya di Usmar Ismail.. bisa dibilang ini konser favorit saya.. Disini temanya Indonesia Timur.. Kita ganti kostum 2x.. yang pertama kostum ala Makassar, dan yang kedua kostum ala Papua.. Di konser ini saya dipilih jadi seksi kostum 😀 Prestasi saya selama menjabat jadi seksi kostum yaituu dapet sponsor tukang jahit.. lumayan kan menekan budget buat kostum.. terus ngurusin peminjaman bulu-bulu Papua itu..  Lagu favorit saya di konser ini : Marencong Rencong, Yapo Mama Cica, Luk Luk Lumbu sama Rujak Uleg (=^_^=) *tuuh Indonesia bangetttt kan lagu-lagunyaa..cintaaa deh!

Dua Kisah Nusantara - Usmar Ismail, 2011

Dua Kisah Nusantara – Usmar Ismail, 2011

Dua Kisah Nusantara , kostum : Baju Bodo - Makassar

Dua Kisah Nusantara , kostum : Baju Bodo – Makassar

6. Nyanyian Sepanjang Boulevard, 2011.. Ini pertama kalinya TIC nyanyi di luar kota.. Kita nyanyi di dua kota, Solo dan Jogja. Disini juga sempet photo session di Candi Pramabanan *dan saya sekalian prewed colongan sama si kangmas.. hhiiihiiii..

384753_2657351186538_1038628754_2796061_620933251_n

Nyanyian Sepanjang Boulevard – Solo, 2011

380803_2657314225614_1038628754_2796043_564581472_n

Nyanyian Sepanjang Boulevard – Jogja, 2011 *ini masih gladi resik..

379479_10150435622013925_554573924_8863578_1494012547_n

photo session di Candi Prambanan

 

Prewed colongan..

Prewed colongan..

7. Manik Manik Khatulistiwa di Goethe Haus, 2012.. Lagu favorit saya disini : Lets Hang On! Disini saya disuruh jadi solis lagu Sempurna.. wowohoooo.. padahal saya Alto loohh… dan itu lagu range nya Sopran.. ihiiiiy.. makasiih ya om Jay udah kasih saya kesempatan jadi solis lagi.. 😀

Manik Manik Khatulistiwa - Goethe Haus, 2012

Manik Manik Khatulistiwa – Goethe Haus, 2012

Solis : Sempurna

Solis : Sempurna

9. Negeri Rempah Rempah – Goethe Haus, 2012.. yaak.. di konser kali ini saya lagi off dulu, karena lagi sibuk  ngurusin my wedding.. konser ini adalah pre-competition concert TIC sebelum mereka bertanding ke Vietnam.. ke Vietnam nya pun dengan sangat menyesal, saya ga bisa ikut juga.. 😦 Senaang sekali denger kabar TIC berhasil meraih gelar juara di kompetisi Vietnam tersebut untuk kategori Mixed Chamber Choir.. 😀

542530_4430843779001_746345553_n

10. Nyanyian Tanah Merdeka – Usmar Ismail, 2013.. Yaakk, ini konser teranyar TIC.. Baru saja dilangsungkan 21 May 2013 yang lalu.. Ini konser back to TIC nya saya setelah vakum 2 konser.. hehehe.. Lagu favorit saya di konser ini : Twa Tan Bou *hihiiii ini saya takjub loh bisa hapal dalam waktu 2 hari* , terus saya juga suka Segalariak *ini lagu yang dibawakan di kompetisi Vietnam kemarin..

Nyanyian Tanah Merdeka - Usmar Ismail, 2013

Nyanyian Tanah Merdeka – Usmar Ismail, 2013

Dodoi si Dodoi

Dodoi si Dodoi

Dan sekarang TIC lagi prepare untuk konser berikut nya tanggal 3 Juli mendatang.. doakan sukses yaa! Dan doakan saya juga yaaahh supaya dapet tebengan Fatmawati – Senayan – Depok.. karena TIC baru aja pindah tempat latihan, yang tadi nya di Panglima Polim jadi pindah ke Senayan.. *doakan juga TIC dapet tempat latihan yang lebih deket dari kantor saya #ini.mah.mau.nya.saya… 😛

Regards,

Regina Desi

Read Full Post »

the.beauty. secret.of.desi

the secret, power of mind, and financial freedom